Angkat Eks Kader PDIP Jadi Stafsus, Edhy Prabowo: Supaya Tidak Kubu 02 Semua

Ekspresi Edhy Prabowo usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Senin, 22 Februari 2021. Dalam pemeriksaan ini penyidik melakukan perpanjangan penahanan tahap tiga selama 30 hari terhadap Edhy Prabowo terkait kasus dugaan suap izin ekspor benih lobster. TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menjelaskan alasannya menunjuk mantan kader PDIP, Andreau Misanta Pribadi, menjadi staf khusus.

Dia mengatakan salah satu alasannya karena tidak ingin dianggap menguasai Kementerian Kelautan dan Perikanan. Sehingga, menunjuk Andreau yang merupakan mantan tim sukses pasangan Joko Widodo dalam Pilpres 2019.

“Saya sebagai menteri kebetulan dari pasangan nomor urut 2, jangan seolah mengambil porsi kita semuanya yang 02, makanya saya mengusulkan itu,” kata Edhy saat bersaksi dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu, 17 Maret 2021. Duduk sebagai terdakwa dalam sidang ini adalah Direktur PT Dua Putera perkasa, Suharjito.

Awalnya, Edhy menjelaskan bahwa dirinya memiliki 3 staf ahli dan 5 staf khusus. Empat staf khusus lainnya ditunjuk karena mereka telah menjadi bawahan sejak Edhy masih menjabat sebagai anggota DPR. “Mereka membantu saya di semua kegiatan, sehingga saat saya menjadi menteri saya mengusulkan nama-nama itu,” kata dia. Usulan staf khusus menteri diajukan kepada Presiden.

Sementara, kata dia, Andreau mengajukan diri menjadi stafsus. Edhy mengatakan mengenal Andreau sebagai mantan tim sukses pasangan Joko Widodo - Ma'ruf Amin. Sementara Edhy merupakan menteri yang berasal dari Partai Gerindra, pengusung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam Pilpres 2019.

Di luar alasan politik, Edhy mengatakan menunjuk Andreau karena punya karakter yang baik. “Beliau punya karakter yang baik,” kata dia. Andreau merupakan kader PDIP yang sempat maju dalam Pemilihan Legislatif 2019, namun gagal. 

Dalam kasus ini, Andreau juga menjadi Ketua Tim Due Dilligence yang menerbitkan izin ekspor benih lobster kepada perusahaan. Satu staf khusus Edhy lainnya, Safri menjabat sebagai Wakil Ketua tim uji tuntas tersebut. Menurut dakwaan untuk Suharjito, tim due diligence diduga menerima uang terkait penerbitan izin lobster tersebut.

Baca: Edhy Prabowo Mengaku Siap Dihukum Mati 






Kasus Dugaan Suap Lukas Enembe, KPK Panggil 2 Saksi

3 menit lalu

Kasus Dugaan Suap Lukas Enembe, KPK Panggil 2 Saksi

Dua saksi di Kasus Lukas Enembe ialah karyawan swasta Tamara Anggany dan pegawai negeri sipil (PNS) bernama Wiyanti Hakim


Jokowi Minta Lukas Enembe Hormati Panggilan KPK

30 menit lalu

Jokowi Minta Lukas Enembe Hormati Panggilan KPK

Presiden Joko Widodo atau Jokowi ikut merespons singkat kasus gratifikasi yang menjerat Gubernur Papua Lukas Enembe. Kepala negara meminta semua pihak, termasuk Lukas, untuk menghormati proses hukum yang berjalan di Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK.


Jokowi Perintahkan Mahfud Reformasi Hukum Usai Sudrajad Dimyati Jadi Tersangka

40 menit lalu

Jokowi Perintahkan Mahfud Reformasi Hukum Usai Sudrajad Dimyati Jadi Tersangka

Jokowi mengaku telah memberi perintah khusus kepada Menko Polhukan Mahfud Md usai Hakim Agung Sudrajad Dimyati ditetapkan tersangka korupsi


Hakim Agung Terjerat OTT KPK, Pengamat: Ketua MA Jangan Kasih Wejangan Saja

2 jam lalu

Hakim Agung Terjerat OTT KPK, Pengamat: Ketua MA Jangan Kasih Wejangan Saja

Ahli Pidana Azmi Syahputra meminta Mahkamah Agung melakukan reformasi usai Hakim Agung Sudrajad Dimyati terjerat Operasi Tangkap Tangan KPK.


ICW Desak KPK Layangkan Ultimatum Jemput Paksa ke Lukas Enembe

2 jam lalu

ICW Desak KPK Layangkan Ultimatum Jemput Paksa ke Lukas Enembe

ICW mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi memberikan ultimatum penjemputan paksa ke Gubernur Papua Lukas Enembe.


KPK akan Dalami Dugaan TPPU Lukas Enembe di Kasino

2 jam lalu

KPK akan Dalami Dugaan TPPU Lukas Enembe di Kasino

KPK akan mendalami dugaan tindak pidana pencucian uang yang diduga dilakukan oleh Gubernur Papua Lukas Enembe di kasino.


Keinginan Lukas Enembe untuk Berobat ke Singapura, KPK Bakal Mempertimbangkan Setelah Ada Pemeriksaan Medis

3 jam lalu

Keinginan Lukas Enembe untuk Berobat ke Singapura, KPK Bakal Mempertimbangkan Setelah Ada Pemeriksaan Medis

KPK mengharapkan Lukas Enembe dapat memenuhi panggilan untuk menjalani pemeriksaan dalam dugaan gratifikasi


Top Nasional: Tim Penyelesaian Pelanggaran HAM Berat Gelar Rapat Perdana dan Kasus Lukas Enembe

4 jam lalu

Top Nasional: Tim Penyelesaian Pelanggaran HAM Berat Gelar Rapat Perdana dan Kasus Lukas Enembe

Berita yang menarik perhatian pembaca hingga pagi ini di antaranya Tim Penyelesaian Pelanggaran HAM Berat di masa lalu mulai rapat perdana di Surabaya


Peran Junket di Balik Dugaan Pencucian Uang Lukas Enembe Lewat Kasino

4 jam lalu

Peran Junket di Balik Dugaan Pencucian Uang Lukas Enembe Lewat Kasino

PPATK menduga Lukas Enembe tidak bermain judi hanya sebagai hobi namun upaya pencucian uang


Tokoh Agama Papua Minta Lukas Enembe Patuhi Proses Hukum

6 jam lalu

Tokoh Agama Papua Minta Lukas Enembe Patuhi Proses Hukum

Tokoh Agama Papua meminta Gubernur Lukas Enembe mendatangi KPK untuk memenuhi panggilan pemeriksaan hari ini.