Selain Kambing dan Palawija, Risma Akan Buka Akses Internet Bagi Suku Anak Dalam

Reporter:
Editor:

Iqbal Muhtarom

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Sosial Tri Rismaharini saat meninjau perekaman data NIK dan e-KTP bagi warga KAT Suku Anak Dalam (SAD) di balai Desa Simpang Jelutih, Batanghari, Jambi (10/3)

    Menteri Sosial Tri Rismaharini saat meninjau perekaman data NIK dan e-KTP bagi warga KAT Suku Anak Dalam (SAD) di balai Desa Simpang Jelutih, Batanghari, Jambi (10/3)

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Sosial Tri Rismaharini atau Risma berencana memberikan akses internet gratis kepada suku-suku pedalaman khususnya yang berada di kawasan terluar, terpencil dan tertinggal atau pemerintah menyingkatnya sebagai 3T.

    Risma yakin dengan adanya koneksi internet bagi suku-suku pedalam di kawasan 3T tersebut akan membuka peluang kemajuan dan kesejahtraan masyarakat.

    Hal tersebut disampaikan Risma saat melakukan kunjungan ke shelter Suku Anak Dalam berada di Desa Jelutih Bathin, Batang hari, Jambi. Disana Risma melihat kondisi shelter sudah mulai digunakan untuk berbagai kegiatan seperti pertemuan suku hingga kegiatan belajar mengajar.

    “Kami akan memberikan fasilitas internet gratis di lokasi ini, nantinya akan ada pembangunan infrastruktur pendukung. Ini untuk melindungi kegiatan belajar mengajar warga suku anak dalam” ungkap Risma seperti dikutip Tempo dari laman resmi Kementerian Sosial 17 Maret 2021.

    Untuk merealisasikan rencana tersebut, Risma telah menggandeng Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri Komunikasi dan Informatika Jhonny G. Plate. Ketiganya, telah  bertemu beberapa waktu lalu.

    Dalam pertemuan tersebut Risma meminta kemungkinan akses internet di kawasan 3T, khusnya dalam pembangunan akses jalan dan jaringan internet.

    “Pak Menteri Kominfo sudah menyanggupi untuk membantu menyediakan sambungan internet untuk daerah-daerah terpencil yang nanti akan kami tentukan bersama. Jadi nanti di kawasan Suku Anak Dalam (SAD) di Jambi akan dibuka sambungan internet. Selanjutnya juga akan dibuka di NTT dan di Papua. Demikian juga dengan akses transportasi sudah mendapat dukungan dari Pak Menteri Perhubungan,” ujar Risma.

    Risma mengatakan pemerintah akan mencari jalan keluar baik dalam jangka pendek maupun jangka penjang untuk mengurangi beban masyarakat miskin atau rentan miskin yang terdampak pendemi Covid-19, terutama bagi mereka yang tinggal di kawasan terluar, terpencil dan tertinggal seperti Suku Anak Dalam.

    Rencananya, Risma akan menyalurkan bantuan kambing dan aneka bibit palawija seperti ketela pohon, ubi jalar, dan pisang, saat berkunjung ke warga SDA di jambi. “Bantuan Kambing kami berikan sepasang untuk satu keluarga” ujar Risma.

    Dengan bantuan tersebut Risma berharap agar warga di kawasan 3T bisa mendapat alternatif mata pencaharian ditengah pendemi saat ini. Dan untuk memastikan bantuan sosial tersalurkan secara merata dan tepat sasaran, Risma juga telah melakukan perbaikan terhadap Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

    Nantinya, Suku Anak Dalam tidak lagi bergantung pada daya dukung alam yang semakin menurun. Sejumlah bantuna telaj disalurkan. Seperti bantuan disalurkan di lokasi KAT Pematang Kolim, Desa Gurun Tuo, Kecamatan Mandiangin, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi, Oktober 2019. Bekerja sama dengan Program CSR Petrochina International Jabung Ltd, Kemensos juga menyediakan fasilitas air bersih, layanan kesehatan dan sarana belajar dengan nilai bantuan sebesar Rp1.233.981.000.  

    Warga SAD kini juga punya data kependudukan berupa KTP dan KK sehingga mereka bisa terakses bantuan sosial. Pada bulan Juli 2020, Kemensos membantu melakukan pendataan bersama Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.  

    Di masa pandemi, Kemensos melalui Direktorat Jenderal Pemberdayaan telah menyalurkan Bantuan Sosial Tunai (BST) bagi 2.500 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di 32 kelurahan/desa bagi Suku Anak Dalam (SAD) Jambi, medio Juli 2020.  

    Sejak tahun 2015 Kemensos telah meresmikan bantuan  rumah untuk 41 Kepala Keluarga (KK) SAD di Kabupaten Sarolangun dan Merangin, Provinsi Jambi. Terdapat 23 rumah SAD di Desa Pulau Lintang, Kabupaten Sarolangun dan 18 KK SAD.  

    Pada tahun 2015 itu, pemerintah melalui Kemensos mengaktivasi aliran listrik dari energi pembangkit listrik tenaga surya atau solar cell dengan daya 400 volt ampere. Alat yang dipasang di setiap rumah itu pun mampu bertahan hingga 10 tahun. Selain penerangan juga diberikan televisi, parabola, kipas angin, dan baterai lithium serta filter air siap minum. Dan Sebentar lagi Suku Anak Dalam bisa mengakses internet, seperti yang dijanjikan Risma.

    SABAR ALIANSYAH PANJAITAN

    Baca juga: Ini Cara Ganjar Pranowo Redam Kemarahan Risma


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.