Majalah Tempo Terpilih Ikut Investigasi Hutan Hujan dari Pulitzer Center

Reporter

Jurnalis Tempo, Devy Ernis (berjilbab di tengah), mewakili timnya sebagai pemenang Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2020 kategori media cetak menerima hadiah bersama para pemenang lainnya di Candi Bentar Hall, Putri Duyung Resort, Ancol, Jakarta Utara pada Selasa, 9 Februari 2021. (Dok. PWI)

TEMPO.CO, Jakarta - Majalah Tempo terpilih menjadi salah satu media dari kawasan Asia dalam jaringan global investigasi hutan hujan atau Rainforest Investigation Network (RIN), Pulitzer Center. Tempo terpilih bersama 12 media lain dari sembilan negara yakni Brasil, Venezuela, Kongo, Kamerun, Malaysia, Filipina, Kolombia, Peru, dan Amerika Serikat.

Para wartawan tersebut akan berkolaborasi mengungkap praktik deforestasi di tiga wilayah yaitu Amerika Selatan, Kongo, dan Asia. Selama setahun, mereka bakal menulis tentang aspek kebijakan, tata kelola, korupsi, hingga rantai pasok industri yang menjadi penyebab deforestasi.

Dari Tempo, fellow yang akan terlibat adalah Bagja Hidayat, redaktur pelaksana desk investigasi Majalah Tempo. Proposal Bagja tentang proyek strategis nasional yang akan berdampak pada lingkungan dinyatakan lolos dan menyisihkan puluhan ribu proposal yang diajukan wartawan dari seluruh dunia. 

Menurut Bagja, dari pelbagai proposal liputan yang diajukan para wartawan, ada satu benang merah penyebab deforestasi, yakni korupsi dan para pelakunya. Hampir semua proposal memetakan para pemain deforestasi berputar di tiga aktor: politikus, industri, dan aparatur negara. Di Amerika Latin bahkan melibatkan para pedagang senjata dan obat bius.

Mereka memanfaatkan kekuasaan yang korup untuk mengokupasi hutan tropis demi bisnis, yang legal maupun tak legal. Dari cerita mereka, kata Bagja, ada jaringan global yang bekerja karena industri saling terhubung satu sama lain. “Deforestasi di Papua atau di Amazon terhubung oleh industri multinasional yang menghasilkan produk yang kita pakai hari ini,” kata Bagja.

Bagja mengaku senang terlibat dalam jaringan global ini. Menurut dia, Indonesia layak ditengok dan menjadi perhatian dunia. Selain karena memiliki hutan hujan tropis yang luas dan menjadi benteng terakhir keragaman hayati di bumi, kekayaan itu juga terancam oleh pelbagai kebijakan yang tak ramah lingkungan, seperti pemberlakuan UU Cipta Kerja yang hendak mengutamakan bisnis untuk menggenjot ekonomi

“Dengan ikut dalam jaringan ini kita akan punya suara lebih kuat sehingga punya peluang lebih besar mengembalikan jalan pikiran pemerintah yang keliru dalam membuat pijakan membangun ekonomi,” kata Bagja.

Sebagai informasi, RIN memfokuskan proyek liputan pada isu deforestasi karena kerusakan hutan dan alam menjadi penyebab utama krisis iklim, masalah paling genting dunia hari ini. Krisis iklim adalah sumber utama masalah-masalah besar secara global, seperti pandemi virus corona, bencana alam, hingga ketimpangan.

RIN merupakan inisiatif pertama Pulitzer Center, lembaga jurnalistik non-profit paling prestisius yang berbasis di Massachusetts, Amerika Serikat. Kolaborasi sebelumnya bersifat proyek, liputan lepas media terpilih dalam isu tertentu. Dalam RIN, para wartawan akan bergabung sebagai satu tim dan merumuskan liputan, baik secara individu maupun kolaborasi, terutama isu deforestasi. 

“Setiap Fellows akan melakukan proyek investigasi individual, namun saat fellows mengeksplorasi tema umum dalam laporan mereka dan mengikuti aliran dana di seluruh dunia, maka kolaborasi menjadi aspek utama dari inisiatif ini,” tulis rilis Pulitzer Center.

Baca juga: Di Balik Liputan Majalah Tempo 'Jalan Pedang Dai Kampung' yang Juara Adinegoro

ANDITA RAHMA 






Kemendagri Mutakhirkan Database tentang Tiga Provinsi Baru di Papua

8 jam lalu

Kemendagri Mutakhirkan Database tentang Tiga Provinsi Baru di Papua

Kemendagri telah melakukan langkah-langkah strategis, terukur, dan terinci dalam mempercepat terlaksananya pemerintahan tiga provinsi baru di Papua.


Kapolri Siapkan 1.800 Personel di Papua untuk Bantu KPK Tangkap Lukas Enembe

12 jam lalu

Kapolri Siapkan 1.800 Personel di Papua untuk Bantu KPK Tangkap Lukas Enembe

Kapolri mengatakan penyiapan personel untuk membantu KPK menangkap Lukas Enembe itu adalah upaya Polri mendukung pemberantasan korupsi.


Komnas HAM Minta TNI Evaluasi Keberadaan Brigif Raider 20 di Timika Papua

1 hari lalu

Komnas HAM Minta TNI Evaluasi Keberadaan Brigif Raider 20 di Timika Papua

Komnas HAM meminta TNI mengevaluasi keberadaan Brigif Raider 20 di Timika, Papua. Permintaan ini merupakan yang pertama dari Komnas untuk TNI.


OPM Sebut Jokowi Penjahat Perang, Moeldoko: Kami Akan Tangkap Mereka

1 hari lalu

OPM Sebut Jokowi Penjahat Perang, Moeldoko: Kami Akan Tangkap Mereka

Kepala Staf Presiden Moeldoko bereaksi keras atas pernyataan TPNPB-OPM menyebut Presiden Jokowi sebagai penjahat perang di Papua.


Lukas Enembe Mangkir Panggilan KPK, Moeldoko: Apa Perlu TNI Dikerahkan?

1 hari lalu

Lukas Enembe Mangkir Panggilan KPK, Moeldoko: Apa Perlu TNI Dikerahkan?

Kepala Staf Presiden Moeldoko mengatakan Gubernur Papua Lukas Enembe harus kooperatif dan memenuhi panggilan KPK.


Dubes Norwegia: 100 Juta Dollar Sudah Diberikan untuk Hutan Indonesia

2 hari lalu

Dubes Norwegia: 100 Juta Dollar Sudah Diberikan untuk Hutan Indonesia

Pengelola dana iklim milik Pemerintah Norwegia sangat ingin berinvestasi dalam energi terbarukan di Indonesia, tapi ...


Pendiri Majalah Tempo Goenawan Mohamad Raih Penghargaan The Japan Foundation Awards 2022

3 hari lalu

Pendiri Majalah Tempo Goenawan Mohamad Raih Penghargaan The Japan Foundation Awards 2022

Goenawan Mohamad menjadi salah seorang penerima The Japan Foundation Awards 2022. Begini profil GM, pendiri Majalah Tempo.


Paulus Waterpauw Somasi Kuasa Hukum Lukas Enembe

4 hari lalu

Paulus Waterpauw Somasi Kuasa Hukum Lukas Enembe

Penjabat Gubernur Papua Barat Paulus Waterpauw melayangkan somasi kepada tim kuasa hukum Lukas Enembe.


Soal Tudingan Cuci Uang di Kasino, Pengacara Lukas Enembe: PPATK Hoaks

4 hari lalu

Soal Tudingan Cuci Uang di Kasino, Pengacara Lukas Enembe: PPATK Hoaks

Kuasa hukum Lukas Enembe merasa PPATK tengah membunuh karakter Gubernur Papua itu dengan mengungkap soal setoran ke kasino.


Tokoh Agama Papua Minta Lukas Enembe Patuhi Proses Hukum

4 hari lalu

Tokoh Agama Papua Minta Lukas Enembe Patuhi Proses Hukum

Tokoh Agama Papua meminta Gubernur Lukas Enembe mendatangi KPK untuk memenuhi panggilan pemeriksaan hari ini.