KPK Telusuri Proses Lelang Proyek Jalan di Kasus Nurdin Abdullah

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tersangka Gubernur Sulawesi Selatan (nonaktif), Nurdin Abdullah, seusai menjalani pemeriksaan, di gedung KPK, Jakarta, Senin, 8 Maret 2021. Nurdin diperiksa dalam tindak pidana korupsi kasus suap dan gratifikasi terkait pengadaan barang dan jasa, perizinan dan pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2020-2021. TEMPO/Imam Sukamto

    Tersangka Gubernur Sulawesi Selatan (nonaktif), Nurdin Abdullah, seusai menjalani pemeriksaan, di gedung KPK, Jakarta, Senin, 8 Maret 2021. Nurdin diperiksa dalam tindak pidana korupsi kasus suap dan gratifikasi terkait pengadaan barang dan jasa, perizinan dan pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2020-2021. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah menelusuri proses awal lelang pekerjaan proyek jalan ruas Palampang-Munte-Botolempangan. Di mana, dalam proyek tersebut, Gubernur Sulawesi Selatan nonaktif Nurdin Abdullah ditetapkan menjadi tersangka setelah KPK menduga ada tindak pidana korupsi.

    "KPK memeriksa tujuh PNS menjadi saksi untuk tersangka NA dan kawan-kawan. Para saksi tersebut didalami pengetahuannya terkait dengan proses awal dilakukannya lelang pekerjaan proyek jalan ruas Palampang-Munte-Botolempangan yang dimenangkan PT CSP (Cahaya Sepang Bulukumba)," ucap Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri melalui keterangan tertulis pada Sabtu, 13 Maret 2021.

    Ali mengatakan, pemeriksaan terhadap ketujuh saksi dilakukan di Markas Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan. Selain itu, pemeriksaan juga dilakukan guna memenuhi berkas perkara Nurdin.

    Dalam kasus ini, selain Nurdin Abdullah, KPK juga menetapkan dua tersangka lain, yaitu Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sulawesi Selatan, Edy Rahmat, atau orang kepercayaan Abdullah dan kontraktor atau Direktur PT Agung Perdana Bulukumba, Agung Sucipto. Nurdin Abdullah diduga menerima uang Rp5,4 miliar atas kasus perizinan infrastruktur.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.