Pimpinan Komisi III Minta Yasonna Laoly Atasi Overkapasitas Lapas

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni saat menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Ditjen Imigrasi Kemenkumham, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin 13 Juli 2020. ANTARA

    Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni saat menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Ditjen Imigrasi Kemenkumham, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin 13 Juli 2020. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni meminta Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) segera merancang kebijakan yang efektif dan tegas untuk menunjang program prioritas seperti mengatasi masalah overkapasitas dan peredaran narkoba di Lapas.

    "Masalah overkapasitas dan peredaran narkoba di Lapas sudah menjadi masalah yang kerap dikeluhkan dan harus segera ditemukan penyelesaiannya," kata Sahroni mengutip Antara, Kamis, 18 Maret 2021.

    Sahroni menanggapi pernyataan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly dalam Rapat Kerja Komisi III DPR pada Rabu, 17 Maret 2021 yang menyebutkan salah satu rencana prioritas kerja tahun 2021 di lembaganya adalah menyelesaikan permasalahan Lapas yang overkapasitas.

    Selain itu, Yasonna juga menyebutkan lembaganya pada 2021 akan menyelesaikan persoalan peredaran narkoba di dalam Lapas yang menjadi perhatian.

    Sahroni menilai masalah kelebihan kapasitas dan peredaran narkoba di Lapas sudah menjadi masalah lama di Kemenkumham. "Karena itu Pak Yasonna perlu menyusun kebijakan yang memang betul-betul efektif dan efisien demi mengatasi masalah ini hingga ke akar-akarnya," ujarnya.

    Dia mencontohkan ihwal penjara overkapasitas, database pemasyarakatan menyebutkan bahwa ada satu lapas di Sulawesi Tengah yang mengalami overkapasitas hingga 198 persen. Hal itu, menurut Sahroni, tentu sangat tidak ideal, terutama seiring dengan kondisi pandemi Covid-19.

    "Bayangkan saja itu baru satu data lapas, belum lapas-lapas lain yang juga dalam kondisi serupa. Apalagi Indonesia lagi pandemi, masyarakat justru diminta untuk menjaga jarak," tuturnya. Oleh sebab itu, dia meminta Kemenkumham perlu segera merancang sebuah kebijakan baru yang dapat menyelesaikan persoalan tersebut.

    Politisi Partai NasDem itu juga menyoroti ihwal peredaran gelap narkoba yang dikendalikan dari dalam lapas. Menurut dia, kasus-kasus seperti itu tidak hanya mencoreng nama baik Kemenkumham namun juga sangat membahayakan masa depan generasi muda. 

    "Adanya peredaran maupun bandar narkoba di dalam lapas memang sudah menjadi masalah sejak dulu dan sangat disayangkan," ujarnya. Sahroni mendukung kedua program prioritas Menkumham Yasonna Laoly di sektor Lapas untuk segera diselesaikan.

    Baca juga: Kelakar Menteri Yasonna Didoakan Demokrat Kubu AHY dan Moeldoko


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.