Banjarmasin Akhiri Masa Tanggap Darurat dari Banjir dan Air Pasang

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga menuntun sepedanya melintasi banjir yang merendam Jalan Prona di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Kamis 14 Januari 2021. Berdasarkan data yang telah dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan dari tanggal 1 hingga 14 Januri, sebanyak 19.452 rumah terendam banjir di sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S

    Warga menuntun sepedanya melintasi banjir yang merendam Jalan Prona di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Kamis 14 Januari 2021. Berdasarkan data yang telah dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan dari tanggal 1 hingga 14 Januri, sebanyak 19.452 rumah terendam banjir di sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan mengakhiri masa tanggap darurat bencana banjir dan air pasang setelah ditetapkan sejak 15 Januari 2021.

    Status tanggap darurat terhadap banjir di Kota Banjarmasin beberapa kali diperpanjang hingga terakhir pada 11 Maret 2021. Banjir yang melanda sejak 14 Januari 2021 tersebut ditetapkan status tanggap darurat banjir dan air pasang sehari setelahnya. 

    "Masa tanggap darurat bencana banjir dan air pasang di Kota Banjarmasin tidak diperpanjang lagi. Sudah diakhiri pada 11 Maret," ujar Asisten I bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Banjarmasin Doyo Pudjadi mengutip Antara, Sabtu, 13 Maret 2021

    Menurut Doyo, kondisi Banjarmasin saat ini tidak terjadi lagi banjir dan air pasang yang mengkhawatirkan hingga status tanggap darurat diakhiri. Meski demikian, kata dia, penanganan pasca banjir ini terus dilakukan dengan melakukan normalisasi sungai untuk antisipasi banjir akan datang.

    Sesuai hasil rapat pemerintah kota bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), meski status tanggap darurat banjir dan air pasang berakhir namun tugas satgas normalisasi sungai pasca banjir tetap berjalan. "Satgas ini berubah nama menjadi satgas normalisasi sungai," ucap Doyo.

    Ia menuturkan Satgas tidak akan berakhir sebelum normalisasi sungai di Kota Banjarmasin selesai. Selanjutnya, menurut dia, Satgas normalisasi sungai dilanjutkan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Dispupr) Kota Banjarmasin.

    Satgas akan tetap menuntaskan tugas pokok yang ada di Jalan A Yani dan Jalan Veteran sampai aliran sungainya menjadi normal dan lancar. Nantinya akan terhubung ke sungai-sungai kecil menuju ke sungai Martapura.

    "Di daerah Veteran tetap kita lakukan normalisasi dengan melakukan penjebolan, pembongkaran jembatan-jembatan yang menghalangi sungai tetap kami lakukan," tutur Doyo ihwal pencegahan banjir di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

    Baca juga: Sebanyak 3.000 KK di Banjarmasin Terdampak Banjir Kalsel


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.