Bangga Produk Lokal, Gubernur Babel Pesan Sepeda Lipat Billiton

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman, berfoto dengansepeda lipat Billiton hasil karya Putra Belitung.

    Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman, berfoto dengansepeda lipat Billiton hasil karya Putra Belitung.

    TANJUNG PANDAN - Prestasi produk lokal Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) tak kalah bergengsi dengan brand sepeda terkenal skala nasional maupun internasional. Sepeda Lipat Billiton hasil karya Putra Belitung mendapat atensi khusus Gubernur Babel, Erzaldi Rosman.

    "Saya bangga karena assembling (perakitan) sepeda Billiton ini sangat bagus sekali. Tidak hanya menjadi suatu kebanggaan, sepeda ini juga akan dijadikan oleh-oleh khas Belitung," ujar Bang ER, sapaan akrabnya di Sheraton Hotel Sabtu 13 Maret 2021.

    Kekagumannya setelah melihat langsung sepeda lipat lokal hasil karya anak bangsa tersebut, Gubernur Erzaldi bersama Kapolda Anang dan Danrem M.Jangkung langsung memesan sepeda lipat dengan grafir bertuliskan nama masing-masing.

    Gubernur mengajak mengajak masyarakat Babel untuk berbelanja produk lokal. Cara ini menjadi salah satu strategi konkret pemulihan ekonomi Babel akibat wabah Covid-19. Saat ini Pemprov Babel terus melakukan penguatan pondasi agar sektor ekonomi kreatif dan UMKM di kawasan ekonomi khusus ini dapat kembali pulih.

    Tren bersepeda di kota besar, seperti di pulau Jawa dan daerah lain di Indonesia belakangan ini sangat eksis. Hal ini memberikan peluang pada usaha ini berkembang lebih maju."Selain itu, dengan bersepeda sebagai pemenuh kebutuhan olahraga fisik dalam menjaga imunitas selama masa pandemi," ujarnya.

    Di kesempatan yang sama, Bupati Belitung, Sahani Saleh memuji karya inovatif lokal sehingga Belitung tidak dikenal dengan pantai, lada dan timahnya tetapi juga sepeda lipatnya. "Ini akan menjadi alternatif buah tangan spesial melengkapi oleh-oleh khas Belitung yang pada umumnya adalah makanan hasil olahan tangkapan lautnya," katanya 

    Bagaimana tercetusnya ide "Billiton" untuk dijadikan brand sepeda lipat ini? Pengelola Belitong Maritime Ecotourism, Daniel Alexander mengatakan tercetus pemilihan nama brand "Billiton" dikarenakan sejarah daerah tersebut sejak dulu menjadi tempat yang strategis di Indonesia. Selain itu, dua perusahaan tambang terbesar di dunia ada di Pulau Belitung. 

    Thomas Stamford Raffles pernah menulis dalam suratnya berdasarkan suatu perjanjian di zaman kolonialisme antara Inggris dan Belanda, Billiton jatuh ke tangan Belanda. Sehingga Raffles menjadikan Singapura sebagai pengganti Billiton menjadi pusat perdagangan yang baru. Secara history, Billiton memang sangat istimewa. "Kita berusaha menangkap pola ini kemudian melahirkan ide produksi sepeda Billiton dari pulau Belitung," ujar Daniel Alexander.

    Sepeda ini terbuat dari bahan alumunium dengan berat dibawa hanya 10 kg, harganya terjangkau, dan  desain kekinian. Warna alami aluminium didesain tanpa pilihan warna lain untuk menjaga keaslian, yaitu warna alumunium (silver). "Prototype ini dibuat di Cibinong sebanyak 51 sepeda untuk produksi pertama, kedepan produksi akan dilakukan di Belitung," kata Daniel. 

    Semangat atas ide produk ini diharapkan dapat menjadi langkah awal menjadikan produk sepeda lipat Billiton dapat bersaing diskala internasional nantinya. Produk lokal juga memiliki inovasi-inovasi baru dari wawasan yang dipelajari dari brand ternama lainnya. 

    Bahkan produksi sepeda Billiton dengan spesifikasi yang sama lebih berkualitas dan terjangkau dari pada brand ternama. Harga sepeda brand ternama mencapai ratusan juta rupiah. "Ide dan gagasan ini merupakan karya anak negeri, putra daerah Bangka Belitung khususnya Belitong,"ujar  Daniel. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.