BPBD Ogan Komering Ulu Minta Warga Waspadai Banjir Bandang

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto udara kondisi Sungai Hantakan pascabanjir bandang di Desa Alat, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, Rabu, 20 Januari 2021. ANTARA/Muhammad Nova

    Foto udara kondisi Sungai Hantakan pascabanjir bandang di Desa Alat, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, Rabu, 20 Januari 2021. ANTARA/Muhammad Nova

    TEMPO.CO, Jakarta - Bencana banjir bandang mengancam keselamatan warga di Kecamatan Ulu Ogan, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan. Sebab daerah tersebut berada di dataran rendah dan dekat dengan Daerah Aliran Sungai (DAS) sehingga rawan terjadi bencana alam saat musim hujan.

    "Seperti pada Senin (15/03) petang, banjir bandang nyaris terjadi di wilayah kecamatan tersebut," kata Kordinator Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Ogan Komering Ulu (OKU), Gunalfi mengutip Antara, Selasa, 16 Maret 2021.

    Beruntung, kata dia, banjir yang disebabkan luapan Sungai Ogan serta intensitas curah hujan tinggi yang terjadi kemarin petang sekitar pukul 15.00 WIB itu hanya merendam beberapa rumah penduduk. "Ada tujuh rumah warga di Desa Gunung Tiga dan Kelumpang, Kecamatan Ulu Ogan terendam banjir dengan ketinggian air 30-40 centimeter," tutur Gunalfi.

    Banjir juga merendam jalan poros dengan ketinggian air di bawah lutut orang dewasa hingga nyaris mengganggu akses perlintasan masyarakat di wilayah itu.

    Berdasarkan data BPBD OKU, banjir bandang pernah datang secara tiba-tiba menerjang puluhan rumah penduduk di Kecamatan Ulu Ogan yang terjadi pada 2019.

    Kendati tidak ada korban jiwa namun banjir bandang akibat luapan Sungai Kepayang tersebut merusak beberapa infrastruktur seperti sarana air bersih. Lalu tempat ibadah dan barang elektronik milik penduduk di wilayah itu hanyut terbawa arus banjir.

    Oleh sebab itu, untuk mengantisipasi bencana serupa, BPBD mengimbau masyarakat, khususnya yang bermukim di sekitar daerah aliran sungai agar meningkatkan kewaspadaan menghadapi banjir bandang. Sebab bencana dapat terjadi kapan saja dan agar bisa mencegah tidak menimbulkan korban jiwa.

    BPBD sudah mengeluarkan surat peringatan dini dan melakukan kordinasi dengan pihak terkait sebagai upaya penanggulangan bencana alam atau banjir bandang. "BPBD OKU juga terus memantau perkembangan satelit BMKG dan membentuk posko darurat bencana termasuk personel serta peralatan juga sudah disiapkan," ujarnya.

    Baca juga: Kepala BNPB: RI Masuk dalam 35 Negara dengan Risiko Bencana Tertinggi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarik Ulur Vaksin Nusantara Antara DPR dan BPOM

    Pada Rabu, 14 April 2020, sejumlah anggota DPR disuntik Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto