Politikus Gerindra Ini Dukung Jokowi Jabat Presiden 3 Periode, Ini Sebabnya

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Arief Poyuono. Dok TEMPO

    Arief Poyuono. Dok TEMPO

    TEMPO.CO, Jakarta - Politikus Partai Gerindra, Arief Poyuono, mendukung Presiden Joko Widodo atau Jokowi untuk menjabat presiden 3 periode. Bahkan ia ingin menampar presiden agar setuju. "Kenapa saya mau nampar dia? Dia harus sadar bahwa dia itu adalah seorang pemimpin yang memang masih sangat diinginkan masyarakat Indonesia untuk menyelamatkan rakyat Indonesia pada saat Covid-19 ini," kata Arief dalam sebuah diskusi, Sabtu, 20 Maret 2021.

    Pada 2019, Jokowi pernah menyatakan bahwa orang-orang yang melontarkan ide masa jabatan presiden diperpanjang dalam rencana amandemen UUD 1945 ingin menampar muka dirinya, ingin cari muka atau ingin menjerumuskan dirinya. Arief menyampaikan bahwa ia memang ingin melakukan ketiga hal itu. "Saya itu ketiga-tiganya, saya memang mau nampar Pak Jokowi, jerumuskan Pak Jokowi, mau cari muka," kata dia.

    Arief menuturkan bahwa ia ingin menjerumuskan Jokowi untuk menyelamatkan Indonesia. Ia juga ingin menunjukkan muka sebagai rakyat bahwa Jokowi dibutuhkan kembali untuk satu periode.

    Meski Jokowi telah menolak ide tersebut, Arief menilai hal itu dilakukan karena mantan Gubernur DKI itu adalah seorang presiden yang patuh terhadap konstitusi saat ini, yang membatasi masa jabatan presiden hanya dua kali. "Kalau konstitusinya nanti berubah, dan Jokowi diminat oleh saya dan masyarakat Indonesia untuk maju kembali, ya pasti dia akan mau," ujar Arief.

    Isu memperpanjang masa jabatan presiden dan wakil presiden sebelumnya disampaikan mantan Ketua MPR, Amien Rais. Amien Rais menyebut rezim pemerintahan akan mengambil langkah meminta sidang istimewa MPR untuk menyetujui amandemen satu atau dua pasal dalam Undang-undang Dasar 1945. Namun, menurut Amien, perubahan itu akan mencakup perpanjangan masa jabatan presiden 3 periode.

    FRISKI RIANA

    Baca: Presiden 3 Periode, Wakil Ketua MPR: Berbahaya untuk Tatanan Politik ke Depan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Fakta Vaksin Nusantara

    Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menuai pro dan kontra.