Radar24 Bantah Melakukan Pencemaran Nama Baik Kasi Intelijen Kejari Lebak

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pembungkaman kebebasan berpendapat. Shutterstock.com

    Ilustrasi pembungkaman kebebasan berpendapat. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Redaksi Radar24News menyesalkan pernyataan Kepala Kejaksaan Negeri Lebak yang menuding mereka telah melakukan pencemaran nama baik Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Lebak Koharudin. 

    Dalam pemberitaan di Radar24News, tidak menyebutkan nama oknum jaksa yang diduga meminta partisipasi kepada Kasubag TU Kementerian Agama Lebak. "Kami hanya menuliskan inisial oknum jaksa tersebut," demikian pernyataan dalam siaran pers Redaksi Radar24 yang diterima Tempo pada Sabtu, 12 Maret 2021.

    Radar24 memastikan wartawannya yang bernama Jumri melakukan wawancara langsung dan rekamannya telah diserahkan ke redaksi oleh wartawan yang bertugas di Lebak. Namun, redaksi tidak langsung memublikasikan hasil wawancara tersebut, karena belum berimbang. 

    Untuk itu, Koordinator liputan Radar24News Imron memerintahkan Jumri untuk konfirmasi kepada Kasi Intelijen Kejari Lebak agar berita yang diterbitkan berimbang. Namun upaya Jumri menemui Koharudin tidak berhasil. Alhasil, Imron yang konfirmasi langsung ke Kasi Intel Kejari Lebak, dan hasil konfirmasi dituangkan dalam berita tersebut.

    Terkait pelaporan ke Mapolres Lebak, redaksi menghormati hak Kasi Intelijen yang melaporkan tiga jurnalis Radar24News ke Polres Lebak. Namun, Imron heran wartawannya yang tidak menulis berita ikut dilaporkan juga ke Polres Lebak. Karena itu, pihaknya menunggu tindaklanjut dari laporan pengaduan ke polisi itu. "Tapi, sampai sekarang pihaknya tidak dipanggil atau diklarifikasi oleh pihak kepolisian." 

    Sementara itu, jurnalis Radar24News menerima salinan siaran pers dari Kajari Lebak Nur Handayani. Dalam siaran pers tersebut, ada dua hal yang digarisbawahi. Pertama tudingan Kajari Lebak bahwa Radar24News telah melakukan pencemaran nama baik Kasi Intelijen Koharudin. 

    Kedua, Imron juga merasa tidak pernah melakukan musyawarah atau kesepakatan apapun dengan pelapor, seperti yang tertulis. Sampai sekarang, redaksi tidak pernah dihubungi pihak kepolisian, kejaksaan, maupun narasumber berita, yakni Sudirman selaku Kasubag TU Kemenag Lebak.

    Selanjutnya, terkait pernyataan Koharudin, di halaman Mapolres Lebak, yang menyebut telah melaporkan 3 orang wartawan radar24 tidak sesuai dengan apa yang terjadi atau hoaks. 

    "Kami menyesalkan pernyataan tersebut selaku kasi intelijen kejari lebak mengapa memberikan keterangan pers palsu. Untuk itu, redaksi Radar24 meminta kepada koharudin menarik pernyataan pers palsu tersebut karena telah membuat gaduh masyarakat," kata Radar24 membantah melakukan pencemaran nama baik.

    Baca: 3 Jurnalis Radar24 akan Laporkan Oknum Jaksa Kejari Lebak ke Kejaksaan Agung


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.