Warga Kepulauan Aru Kuburkan Paus Terdampar

Reporter

Warga Kepulauan Aru, Provinsi Maluku saat melakukan ritual adat untuk menguburkan mamalia terdampar dari jenis Paus Sperma (Physester macrocephalus).

JAKARTA  – Warga Kepulauan Aru, Provinsi Maluku pada 7 Maret lalu melakukan ritual adat untuk menguburkan mamalia terdampar dari jenis Paus Sperma (Physester macrocephalus) yang terdampar di Desa Hokmar, Kecamatan Aru tengah Utara, Kabupaten Kepulauan Aru pada 5 Maret lalu. Ritual dipimpin oleh seorang tetua adat yang membacakan doa lalu semua terdiam mendengarkan doa yang dipanjatkan kepada leluhur.

Kepulauan Aru merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang dikenal sebagai habitat mamalia laut. Di wilayah ini terdapat kearifan lokal atau adat istiadat saat terjadi mamalia laut terdampar.

Masyarakat yang dipimpin oleh tetua adat akan melakukan ritual adat terlebih dahulu sebelum menguburkan mamalia laut yang mati terdampar karena warga percaya bahwa leluhur mereka berasal dari paus. Jom Bi’jarum merupakan bahasa lokal yang biasa digunakan untuk istilah kepercayaan bahwa leluhur berasal dari paus.

“Mamalia laut dengan jenis Paus Sperma (Physester macrocephalus) mati terdampar di pantai. Sebelumnya warga secara gotong royong telah berusaha menyelamatkan paus tersebut untuk kembali ke laut namun paus terus kembali ke pantai,” ujar Kepala Balai Kawasan Konservasi Nasional (BKKPN) Kupang Imam Fauzi.

Imam menjelaskan Paus yang terdampar berjumlah satu ekor dengan panjang tubuh kurang lebih 4 meter dan berjenis kelamin betina. Untuk melindungi bangkai paus agar tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab,  warga dengan persetujuan tetua adat melakukan ritual adat penguburan paus.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang menyampaikan apresiasinya kepada masyarakat.“Saya mewakili KKP  sangat mengapresiasi kesadaran masyarakat Kepulauan Aru dalam menyelamatkan paus yang terdampar tersebut. Masyarakat langsung tergerak untuk menyelamatkan biota laut yang malang ini tanpa mengharapkan imbalan apapun,” kata Imam.

Imam juga menjelaskan bahwa peran masyarakat pesisir melalui pelaksanaan kearifan lokal ini sangat mendukung upaya pemerintah dalam melindungi mamalia laut. Pihaknya berharap agar kearifan lokal masyarakat Kab. Kepulauan Aru ini dapat dilestarikan dan dijaga serta dapat menjadi  salah satu daya tarik wisata setempat.

“Pemerintah terus mendorong upaya pelestarian kearifan lokal yang sejalan dengan upaya perlindungan mamalia laut karena secara tidak langsung telah meningkatkan kesadaran masyarakat dalam melindungi biota laut yang terancam punah ini” ujar Imam.

Dalam perlindungan biota laut, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono berkomitmen selalu memastikan kelestarian biota laut dan keberlanjutan populasinya untuk kesejahteraan bangsa dan generasi yang akan datang. Pasalnya, mamalia laut merupakan biota laut yang terancam punah dan statusnya telah dilindungi penuh secara nasional dan internasional.

 






KKP Susun RAN Konservasi Ikan Capungan Banggai

10 hari lalu

KKP Susun RAN Konservasi Ikan Capungan Banggai

KKP telah menetapkan Ikan capungan Banggai sebagai jenis ikan yang dilindungi terbatas.


Bulan Cinta Laut di Minahasa Utara Kumpulkan 1 Ton Sampah

11 hari lalu

Bulan Cinta Laut di Minahasa Utara Kumpulkan 1 Ton Sampah

Aksi Bulan Cinta Laut adalah gerakan bersama untuk menumbuhkan kesadaran seluruh nelayan untuk melawan sampah di laut.


KKP dan Pemda Papua Barat Tangani Bangkai Paus Ballen

26 hari lalu

KKP dan Pemda Papua Barat Tangani Bangkai Paus Ballen

Paus mati dengan kode 4 atau mengalami pembusukan lanjutan. Penguburan dilaksanakan menggunakan eskavator.


KKP Tegaskan Komitmen Kelola Kawasan Konservasi Nasional di Papua Barat

46 hari lalu

KKP Tegaskan Komitmen Kelola Kawasan Konservasi Nasional di Papua Barat

KKP sedang menyusun dokumen Rencana Pengelolaan dan Zonasi SAP Waigeo Sebelah Barat. Laguna Wayag merupakan lokasi pembesaran pari manta karang.


KKP Sayangkan Aksi Ambil Daging Paus Biru di Alor

48 hari lalu

KKP Sayangkan Aksi Ambil Daging Paus Biru di Alor

Masyarakat menarik bangkai paus ke pantai dan langsung memotong dagingnya. Sebenarnya penanganan bangkai mamalia laut terdampat telah diatur Kepmen KP 79/2018.


Sepuluh Tahun Dilindungi, Ikan Terubuk Sudah Dikelola Optimum

50 hari lalu

Sepuluh Tahun Dilindungi, Ikan Terubuk Sudah Dikelola Optimum

Setelah masuk level "Dikelola Optimum" akan ditingkatkan ke level "Dikelola Berkelanjutan" agar mendatangkan manfaat ekologi dan ekonomi.


KKP Tenggelamkan Bangkai Paus Sperma Sepanjang 9 Meter di Bulukumba

54 hari lalu

KKP Tenggelamkan Bangkai Paus Sperma Sepanjang 9 Meter di Bulukumba

Paus Sperma ditemukan dengan luka berat sehingga tidak tertolong. Opsi awal ingin dikubur namun sumber daya terbatas sehingga memilih opsi penengelaman.


KKP Perkirakan Realisasi Investasi Semester I 2022 Tembus Rp 4,04 T

28 Juli 2022

KKP Perkirakan Realisasi Investasi Semester I 2022 Tembus Rp 4,04 T

KKP memperkirakan realisasi investasi semester 1-2022 diperkirakan mencapai Rp4,04 triliun atau meningkat 36,29 persen


Upaya KKP Melanjutkan Sertifikasi Pulau Kecil

25 Juli 2022

Upaya KKP Melanjutkan Sertifikasi Pulau Kecil

Sertifikasi pulau kecil diawali dengan survei lokasi serta koordinasi instansi terkait, termasuk masyarkat yang ada di pulau tersebut.


KKP Sampaikan Capaian Kinerja Semester I 2022

20 Juli 2022

KKP Sampaikan Capaian Kinerja Semester I 2022

KKP berhasil mengoptimalkan peran ruang laut sesuai prinsip ekonomi biru.