Pakar Hukum Sebut Polarisasi Tak Tepat Jadi Alasan Dukung Presiden 3 Periode

Para peneliti dari Perludem Fadli Ramadhanil, Pusako Univ. Andalas Feri Amsari, ICW Donal Fariz, Lingkar Madani Ray Rangkuti, Pukat UGM Oce Madril, ICW Almas Sjafrina, mengikuti diskusi politik dinasti, korupsi dan Pilkada serentak, di Kantor ICW, Jakarta, 13 Januari 2017. Dalam diskusi ini para peneliti menyatakan masyarakat sebagai pemilih punya peran besar untuk memutus dinasti politik. TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO.CO, Jakarta - Pakar hukum tata negara dari Universitas Andalas, Feri Amsari menilai tidaklah tepat menjadikan polarisasi masyarakat sebagai alasan mendukung perpanjangan masa jabatan presiden 3 periode. Alasan ini sebelumnya dikemukakan oleh Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari agar Joko Widodo dan Prabowo Subianto dapat berpasangan di Pilpres 2024 demi mengatasi polarisasi masyarakat yang terbelah sejak 2014.

"Alasan memperpanjang masa jabatan presiden dengan alasan polarisasi bangsa, itu tidak benar," kata Feri kepada Tempo, Rabu, 17 Maret 2021.

Feri menilai calon-calon presiden dalam beberapa pemilihan terakhir bukanlah figur yang terlalu kredibel untuk mempersatukan bangsa. Menurut dia, malah merekalah yang kemudian membangun polarisasi tersebut.

Feri mengatakan polarisasi SARA yang terjadi belakangan menunjukkan bahwa calon-calon presiden tak memiliki gagasan untuk membangun bangsa. Sehingga, mereka cenderung memakai isu SARA demi membangun sentimen publik agar mendapatkan dukungan.

Direktur Eksekutif Pusat Studi dan Konstitusi Universitas Andalas ini pun menganggap justru kontradiktif jika ada pihak yang menjadikan polarisasi masyarakat sebagai alasan mendukung perpanjangan masa jabatan presiden. "Kenapa figur-figur yang menciptakan polarisasi itu maju kembali? Harusnya mereka tidak diperpanjang, mereka dibatasi," ujar Feri.

Feri mengatakan polarisasi isu SARA yang selama ini terjadi terbukti tak baik untuk masyarakat. Ia pun berpandangan bangsa ini sebaiknya melangkah maju dengan tak membuka ruang pada penambahan masa jabatan presiden menjadi tiga periode.

"Baiknya bangsa ini melangkah maju dengan membuka ruang kepada calon presiden baru yang menjauhkan dari semangat polarisasi soal isu-isu yang SARA," kata Feri.

Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari sebelumnya menyatakan mendukung amandemen Undang-Undang Dasar 1945 untuk membuat perpanjangan masa jabatan presiden menjadi tiga periode. Ia mengaku membayangkan Presiden Joko Widodo dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, yang menjadi lawan dalam dua kali pilpres terakhir, dapat berpasangan sebagai calon presiden dan calon wakil presiden.

Qodari mengatakan Jokowi dan Prabowo adalah simbol dari dua kubu yang terpecah sejak 2014 silam. Jika keduanya bersatu dengan Jokowi presiden 3 periode, Qodari meyakini tensi di masyarakat akan jauh lebih rendah sebab Jokowi-Prabowo kemungkinan hanya akan berhadapan dengan kotak kosong. "Sebetulnya saya membayangkan dan mengantisipasi bahwa pemilu 2024 itu nanti capresnya berpasangan Jokowi dengan Prabowo," kata Qodari dalam video yang diterima Tempo, Selasa, 16 Maret 2021.

BUDIARTI UTAMI PUTRI | EGI ADYATAMA

Baca: Pengamat Politik Qodari Jelaskan Alasan Mendukung Wacana Jokowi 3 Periode






Temui Presiden FIFA, Erick Thohir Sampaikan Surat Jokowi tentang Tragedi Kanjuruhan

6 jam lalu

Temui Presiden FIFA, Erick Thohir Sampaikan Surat Jokowi tentang Tragedi Kanjuruhan

Erick Thohir bertemu dengan Presiden FIFA Gianni Infantino di Qatar, pada Rabu, 5 Oktober 2022. Membahas soal tragedi Kanjuruhan?


Besuk Korban Tragedi Kanjuruhan, Jokowi Tanyakan Kronologi Kejadian

7 jam lalu

Besuk Korban Tragedi Kanjuruhan, Jokowi Tanyakan Kronologi Kejadian

Jokowi membesuk para korban selamat dalam tragedi Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Saiful Anwar,


Jokowi Buka Kongres Kelima Peradilan Konstitusi Dunia di Bali

9 jam lalu

Jokowi Buka Kongres Kelima Peradilan Konstitusi Dunia di Bali

Jokowi berharap Kongres Kelima Peradilan Konstitusi Dunia dapat menjadi forum untuk bertukar pikiran dan bertukar pengalaman.


Kata Sandiaga soal Isu Jadi Cawapres untuk Anies atau Prabowo

11 jam lalu

Kata Sandiaga soal Isu Jadi Cawapres untuk Anies atau Prabowo

Sandiaga menyatakan menyerahkan seluruh keputusan pemilihan cawapres itu kepada partai politik.


Presiden Jokowi: Usut Tuntas Tragedi Kanjuruhan

11 jam lalu

Presiden Jokowi: Usut Tuntas Tragedi Kanjuruhan

Jokowi juga meminta Kementerian Pekerjaan Umum mengaudit total seluruh stadion yang digunakan kompetisi Liga 1, Liga 2 dan Liga 3.


Sidak Stadion Kanjuruhan, Jokowi: Problemnya pada Pintu yang Terkunci

12 jam lalu

Sidak Stadion Kanjuruhan, Jokowi: Problemnya pada Pintu yang Terkunci

Jokowi memerintahkan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono untuk mengaudit Stadion Kanjuruhan dan stadion lainnya.


Jokowi Akan Audit Stadion untuk Liga Indonesia, Libatkan FIFA

13 jam lalu

Jokowi Akan Audit Stadion untuk Liga Indonesia, Libatkan FIFA

Presiden Jokowi meminta Kementerian PUPR untuk mengaudit seluruh stadion yang dipakai Liga Indonesia imbas tragedi Kanjuruhan.


Jokowi: FIFA Siap Bantu Perbaiki Tata Kelola Sepak Bola Indonesia

13 jam lalu

Jokowi: FIFA Siap Bantu Perbaiki Tata Kelola Sepak Bola Indonesia

Jokowi terbang langsung ke Malang setelah memimpin upacara peringatan HUT TNI ke077 di Istana Merdeka, Jakarta, pagi tadi.


Jokowi Jenguk Korban Tragedi Kanjuruhan: Saya Ingin Tahu Akar Masalah

13 jam lalu

Jokowi Jenguk Korban Tragedi Kanjuruhan: Saya Ingin Tahu Akar Masalah

Jokowi juga menyampaikan kepada para korban bahwa seluruh biaya pengobatan ditanggung oleh pemerintah pusat dan daerah.


Erick Thohir dan Presiden IOC Bahas Kontribusi Olahraga di Tengah Ancaman Resesi Global

14 jam lalu

Erick Thohir dan Presiden IOC Bahas Kontribusi Olahraga di Tengah Ancaman Resesi Global

Erick Thohir menyatakan olahraga internasional harus turut berperan mengatasi persoalan dunia yang kian kompleks.