Jack Harun, Mantan Anak Buah Dr Azahari, dari Perakit Bom Jadi Peracik Soto

Reporter:
Editor:

Iqbal Muhtarom

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jack Harun saat melayani Ganjar Pranowo yang datang ke warung sotonya Foto Pemprov Jateng

    Jack Harun saat melayani Ganjar Pranowo yang datang ke warung sotonya Foto Pemprov Jateng

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo antusias melihat upaya Jack Harun, mantan napi teroris kembali ke tengah-tengah masyarakat.  Ganjar berjumpa dengan Jack Harun saat menyempatkan singgah ke warung soto milik Jack, kala bersepeda di wilayah Tawangmangu pada Minggu, 14 Maret 2021.

    Jack Harun yang punya nama asli Joko Trihermanto pernah menjalani hukuman selama enam tahun karena terlibat kasus terorisme Bom Bali 1 yang mencuatkan nama Dr Azahari dan Noordin M Top sebagai dalang di balik kasus.

    Jack Harun yang mengaku lulusan S1 Fakultas Pendidikan Universitas 11 Maret Solo UNS itu bercerita dirinya terlibat dalam jaringan teroris sejak 1999. Wilayah operasinya dimulai dari Poso dan Ambon.

    Kemudian pada 2002 ia bertindak sebagai timer dan peramu bom Bali 1. Jack Harun-lah yang memutuskan kapan waktunya bom diledakan. Untuk membiayai aksi teroris mereka, ia juga pernah terlihat perampokan bersama Nordin M Top di sebuah perusahaan di Malang.

    Pada 2008, Jack Harun keluar dari jeruji tahanan, ia lalu bekerja di sebuah restoran dan kemudian sempat membuka usaha angkringan. Selanjutnya, ia mantap membuka warung soto sejak lima tahun lalu.     

    Jack yang dalam kasus Bom Bali 1 dimasukkan sebagai kelompok Solo, membuka warung soto di  Karanganyar Jawa Tengah. Tepatnya di Tangkil Baru, Manang Grogol.     

    Hidup Joko Trihermanto berubah, dari ahli peracik bom menjadi peracik soto. “Dulu saya memang ahli meracik bom hasil belajar dari Dokter Azahari, eh ternyata keahliaan saya meracik itu bisa saya pakai juga untuk meracik soto” ungkap jack kepada Ganjar seperti dikutip Tempo dari laman resmi Pemprov Jateng, Rabu 17 Maret 2021.

    Membuka warung soto, adalah cara Jack untuk bisa kembali berbaur dengan masyarakat setelah ia dikeluarkan dari penjara. Jack juga menambahkan bahwa sekali dalam sebulan tepatnya pada Jumat pertama, Jack akan menggratiskan seluruh dagangannya untuk masyaraat.

    “Namanya Jumat Barokah, semua pengunjung bisa makan gratis makan di sini,” kata Jack sehari-hari menggunakan kopiah, kaos dan celana cingkrang itu.

    Ia berharap, dengan begitu setidaknya orang-orang ngangeni dirinya, katanya sembari tertawa. Tentu saja itu adalah amal jariyah yang punya pahala besar. 

    Tak hanya itu, di warung yang memiliki 10 meja dan 20 kursi itu Jack juga sempat mempekerjakan para mantan napi terorisme. Jack mengajak sejumlah eks narapidana terorisme untuk membantunya berjualan.

    Jack juga mempekerjakan seorang remaja dari non muslim. “Tapi dia sedang libur, karena ibadah di gereja” ujar pria 45 tahun ini.

    Menanggapi cerita bapak  6 anak tersebut Ganjar mengatakan pemerintah akan memberi dukungan lewat program-program bagi eks narapidana terorisme agar dapat diterima dengan baik oleh masyarakat.

    "Ini adalah cara reintegrasi sosial yang menarik. Selain berwirausaha bikin warung soto yang menurut saya ueenakk ini. Mas Jack juga sering memberikan edukasi terhadap anak-anak muda tentang bahaya terorisme dan radikalisme," kata Ganjar dalam video yang ia unggah dalam akun twitter 15 Maret 2021.

    “Kalau mereka bekerja sesuai dnegan passionnya itu enak karena pemerintah tinggal memberikan kebutuhannya apa saja. Tapi kalau mereka belum punya keterampilan, maka kami perlu memberikan pelatihan dulu,” ujar Ganjar Pranowo usai menyantap semangkuk soto racikan Jack Harun.

    SABAR ALIANSYAH PANJAITAN

    Baca juga: Di Depan Luhut, Ganjar Pranowo Ajukan Lamaran Jadi Mandor Proyek Borobudur


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarik Ulur Vaksin Nusantara Antara DPR dan BPOM

    Pada Rabu, 14 April 2020, sejumlah anggota DPR disuntik Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto