Tinjau Vaksinasi Guru, Jokowi Berharap Juli Bisa Sekolah Tatap Muka Terbatas

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi (tengah) didampingi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meninjau pelaksanaan Vaksinasi Massal bagi tenaga kesehatan dosis pertama vaksin COVID-19 Sinovac di Istora Senayan, Jakarta, Kamis, 4 Februari 2021. Jokowi telah mendapatkan dua kali vaksin Covid-19 bulan lalu. ANTARA/HO/Setpres-Kris

    Presiden Jokowi (tengah) didampingi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meninjau pelaksanaan Vaksinasi Massal bagi tenaga kesehatan dosis pertama vaksin COVID-19 Sinovac di Istora Senayan, Jakarta, Kamis, 4 Februari 2021. Jokowi telah mendapatkan dua kali vaksin Covid-19 bulan lalu. ANTARA/HO/Setpres-Kris

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi meninjau vaksinasi massal bagi guru di Kota Makassar pada Kamis, 18 Maret 2021. Sekitar 500 dari 8.000 guru di Makassar mengikuti vaksinasi hari ini.

    Presiden berharap, uji coba sekolah tatap muka terbatas bisa dilakukan setelah vaksinasi bagi seluruh guru selesai dilakukan.

    "Dari total 8.000 guru yang ada di Makassar, apabila semua telah selesai, kita harapkan akan ada uji coba tatap muka terbatas. Kemudian di bulan Juli akan dilakukan lagi untuk masuk sekolah, tapi juga dengan program tatap muka terbatas," ujar Presiden seperti disiarkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kamis, 18 Maret 2021.

    Pelaksanaan sekolah tatap muka secara terbatas ini, ujar Jokowi, tentunya akan terus dievaluasi. "Dari situ nanti kita evaluasi apakah bisa dilakukan tatap muka penuh setelah bulan-bulan itu," ujarnya.

    Ia berharap program vaksinasi ini terus bergulir hingga ke seluruh provinsi di Indonesia.

    “Saya sudah perintahkan agar secepatnya, sesegera mungkin melaksanakan vaksinasi Covid-19, utamanya para lansia, petugas publik, agar proses vaksinasi ini setiap hari semakin cepat, semakin banyak, sehingga kita harapkan dapat mengurangi laju penularan Covid-19 di negara kita,” kata Jokowi.

    Baca juga: Nadiem Sebut Pembelajaran Tatap Muka Pada Juli Bisa Dilakukan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Fakta Vaksin Nusantara

    Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menuai pro dan kontra.