Komisi IX Minta Vaksin Nusantara Dikawal Konsorsium Seperti Vaksin Merah Putih

Mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu, 10 Maret 2021. Kepala BPOM Penny K. Lukito beralasan proses penelitian dan pengembangan vaksin Nusantara tidak memenuhi kaidah etika penelitian dan pengembangan vaksin. TEMPO/M Taufan Rengganis

TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR Fraksi PKS, Netty Prasetiyani, berharap Vaksin Nusantara bisa masuk Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19, seperti halnya Vaksin Merah Putih.

"Sebagaimana vaksin Merah Putih yang dikawal oleh konsorsium, saya meminta pemerintah memberikan kesempatan kepada para peneliti Vaksin Nusantara untuk membuktikan bahwa vaksin tersebut memenuhi standar dan rekomendasi ilmiah," ujar Netty, Sabtu, 13 Maret 2021.

Sebelumnya, BPOM menyatakan uji klinis fase I Vaksin Nusantara belum memenuhi kaidah medis. Meski begitu, dalam rapat di DPR pada Rabu lalu, Kepala BPOM Penny Lukito menyatakan telah bersurat ke tim peneliti dan Kementerian Kesehatan untuk melakukan panel hearing terkait vaksin Nusantara ini. Pertemuan sudah disepakati akan berlangsung pada 16 Maret 2021.

Netty berharap pertemuan itu nantinya bisa  mendudukkan perbedaan pemahaman antara tim peneliti dan BPOM terkait vaksin dendritik alias vaksin Nusantara. Para peneliti juga diharapkan bisa membuktikan bahwa Vaksin Nusantara  memenuhi aspek keamanan, khasiat, dan mutunya dengan data uji klinis.

"Pemerintah baik Kemenkes maupun BPOM seharusnya mendorong dan memfasilitasi setiap vaksin yang dikembangkan oleh anak bangsa apapun namanya melalui tahapan uji klinis sebagaimana standar yang berlaku. Hal ini sejalan dengan imbauan presiden untuk mencintai produk lokal. Kenapa untuk vaksin impor bisa dipermudah sementara upaya anak bangsa dipersulit?," tuturnya.

Menteri Riset dan Teknologi (Menristek), Bambang PS Brodjonegoro sebelumnya menjelaskan, pengembangan vaksin Nusantara memang tidak masuk dalam Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 dan Konsorsium Vaksin Merah Putih.

"Kenapa belum ada vaksin Nusantara di dalam Konsorsium Vaksin Merah Putih, terus terang kita berusaha jemput bola, tetapi istilahnya bola yang jemput itu tidak kelihatan sehingga kami terus terang belum berani untuk memasukkan itu di dalam konsorsium apalagi kalau sudah bicara dengan pemanfaatan anggaran," kata Bambang, dikutip dari Antara.

Bambang mengaku baru mengetahui detail lengkap soal Vaksin Nusantara ini pekan lalu. Ia kemudian menugaskan Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 yang saat itu masih dipimpin Ali Ghufron Mukti untuk mengecek langsung ke Balitbangkes.

"Informasi itu belum kami dapatkan, tidak kami dapatkan sama sekali, sehingga masih dalam gelap. Kita hanya mendengar dengar Balitbangkes bikin vaksin," kata Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) itu.

Jika memang ada pengembangan vaksin, ia akan mengajak Balitbangkes masuk ke konsorsium sehingga pengembangan vaksin dapat difasilitasi dengan baik. Namun memang tahapan fase pengembangan vaksin Nusantara sudah masuk uji klinis, sementara vaksin Merah Putih masih di tahap laboratorium.

Bambang menyatakan Kemenristek dan Kemenkes akan berbagi tugas. Kemenristek siap untuk mengalokasikan anggaran sampai di bibit vaksin dan semua infrastruktur yang dibutuhkan, meskipun sebenarnya vaksin Nusantara sudah di tahap uji klinis. Sementara Kemenkes akan menangani uji klinisnya.

Baca juga: Terawan Beraharap Kemenkes dan BPOM Dukung Vaksin Nusantara






Kasus Covid-19 Hari Ini Tambah .1411 Orang, Terbanyak dari Jakarta

4 hari lalu

Kasus Covid-19 Hari Ini Tambah .1411 Orang, Terbanyak dari Jakarta

Kasus Covid-19 di Indonesia bertambah 1.411 pada hari ini. Kasus terbanyak disumbang oleh DKI Jakarta yaitu 580 orang.


Kementerian Kesehatan Tetapkan 3 Lab UI Jadi Pusat Riset Vaksin

4 hari lalu

Kementerian Kesehatan Tetapkan 3 Lab UI Jadi Pusat Riset Vaksin

Kementerian Kesehatan meluncurkan laboratorium jejaring OIC CoE untuk mendukung tercapainya tujuan kemandirian produksi vaksin.


Uji Coba Kelas Rawat Inap Standar, Direktur RSUP Surakarta: 60 Persen Sudah Penuhi 12 Kriteria

8 hari lalu

Uji Coba Kelas Rawat Inap Standar, Direktur RSUP Surakarta: 60 Persen Sudah Penuhi 12 Kriteria

RSUP Surakarta menjadi salah satu rumah sakit yang menerapkan uji coba kelas rawat inap standar untuk pasien dengan hak kelas 2 dan kelas 3.


Skema Pembayaran Baru Siap Diujicobakan di 40 Serang

10 hari lalu

Skema Pembayaran Baru Siap Diujicobakan di 40 Serang

BPJS Kesehatan bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI siap mengujicobakan sistem pembayaran dengan skema Belanja Kesehatan Strategis Kesehatan Ibu dan Anak (BKS KIA) di 40 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) wilayah Kabupaten/Kota Serang.


Pentingnya Vaksinasi Covid-19 di tengah Peluang Endemi

10 hari lalu

Pentingnya Vaksinasi Covid-19 di tengah Peluang Endemi

Salah satu dari enam rekomendasi WHO untuk menuju endemi di dunia adalah cakupan vaksinasi Covid-19 100 persen, khususnya pada lansia dan nakes.


PeduliLindungi Tak Dapat Diakses, Kemenkes Minta Masyarakat Gunakan Sertifikat Vaksin

15 hari lalu

PeduliLindungi Tak Dapat Diakses, Kemenkes Minta Masyarakat Gunakan Sertifikat Vaksin

Aplikasi pedulilindungi tidak dapat digunakan karena sedang dalam masa perbaikan.


Vaksin Covid-19, Cina Pengguna Vaksin Isap Pertama di Dunia

21 hari lalu

Vaksin Covid-19, Cina Pengguna Vaksin Isap Pertama di Dunia

Vaksin tanpa jarum ini adalah yang pertama mengantongi EUA dari antara 100 lebih vaksin Covid-19 oral ataupun nasal yang sedang dikembangkan di dunia.


Vaksin Covid-19: Bio Farma Klaim Siap Produksi IndoVac, Bibit dari Amerika

22 hari lalu

Vaksin Covid-19: Bio Farma Klaim Siap Produksi IndoVac, Bibit dari Amerika

Bio Farma tengah menyusun laporan hasil uji klinis fase 3 vaksin Covid-19 yang dinamai IndoVac.


Seluruh Daerah di Indonesia Berstatus PPKM Level 1

24 hari lalu

Seluruh Daerah di Indonesia Berstatus PPKM Level 1

Berdasarkan masukan dari para ahli seluruh daerah di Indonesia berstatus PPKM Level 1 walaupun tingkat positif masih di atas standar WHO.


Terkini Bisnis: Dampak Konsumsi Batu Bara Cina Naik, Ekspor Timah Bangka Belitung

26 hari lalu

Terkini Bisnis: Dampak Konsumsi Batu Bara Cina Naik, Ekspor Timah Bangka Belitung

Berita terkini ekonomi dan bisnis hingga Sabtu siang, 3 September 2022 antara lain tentang dampak konsumsi batu bara Cina naik.