Arteria Dahlan Usul BNN Tembak Mati Bandar Narkoba

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Arteria Dahlan. Facebook/@Arteria Dahlan

    Arteria Dahlan. Facebook/@Arteria Dahlan

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Komisi Hukum atau Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat, Arteria Dahlan mempertanyakan penanganan 72 jaringan internasional pengedar narkoba kepada Kepala Badan Narkotika Nasional Petrus Reinhard Golose. Arteria juga mengusulkan agar BNN menembak mati saja para bandar narkoba.

    "Kalau bisa saya pikir enggak usah pakai cara-cara hukum, ditembak mati aja, Pak Petrus," kata Arteria dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi III DPR dan Kepala BNN, Kamis, 18 Maret 2021.

    Arteria menyebut Petrus sebagai sosok yang berani. Dia pun meminta agar tembak mati para bandar narkoba itu menjadi prestasi BNN di masa mendatang.

    Arteria beralasan, para bandar narkoba itu menargetkan anak-anak Taman Kanak-kanak dan Sekolah Dasar menjadi sasaran infiltrasi mereka. Dia mengatakan para bandar memiliki aturan dan rencana aksi yang rinci dalam menyasar anak-anak usia dini.

    Baca: BNN: Peredaran Narkoba Meningkat di Masa Pandemi Covid-19

    Menurut Arteria, anak-anak kecil itu ditargetkan menjadi pasar para bandar saat mereka menginjak SMP dan SMA. Bahkan, ujar dia, anak-anak tersebut diproyeksi mengamankan jaringan pengedaran narkoba melalui profesi mereka saat dewasa.

    "Syukur-syukur nanti katanya yang bersangkutan, anak SD, TK itu jadi polisi, membantu mengamankan. Jadi hakim, membantu mengamankan, jadi jaksa. Sampai begitu mikirnya mereka untuk bisa menginfiltrasi," ujar Arteria.

    Politikus PDI Perjuangan ini juga beralasan penjara kini telah penuh dan di masa Covid-19 ini tidak lagi menerima tahanan. Sehingga, dia menilai penanganan para bandar narkoba tak perlu melalui penegakan hukum lagi.

    "Mudah-mudahan di bawah kepemimpinan Pak Petrus ini makin banyak bandar-bandar mati di tangannya Pak Petrus. Enggak usah pakai hukum lagi, penjara udah penuh dan tidak menerima tahanan lagi Covid-19," kata Arteria Dahlan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.