Hasil Survei Catat Elektabilitas PDIP Masih Tinggi, Demokrat Naik

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyampaikan arahan saat acara pengumuman calon kepala daerah gelombang I di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Rabu, 19 Februari 2020. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyampaikan arahan saat acara pengumuman calon kepala daerah gelombang I di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Rabu, 19 Februari 2020. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Hasil survei yang dilakukan oleh Indonesia Elections and Strategic (IndEX) Research menunjukkan elektabilitas Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) masih tertinggi dibandingkan partai politik lainnya. "Elektabilitas PDIP masih tertinggi, namun dibandingkan hasil survei sebelumnya elektabilitas PDIP menurun," kata peneliti IndEX Research Hendri Kurniawan dalam siaran persnya, di Jakarta, kemarin.

    Hendri menyebutkan PDIP yang fluktuatif di kisaran 28-33 persen pada survei sebelumnya (Mei hingga November 2020), kini atau per Maret 2021 melorot menjadi 24,7 persen.

    Demokrat yang semula stabil 3 persen (Mei hingga November 2020), kini melejit menjadi 7,1 persen. PKS dari kisaran 5 persen pada survei sebelumnya, kini naik lagi menjadi 6,2 persen.

    PSI dari awalnya 2 persen, merangkak ke 4 persen, kini tembus ke 5,0 persen. "Demokrat, PKS, dan PSI mendulang dukungan di tengah turunnya elektabilitas partai-partai politik," kata Hendri.

    Tingginya elektabilitas PDIP, lanjut dia, tidak bisa dilepaskan dari posisinya sebagai partai politik yang memimpin koalisi pemerintah dan keberhasilan PDIP memenangkan dua pemilu berturut-turut. Hal serupa dialami mitra koalisi PDIP, yaitu Gerindra dan Golkar, yang sama-sama mengalami tren penurunan elektabilitas.

    Gerindra dari kisaran 14 persen dari survei sebelumnya kini turun menjadi 12,3 persen. Sedangkan Golkar dari 9 persen kini tinggal 7,8 persen. "Di kubu oposisi, Demokrat dan PKS mengancam posisi partai-partai utama pemerintah," jelas Hendri.

    Survei IndEX Research dilakukan pada 25 Februari-5 Maret 2021 terhadap 1.200 orang mewakili seluruh provinsi di Indonesia. Dilakukan melalui telepon kepada responden yang dipilih acak dari survei sebelumnya sejak 2018. Margin of error ±2,9 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen.

    Lebih lanjut, aksi kubu Moeldoko yang berasal dari lingkaran istana di Kantor Staf Presiden (KSP) dengan menggelar KLB Demokrat ditengarai bagian dari upaya menjinakkan oposisi. Strategi Demokrat tampaknya meniru PDIP yang menjadi oposisi dalam dua periode dan kemudian menang pemilu.

    "Dengan faktor utama AHY, Demokrat menuai kenaikan elektabilitas, sehingga tampaknya kubu pemerintah memandang serius posisi Demokrat," kata Hendri.

    Parpol papan tengah lainnya adalah PKB (5,4 persen), NasDem (3,6 persen), PPP (2,0 persen), dan PAN (1,1 persen). Geliat parpol baru memunculkan Partai Ummat yang menyodok dengan elektabilitas 1,3 persen.

    Selain PDIP yang berada di posisi teratas dari hasil survei, pada papan bawah ada Hanura (0,6 persen), Perindo (0,5 persen), Berkarya (0,3 persen), dan parpol baru Gelora (0,3 persen). Lainnya yaitu PBB, PKPI, Garuda, dan parpol baru Masyumi tidak mendapatkan dukungan. Sisanya menyatakan tidak tahu/tidak menjawab (21,8 persen).

    Baca juga: Survei: Isu Demokrat Kerek Nama AHY Melejit di Bursa Capres 2024, Kejar Prabowo


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada Generalized Anxiety Disorder, Gangguan Kecemasan Berlebihan

    Generalized Anxiety Disorder (GAD) adalah suatu gangguan yang menyerang psikis seseorang. Gangguannya berupa kecemasan dan khawatir yang berlebih.