Koordinator SKP Keuskupan Timika Nilai TNI Gagal Kenali Warga Sipil

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aliansi Mahasiswa Papua terlibat aksi saling dorong dengan anggota TNI saat menggelar aksi untuk memperingati Operasi Trikora 19 Desember 1961 di Kawasan Monas, Jakarta, Sabtu, 19 Desember 2020. Dalam aksinya massa menuntut 15 isu besar diantaranya satu tuntutan massa adalah penghentian segala bentuk diskriminasi dan intimidasi terhadap mahasiswa Papua Barat, penghentian rasisme dan politik rasial, dan tolak otonomi khusus jilid II. TEMPO / Hilman Fathurtahman W

    Aliansi Mahasiswa Papua terlibat aksi saling dorong dengan anggota TNI saat menggelar aksi untuk memperingati Operasi Trikora 19 Desember 1961 di Kawasan Monas, Jakarta, Sabtu, 19 Desember 2020. Dalam aksinya massa menuntut 15 isu besar diantaranya satu tuntutan massa adalah penghentian segala bentuk diskriminasi dan intimidasi terhadap mahasiswa Papua Barat, penghentian rasisme dan politik rasial, dan tolak otonomi khusus jilid II. TEMPO / Hilman Fathurtahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Koordinator Sekretariat Keadilan dan Perdamaian (SKP) Keuskupan Timika, Saul Wanimbo, menilai anggota Tentara Nasional Indonesia gagal mengenali warga Papua secara baik. "Anggota TNI ini punya kesulitan identifikasi orang Papua secara baik, bahkan mungkin mereka gagal," ucap Saul melalui diskusi daring pada Sabtu, 20 Maret 2021.

    Buntutnya, kata Saul, anggota TNI kerap menembak sembarang orang. Ia mengatakan jika ada warga sipil Papua yang ditemukan tengah berada di hutan seorang diri, maka besar kemungkinan akan ditembak.

    "Ini di tempat macam ini tidak ada hukum. Mereka (anggota TNI) menjadi hukum," ujar Saul.

    Penembakan warga sipil oleh anggota TNI kembali terjadi. Pada 16 Maret 2021, tiga warga Papua bernama Janius Bagau, Sulaeman Soni Bagau dan Yustinus Bagau, tewas setelah ditembak aparat.

    TNI menyatakan ketiga warga yang ditembak merupakan anggota kelompok bersenjata yang berusaha merampas senjata aparat. Sehingga aparat menembak ketiganya hingga tewas.

    Pernyataan TNI pun dibantah Saul. Janius dan dua orang lainnya adalah warga biasa. "Dia sudah dinyatakan sebagai warga biasa oleh pastor dan Bupati Puncak Jaya, Intan Jaya," kata dia.

    Baca juga: Kontak Senjata dengan TNI, Satu Anggota KKB Tewas

    ANDITA RAHMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarik Ulur Vaksin Nusantara Antara DPR dan BPOM

    Pada Rabu, 14 April 2020, sejumlah anggota DPR disuntik Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto