Pupuk Subsidi di Solok Aman, Stok Capai Dua Kali Lipat

Pupuk Subsidi di Solok Aman, Stok Capai Dua Kali Lipat | Foto: dok. Kementan

JAKARTA - Ketersediaan pupuk bersubsidi di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, dipastikan aman. Terlebih stok pupuk bersubsidi yang disediakan telah mencapai dua kali lipat. Kementerian Pertanian berharap pendistribusian pupuk bisa dikawal dengan baik.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, pengawalan pupuk distribusi sangat penting.

"Jumlah pupuk bersubsidi terbatas. Oleh karena itu, distribusinya harus dikawal dengan ketat. Kita ingin program ini bisa tepat sasaran," katanya, Senin (15/3/2021).  

Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian, Sarwo Edhy, mengatakan jika prinsip yang digunakan dalam pendistribusian pupuk bersubsidi adalah 6T atau 6 Tepat.

"Dalam penyaluran pupuk bersubsidi, prinsip yang dijalankan adalah 6 Tepat, yaitu Tepat Jenis, Tepat Jumlah, Tepat Mutu, Tepat Waktu, Tepat Harga, serta Tepat Tempat," katanya.   

Tidak itu saja, kriteria petani penerima pupuk bersubsidi telah ditetapkan dalam Permentan No 49 Tahun 2020.

"Kriteria yang ditetapkan adalah petani harus memiliki KTP, memiliki lahan maksimal 2 hektar, tergabung dalam kelompok tani, dan telah menyusun eRDKK," katanya.

Kepala Komunikasi Korporat PT Pupuk Indonesia (Persero) Wijaya Laksana, memastikan stok pupuk bersubsidi yang ada di Kabupaten Solok Sumatera Barat tersedia dengan jumlah persediaan melebihi ketentuan minimum, atau dua kali lipat seiring isu sedikitnya pupuk bersubsidi di wilayah tersebut.   

menurutnya, stok pupuk bersubsidi di Kabupaten Solok per tanggal 11 Maret 2021, adalah sebesar 2.615 ton. Jumlah ini 186 persen lebih banyak atau hampir dua kali lipat dari stok minimum ketentuan pemerintah yaitu 1.404 ton.

“Rinciannya adalah, pupuk Urea 1.383 ton, NPK Phonska 617 ton, SP-36 241 ton, ZA 83 ton, dan Petroganik 291 ton,” jelasnya.






Jelang KTT G20, Kementan Perkuat Pengendalian Rabies di Bali

15 jam lalu

Jelang KTT G20, Kementan Perkuat Pengendalian Rabies di Bali

Menjelang pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20, Kementerian Pertanian (Kementan) perkuat pengendalian Rabies di Provinsi Bali


Hari Rabies Sedunia, Kementan Gelar Vaksinasi Hewan Gratis di Bali

15 jam lalu

Hari Rabies Sedunia, Kementan Gelar Vaksinasi Hewan Gratis di Bali

Kementerian Pertanian (Kementan) perkuat pengendalian Rabies di Provinsi Bali dengan melakukan gerakan vaksinasi hewan secara massal


Kementan Ajak Delegasi AMM G20 Lihat Pertanian Jatiluwih

1 hari lalu

Kementan Ajak Delegasi AMM G20 Lihat Pertanian Jatiluwih

Delegasi Agriculture Ministers Meeting (AMM) G20 melakukan field trip ke sawah terasering Subak Jatiluwih yang merupakan World Heritage di Desa Jatiluwih


Kementan Dukung Pengembangan Anggur Nasional

2 hari lalu

Kementan Dukung Pengembangan Anggur Nasional

Kementerian Pertanian (Kementan) mendukung pengembangan benih anggur bermutu dari varietas unggul yang dikembangkan oleh masyarakat penggiat anggur.


Kementan Apresiasi Teknologi dan Inovasi P4S

3 hari lalu

Kementan Apresiasi Teknologi dan Inovasi P4S

Berbagai kegiatan digelar dalam Forum Nasional P4S, di Bali. Termasuk juga lomba stan terbaik Gelar Teknologi P4S.


1.477 ton Impor Hortikultura Tertahan, Ombudsman Beri Kementan Waktu 5 Hari Lakukan Tindakan Korektif

3 hari lalu

1.477 ton Impor Hortikultura Tertahan, Ombudsman Beri Kementan Waktu 5 Hari Lakukan Tindakan Korektif

Ombudsman akan menerjunkan tim untuk sidak.


Produk Impor Berizin Ditahan Badan Karantina, Ombudsman: Kerugian Rp 3,2 Miliar

4 hari lalu

Produk Impor Berizin Ditahan Badan Karantina, Ombudsman: Kerugian Rp 3,2 Miliar

Ombudsman RI mencatat kerugian yang dialami importir produk hortikultura akibat Badan Karantina yang menahan produk impor sejak 4 September 2022.


Kementan Perkenalkan Aplikasi Lumbungin, Sektor Pertanian Makin Digital

5 hari lalu

Kementan Perkenalkan Aplikasi Lumbungin, Sektor Pertanian Makin Digital

Dunia digital ini dekat dengan milenial. Oleh karena itu, kita mengajak para milenial untuk terjun ke sektor pertanian. (Mentan Syahrul Yasin Limpo)


Lewat P4S, Kementan Maksimalkan Pertanian Desa dengan Smart Farming

5 hari lalu

Lewat P4S, Kementan Maksimalkan Pertanian Desa dengan Smart Farming

Pembangunan pertanian yang terbaik harus dilakukan dari lapangan, dari desa.


Kementan Bangun Embung, Lahan Pertanian di 3 Desa Teraliri Air

5 hari lalu

Kementan Bangun Embung, Lahan Pertanian di 3 Desa Teraliri Air

"Embung memastikan air akan selalu tersedia. Bahkan saat musim kering. Makanya harus sama-sama dijaga sehingga hasil pertanian bisa maksimal."