Demokrat Sebut Peserta KLB Deli Serdang Ada yang Sudah Jadi Kader Partai Lain

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Badan Pembina Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (BPOKK) DPP Partai Demokrat, Herman Khaeron, saat memberi keterangan pers di Kantor DPP Partai Demokrat, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Jumat, 21 Maret 2021. Tempo/Egi Adyatama

    Kepala Badan Pembina Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (BPOKK) DPP Partai Demokrat, Herman Khaeron, saat memberi keterangan pers di Kantor DPP Partai Demokrat, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Jumat, 21 Maret 2021. Tempo/Egi Adyatama

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Pembina Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (BPOKK) DPP Partai Demokrat, Herman Khaeron, mengatakan bahwa banyak peserta Kongres Luar Negeri (KLB) Partai Demokrat di Deli Serdang adalah peserta tak sah. Pasalnya, ia mengatakan beberapa di antaranya bahkan sudah tak menjadi kader Partai Demokrat.

    Ia mencontohkan salah satu di antaranya adalah Edie Saputra yang mewakili Aceh. Ia nampak dalam foto bersama Ketua Umum Partai Demokrat versi KLB, Moeldoko. Herman mengatakan di Facebook ia mengatakan bahwa yang bersangkutan hadir di acara KLB abal-abal itu mewakili provinsi Aceh atas undangan Panitia.

    "Tapi yang bersangkutan juga mengatakan tak benar bahwa yang bersangkutan akan memimpin Partai Demokrat Bireun karena yang bersangkutan sudah menjadi kader Partai lain," kata Herman dalam konferensi pers di DPP Partai Demokrat di Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Jumat, 12 Maret 2021.

    Ia juga menyebut ada peserta lain yang bernama Daday Hudaya dan nampak dalam foto di KLB itu. Namun pada Pileg 2019, Herman mengatakan Daday menjadi caleg dari partai lain. Ada juga peserta lain bernama Hilal dan Samad yang mewakili NTB yang disebut Herman sudah menjadi kader Partai lain.

    "Soal uang 100 juta ini juga menjadi motif dalan menarik para peserta untuk hadir di KLB abal-abal. Yang tentu ini membujuk rayu peserta untuk hadir. Dan bukan hanya sekedar uang transportasi," kata Herman.

    Ia mengatakan akan mendalami dari naba duit bagi peserta KLB Demokrat Deli Serdang itu berasal. Herman mengatakan ini adalah bukti kongkrit bahwa KLB Demokrat itu adalah abal-abal dan patut diabaikan. "Ke depan, kami akan mengurangi perdebatan yang tak perlu dengan gerakan pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat (GPKPD). Karena hanya akan sia sia belaka. Lebih baik kami sekarang menghadirkan fakta-fakta yang sah dan berkekuatan hukum tetap," kata Herman.

    Baca: Survei: Isu Demokrat Kerek Nama AHY Melejit di Bursa Capres 2024, Kejar Prabowo


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.