Ada 38.605 Peserta Ujian SBMPTN 2021 Permanenkan Data

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah peserta mengikuti pelaksanaan UTBK Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2020 di Universitas Udayana, Denpasar, Bali, Ahad, 5 Juli 2020. Sebanyak 5.239 orang peserta mengikuti UTBK SBMPTN 2020 di Universitas Udayana yang dilaksanakan dengan menerapkan berbagai protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran pandemi COVID-19. ANTARA/Fikri Yusuf

    Sejumlah peserta mengikuti pelaksanaan UTBK Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2020 di Universitas Udayana, Denpasar, Bali, Ahad, 5 Juli 2020. Sebanyak 5.239 orang peserta mengikuti UTBK SBMPTN 2020 di Universitas Udayana yang dilaksanakan dengan menerapkan berbagai protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran pandemi COVID-19. ANTARA/Fikri Yusuf

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 38.605 peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) melakukan permanen data hingga Rabu, kemarin. Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) menyebutkan dari jumlah tersebut sebanyak 24.402 adalah peserta reguler dan 14.203 merupakan peserta pemegang nomor pendaftaran KIP Kuliah.

    “Kami minta peserta untuk memastikan tahapan-tahapan pendaftaran UTBK-SBMPTN dengan baik,” ujar Ketua Tim Pelaksana LTMPT Mohammad Nasih, saat dihubungi dari Jakarta, Kamis.

    Menurut kelompok ujian, sebanyak 13.824 atau 35,81 persen mendaftar pada kelompok ujian saintek. Lalu 19.815 atau 51,33 persen mendaftar pada kelompok soshum, dan 4.966 atau 12,86 persen mendaftar pada kelompok campuran.

    SBMPTN 2021 dilakukan berdasarkan hasil UTBK dan dapat ditambah dengan kriteria lain sesuai dengan talenta khusus yang ditetapkan politeknik atau perguruan tinggi negeri. Pendaftaran UTBK - SBMPTN dimulai pada 15 Maret hingga 1 April 2021.

    Pelaksanaan ujian tertulis diselenggarakan sebanyak dua gelombang, yakni gelombang satu pada 12-18 April 2021. Kemudian gelombang dua pada 26 April hingga 2 Mei 2021. Pengumuman hasil seleksi jalur SBMPTN pada 14 Juni 2021.

    Sebelum mendaftar, peserta UTBK-SBMPTN wajib memiliki akun LTMPT. Siswa kelas XII SMA/MA/SMK kelas 12 pada 2021 atau peserta didik paket C tahun 2021 dengan umur maksimal 25 tahun (per 1 Juli 2021).

    Siswa lulusan SMA atau sederajat tahun 2019 dan 2020 atau lulusan paket C harus memiliki ijazah dengan umur maksimal 25 tahun per 1 Juli 2021. Bagi lulusan SMA sederajat dari luar negeri harus memiliki ijazah yang sudah disetarakan. Tidak lulus jalur SNMPTN pada tahun 2019, 2020 dan 2021.

    Peserta yang akan memilih prodi saintek maka mengikuti tes potensi skolastik (TPS) dan tes kemampuan akademik (TKA) saintek. Peserta yang akan memilih prodi soshum akan mengikuti TPS dan TKA soshum. Lalu peserta yang akan memilih prodi campuran (saintek dan soshum), maka mengikuti TPS, TKA saintek dan TKA soshum. 

    Khusus program studi kedokteran dan kedokteran gigi hanya dapat dipilih oleh siswa lulusan SMA/MA jurusan IPA saja. Bagi peserta yang memilih program studi bidang seni dan olahraga wajib mengunggah portofolio.

    Sementara, ketentuan dalam pemilihan program studi dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok saintek dan kelompok soshum. Peserta dapat memilih paling banyak dua program studi. Dengan ketentuan jika program studi yang dipilih semuanya dari kelompok saintek, peserta mengikuti kelompok ujian saintek.

    Bila program studi yang dipilih semuanya dari kelompok soshum, peserta mengikuti kelompok ujian soshum. Jika program studi yang dipilih dari kelompok saintek dan kelompok soshum, peserta mengikuti kelompok ujian campuran.

    Peserta SBMPTN 2021 dapat memilih program studi di perguruan tinggi negeri atau politeknik negeri mana pun. Program Studi Kedokteran dan Kedokteran Gigi hanya dapat dipilih oleh siswa lulusan SMA/MA jurusan IPA saja. Urutan dalam pemilihan program studi menyatakan prioritas pilihan.

    Baca juga: UTBK-SBMPTN 2021, Jangan Lupa Daftar Akun LTMPT dan Catat Jadwalnya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.