Korupsi Bansos: Juliari Disebut Rekomendasikan Sritex untuk Pengadaan Goodybag

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Sosial Juliari Batubara memakai rompi oranye seusai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Ahad, 6 Desember 2020. Juliari diduga menerima uang senilai Rp 17 miliar dari dua pelaksanaan paket bantuan sosial (bansos), terkait sembako penanganan Covid-19. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Menteri Sosial Juliari Batubara memakai rompi oranye seusai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Ahad, 6 Desember 2020. Juliari diduga menerima uang senilai Rp 17 miliar dari dua pelaksanaan paket bantuan sosial (bansos), terkait sembako penanganan Covid-19. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Penunjukkan PT Sri Rejeki Isman atau Sritex dalam pengadaan goodybag Bansos Covid-19 pada Kemensos 2020 disebut` dilakukan oleh Eks Menteri Sosial Juliari Batubara. Sritex adalah perusahaan tekstil di Sukoharjo, Jawa Tengah.

    "PT Sri Rejeki Isman yang direkomendasikan oleh Juliari Batubara," kata Adi Wahyono, Kepala Biro Umum Kementerian Sosial saat diperiksa KPK.

    Adi yang merupakan Kuasa Pengguna Anggaran Satuan Kerja Kantor Pusat Kementerian Sosial tahun 2020 dan Pejabat Pembuat Komitmen pengadaan bansos sembako Covid-19 mengatakan tidak mengetahui alasan penunjukkan Sritex dan Kalifa untuk pengadaan goodybag. "Sebelumnya sudah ada yang melakukan pembicaraan dengan sritex dan kalifa perihal goody bag ini. perihal mengapa pengusaha duwajibkan mengambil sritex saya sendiri tidak tahu latar belakangnya, setahu saya panitia dan PPK diperintahkan agar penyedia barang mengambil dari Sritex dan Kalifa. Bila mengacu pada kontrak dimana goodybag dan transporter include di kontrak maka harusnya penyedia barang mempunyai keleluasaan untuk mengambil dari tempat lain sesuai dengan pagu mereka masing-masing," ujarnya.

    Di Sidang Tipikor pada 15 Maret lalu, Adi dan Matheus Joko Santoso ragu saat ditanya mengenai siapa yang merekomendasikan PT Sritex dan PT Kalifa sebagai penyedia goodie bag untuk bantuan sosial Covid-19. Awalnya mereka bilang tidak tahu, tapi akhirnya mengaku tahu.

    "Saya tidak tahu," kata Adi saat bersaksi dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin, 15 Maret 2021. "Sama saya juga tidak tahu," kata Matheus. Dalam sidang tersebut, duduk sebagai terdakwa Harry Van Sidabukke dan Ardian Iskandar Maddanatja. Mereka didakwa menyuap Menteri Sosial Juliar Batubara dan bawahannya supaya mendapat jatah bansos Covid-19.

    Awalnya tim pengacara Harry Van Sidabukke mempertanyakan mengenai pihak yang merekomendasikan penggunaan kedua goodie bag tersebut. "Saudara Matheus Joko menyatakan bahwa Saudara tidak mengetahui adanya siapa yang memberikan referensi?" kata salah satu anggota tim pengacara.

    Menjawab pertanyaan itu, Matheus mengatakan di awal rencana PT Sritex tidak pernah disebut akan menjadi penyedia goodie bag. "Iya betul, karena dari awal saya masuk itu tidak ada pak PT Sritex untuk mengadakan goodie bag, Pak," kata Joko.

    Adapun Juliari Batubara menyatakan telah mengajak perusahaan yang berbasis di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, itu untuk memproduksi tas pembungkus bahan pokok. Juliari berkilah, penyaluran bantuan sosial sempat terhambat karena pemasok kantong mengalami kendala bahan baku yang harus diimpor. "Pemasok sebelumnya kesulitan bahan baku yang harus impor," ucap Juliari seperti dikutip dari Majalah Tempo edisi 21 Desember 2020. Kementerian Sosial memesan tas bantuan sosial kepada PT Sritex sebanyak 10 juta kantong.

    Corporate Communication PT Sritex, Joy Citra Dewi, mengatakan terjalinnya kerja sama goodie bag untuk bansos bermula dari komunikasi dengan Kementerian Sosial. "Awal mulanya, Sritex di-approach oleh Kemensos untuk pengadaan ini. Saat itu yang diinfo ke kami ada kebutuhan mendesak," kata dia.

    Baca: Kasus Korupsi Bansos, Juliari Batubara Disebut Mengelola 1,6 Juta Paket


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jadwal Imsakiyah dan Puasa Ramadhan 1442 H - 2021 M

    Ini jadwal puasa dan imsakiyah Ramadhan 1442 H yang jatuh pada 13 April hingga 12 Mei 2021, Idul Fitri 1 Syawal 1442 H jatuh pada 13 Mei 2021.