Menkes Budi Gunadi Dukung 3 Daerah di Bali Jadi Wisata Bebas Covid-19

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengecek vaksinasi di Lippo Mall Puri, Jakarta, Selasa, 9 Maret 2021. Tempo/Hendartyo Hanggi

    Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengecek vaksinasi di Lippo Mall Puri, Jakarta, Selasa, 9 Maret 2021. Tempo/Hendartyo Hanggi

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mendukung rencana Pemerintah Daerah Provinsi Bali yang tengah mempersiapkan tiga daerah menjadi kawasan wisata bebas Covid-19. Daerah wisata yang masuk ke dalam zona ini, nantinya boleh dikunjungi oleh wisatawan baik dalam negeri maupun luar negeri.

    Tiga daerah yang diusulkan tersebut ialah Ubud di Kabupaten Gianyar, Kawasan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Nusa Dua di Kabupaten Badung, dan Sanur di Kota Denpasar.

    Menurut Budi, langkah ini sangat penting untuk membangkitkan kembali industri pariwisata Bali di dunia internasional. Untuk meyakinkan dunia bahwa Bali merupakan kawasan wisata yang aman dan sehat, ia menekankan pentingnya kolaborasi dengan berbagai lembaga internasional.

    Upaya ini tentunya harus didukung oleh penerapan protokol kesehatan yang ketat. Menkes Budi menyatakan agar tidak hanya menjadi destinasi wisata lokal maka perlu mengajak berbagai lembaga internasional untuk membantu dan mengawal ini.

    "Kita buktikan bahwa kita bisa, sehingga dunia yakin bahwa Bali siap menjadi lokasi wisata yang aman. Saya yakin kita bisa kok,” ujar Budi dalam keterangannya yang dikutip dari laman resmi Kementerian Kesehatan, Sabtu, 13 Maret 2021.

    Budi kemudian meminta agar pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di kawasan usulan tersebut dilakukan segera supaya pemulihan ekonomi juga bisa dipercepat. "Saya setuju semua disuntik vaksin di daerah itu, kalau bisa suntikan pertamanya kita mulai segera. Saya pengin Maret bisa harus sudah mulai,” ujar bekas Wakil Menteri BUMN ini.

    Selain vaksinasi Covid-19, Budi juga menekankan pergerakan masyarakat maupun transportasi yang keluar masuk kawasan benar-benar dipantau, penerapan 3T dilakukan secara masif sesuai standar WHO serta penyediaan infrastruktur seperti RS maupun lab PCR yang bagus.

    “Harus ada Lab PCR di sekitar Kawasan Wisata Ubud agar efisien, kalau bisa di atas 500 spesimen per hari. Dan itu enggak boleh lama, selesainya paling lama 24 jam. Oleh karenanya butuh infrastruktur yang prima untuk memastikan seluruh daerah itu aman dan bersih,” tuturnya.

    Untuk mewujudkan zona ini, Budi menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektoral termasuk melibatkan sektor swasta. Karena dengan kolaborasi yang apik antara pemerintah dan swasta, harapannya bukan hanya mewujudkan wisata Bali yang sehat namun juga sophisticated.

    Merespon apa yang disampaikan oleh Menkes, Gubernur Bali I Wayan Koster berharap rencana penerapan Zona Hijau Bebas Covid-19 bisa tercapai dan industri pariwisata di Bali bisa segera normal kembali. Untuk itu, Wayan berkomitmen penuh terlibat langsung di seluruh prosesnya.

    “Saya akan pimpin langsung ini, untuk memastikan berhasil. Kalau sudah berhasil kita lanjutkan di lokasi lain” ujar Gubernur Bali.

    Baca juga:  Indonesia Beli Vaksin dari Banyak Negara, Menkes: Antisipasi Jika Ada Embargo

    DEWI NURITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.