KKP Dorong Biak Numfor Ekspor Ikan

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • JAKARTA- Pembangunan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Biak Numfor, Papua, kian menunjukkan hasil positif. Pengiriman perdana 17 ton ikan pelagis kecil ke pasar domestik menjadi tonggak kebangkitan industri perikanan daerah yang terletak di kawasan Teluk Cenderawasih  tersebut.

    Pengiriman tersebut dilakukan oleh unit usaha berbentuk koperasi yang terdapat di area SKPT. "Kita apresiasi kehadiran KKP melalui program SKPT sehingga pembangunan sektor kelautan dan perikanan di Kabupaten Biak Numfor dapat tumbuh dan berkembang," ujar Ketua DPRD Kabupaten Biak Numfor, Milka Rumaropen Milka saat pengiriman ikan perdana, Sabtu lalu 13 Maret 2021.

    Adapun komoditas yang menjangkau pasar domestik ialah ikan baby tuna, cakalang, layang, deho dan ikan jenis lainnya. Pengiriman dilakukan melalui KM. Tanto Surya Voy 252 atau tol laut yang telah diresmikan Kementerian Perhubungan pada 2020 lalu."Pengiriman ikan dengan reefeer container berjumlah 17 ton atau 1 kontainer," kata Manajer Koperasi Syaloom, Godlief. 

    KKP bangga dengan kegiatan ini. Program SKPT Biak Numfor bisa terlaksana dengan baik berkat sinergitas seluruh stakeholder. KKP juga membangun Integrated Cold Storage (ICS) dan telah diserahterimakan ke Pemerintah Kabupaten Biak Numfor.

    "ICS berkapasitas 200 ton memiliki cold storage dua unit, masing-masing berkapasitas 100 ton dan ABF sebanyak dua unit masing-masing berkapasitas 5 ton," ujar Direktur Jenderal  Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP, Artati Widiarti di Jakarta, Kamis 18 Maret 2021. 

    ICS tersebut dikelola oleh koperasi lokal, yaitu Koperasi Syaloom dan menyerap 16 tenaga kerja yang mayoritas orang asli Papua. Sebelum pengiriman ikan perdana, produk ikan beku yang dihasilkan ICS ditujukan untuk memenuhi kebutuhan hotel, restoran dan rumah makan di kota Biak. "Kita berharap pengiriman ikan ke Surabaya (pulau Jawa) menjadi langkah awal, dan kedepannya ICS dapat melakukan ekspor," kata Artati. 

    KKP mendorong Kabupaten Biak Numfor menjadi sentra pangan dengan ikan sebagai komoditas utamanya. Melalui pembangunan SKPT, Ditjen PDSPKP melakukan sejumlah agenda untuk mewujudkan misi tersebut. 

    “Hasilnya, produksi perikanan tangkap dari 2016-2019 mengalami peningkatan sebesar 35 persen. Pada Tahun 2016 produksi hasil tangkapan nelayan hanya sebesar 56.960 ton dan menjadi 76.847 ton di 2019,” ujar Direktur Usaha dan Investasi Ditjen PDSPKP, Catur Sarwanto. 

    Pengiriman perdana 17 ton ikan beku yang dihasilkan ICS SKPT Biak Numfor dilakukan di kawasan PPI Fandoi. Pengiriman ini kerja sama antara Koperasi Syaloom dengan CV. Galilea Berkat Makmur. Kegiatan pelepasan dihadiri oleh Direktur Usaha dan Investasi Ditjen PDSPKP, Wilker Karantina Ikan Biak, Stasiun PSDKP Biak, Bea dan cukai Biak, Kepala KSOP Biak, Pangkosek Hanuknas IV, Ketua Komisi 2 DPRP Provinsi Papua dan Pemkab Biak Numfor.

    Upaya pemajuan SKPT selaras dengan prioritas Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono mengembangkan sentra-sentra industri perikanan untuk peningkatan ekonomi masyarakat, termasuk  kesejahteraan nelayan.  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarik Ulur Vaksin Nusantara Antara DPR dan BPOM

    Pada Rabu, 14 April 2020, sejumlah anggota DPR disuntik Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto