Rokok Ilegal Beredar dari Jepara, Bea Cukai Sita Bukti 1,5 Juta Batang

Reporter

Petugas dari Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Cukai Kudus, Jawa Tengah, menunjukkan barang bukti rokok ilegal serta dua pelaku diduga terlibat dalam peredarannya, Sabtu 13 Maret 2021. (ANTARA/HO-KPPBC Kudus)

TEMPO.CO, Kudus - Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Cukai Kudus, Jawa Tengah, mengungkap kasus rokok ilegal dan pita cukai palsu yang telah merugikan negara sebesar Rp 1,16 miliar. "Barang bukti yang disita senilai Rp 1,5 miliar," kata Kepala KPPBC Tipe Madya Kudus, Gatot Sugeng Wibowo, Sabtu 13 Maret 2021.

Gatot memaparkan barang bukti dari kasus tersebut yang berhasil disita terdiri dari 1,5 juta batang rokok ilegal dan 15.800 keping pita cukai diduga palsu. Barang-baran itu disita dari sebuah bangunan tempat tinggal di Kabupaten Jepara pada Kamis.

Gatot mengungkapkan penindakan berawal dari informasi masyarakat tentang adanya sebuah minibus yang digunakan untuk mengangkut rokok ilegal dari wilayah Jepara. Atas dasar informasi tersebut, Tim Intelijen dan Penindakan KPPBC Kudus melacak dan berhasil menemukan mobil tersebut di depan sebuah rumah di Desa Troso, Kecamatan Pecangaan, Jepara.

Dalam pemeriksaan mobil, tim Bea Cukai didampingi ketua RT setempat karena tidak ditemukan sopir mobil tersebut. Mereka mendapati 19 karton rokok jenis sigaret kretek mesin (SKM) merek "Ok Bold" siap edar yang dilekati pita cukai diduga palsu dan satu karton berisi rokok batangan jenis SKM dengan total 316.000 batang.

Selanjutnya tim melakukan pemeriksaan terhadap rumah di tempat mobil terparkir, yang diduga digunakan untuk menimbun rokok ilegal. Hasilnya, ditemukan 43 karton rokok ilegal jenis SKM berbagai merek dan rokok batangan yang belum dikemas serta pita cukai diduga palsu.

Adapun total rokok yang ditemukan sebanyak 1,19 juta batang. Sehingga total diperoleh barang bukti rokok SKM ilegal sebanyak 1,5 juta batang, satu unit mobil MPV, dan 15.800 keping pita cukai palsu.

Bea Cukai terus mengimbau masyarakat untuk berhenti mengedarkan rokok ilegal dan memperingatkan adanya ancaman pidana. Masyarakat yang hendak berusaha menjadi produsen rokok secara legal, izin nomor pokok pengusaha barang kena cukai (NPPBKC) dapat diajukan ke Kantor Bea Cukai terdekat tanpa dipungut biaya sepeser pun karena legal itu mudah.

Baca juga:
IDI Ingatkan Hubungan Bahaya Merokok dengan Covid-19 Gejala Berat

Demi menjaga pasar rokok dari serbuan rokok ilegal, Gatot menerangkan, Bea Cukai Kudus bersama aparat penegak hukum terkait terus bersinergi tanpa kompromi dalam operasi "Gempur Rokok Ilegal". 






Faktor-faktor yang Jadi Pertimbangan Pemerintah Sebelum Naikkan Cukai Rokok

1 hari lalu

Faktor-faktor yang Jadi Pertimbangan Pemerintah Sebelum Naikkan Cukai Rokok

Pemerintah tetap berhati-hati dalam menetapkan kebijakan terhadap tarif cukai rokok agar tidak menganggu kesejahteraan petani tembakau.


Bea Cukai Batam Tangkap Kapal Tanker Diduga Selundupkan 600.000 Liter Solar

4 hari lalu

Bea Cukai Batam Tangkap Kapal Tanker Diduga Selundupkan 600.000 Liter Solar

Bea Cukai Batam mengamankan satu unit Kapal Tanker MT Zakira diduga menyeludupkan 600.000 liter minyak solar High Speed Diesel (HSD).


Perusahaan Milik Hartono Bersaudara Kebut Produksi 1 Juta Unit Kompor Listrik pada 2023, Cuan Konversi LPG 3 Kg

8 hari lalu

Perusahaan Milik Hartono Bersaudara Kebut Produksi 1 Juta Unit Kompor Listrik pada 2023, Cuan Konversi LPG 3 Kg

Guna mendukung program pemerintah mengkonversi LPG 3 kilogram ke kompor listrik, Kemenperin meminta PT Hartono Istana Teknologi turut andil produksi.


Pemda Sebut Pengadaan Mobil Listrik Kendaraan Dinas Tunggu Aturan Pusat

10 hari lalu

Pemda Sebut Pengadaan Mobil Listrik Kendaraan Dinas Tunggu Aturan Pusat

Pemkab Kudus menyatakan dukungannya terhadap Instruksi Presiden tentang penggunaan kendaraan listrik sebagai kendaraan dinas.


118 Tahun Lalu RA Kartini Wafat, Berikut Berbagai Versi Kematiannya

18 hari lalu

118 Tahun Lalu RA Kartini Wafat, Berikut Berbagai Versi Kematiannya

RA Kartini pada 17 September 1904 wafat di usianya 25 tahun. ia meninggal setelah melahirkan putra tunggalnya, RM Soesalit. Tapi, ada versi lainnya.


28 Merek Arak Bali Masuk Hotel Bintang Lima, Asosiasi: Naik Kelas

24 hari lalu

28 Merek Arak Bali Masuk Hotel Bintang Lima, Asosiasi: Naik Kelas

Sebanyak 28 merek arak Bali dari perajin lokal kini sudah bisa masuk minuman di hotel-hotel bintang lima.


PNS di Kudus Jadi Tersangka Pengepul BBM Bio Solar, Dijual Lagi Rp 8.500 per Liter

27 hari lalu

PNS di Kudus Jadi Tersangka Pengepul BBM Bio Solar, Dijual Lagi Rp 8.500 per Liter

Abdul Wahab, 42 tahun, mengaku menjalankan bisnis jual beli BBM jenis bio solar bersubsidi tersebut sejak tiga bulan terakhir


5 Kuliner Khas Wajib Dijajal Saat Melancong ke Kepulauan Karimunjawa

38 hari lalu

5 Kuliner Khas Wajib Dijajal Saat Melancong ke Kepulauan Karimunjawa

Memiliki luas daratan kurang lebih 1.500 hektare dan luas perairan sekitar 110.000 hektare, Kepulauan Karimunjawa juga kaya wisata kuliner nan lezat.


7 Destinasi Wisata Alam di Kepulauan Karimunjawa

38 hari lalu

7 Destinasi Wisata Alam di Kepulauan Karimunjawa

Karimunjawa merupakan kepulauan di Laut Jawa yang termasuk dalam wilayah Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Kepulauan ini memiliki luas daratan kurang lebih 1.500 hektare dan luas perairan kurang lebih 110.000 hektare.


Ekonomi Banten Triwulan II 2022 Tumbuh 5,7 Persen, Didorong Konsumsi dan Investasi

39 hari lalu

Ekonomi Banten Triwulan II 2022 Tumbuh 5,7 Persen, Didorong Konsumsi dan Investasi

Kantor Wilayah Bea Cukai Banten (KWBC) mencatat pertumbuhan ekonomi di Provinsi Banten pada triwulan II 2022 atau tahun ketiga pandemi covid-19 mengalami tren positif.