Pasar Tenaga Kerja Berubah, Jokowi Minta Kurikulum Universitas Beradaptasi

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Indonesia, Joko Widodo saat menghadiri peresmian Bendungan Napun Gete, Kabupaten Sikka, NTT, 23 Februari 2021. Foto/youtube.com

    Presiden Indonesia, Joko Widodo saat menghadiri peresmian Bendungan Napun Gete, Kabupaten Sikka, NTT, 23 Februari 2021. Foto/youtube.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa pasar tenaga kerja mengalami perubahan yang sangat drastis. Jokowi menilai banyak jenis pekerjaan lama yang hilang yang tidak dibutuhkan lagi di masa depan. Hal ini terlebih didorong adanya pandemi Covid-19.

    "Tentu saja hal ini membutuhkan perubahan program studi, dibutuhkan perubahan kurikulum dan dibutuhkan perubahan karakter dosen," kata Jokowi saat memberi sambutan di Dies Natalis Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS), Jumat, 12 Maret 2021.

    Jokowi mengatakan revolusi industri jilid keempat telah membuat banyak ilmu pengetahuan dan teknologi lama menjadi usang. Teori manajemen, organisasi, bahkan model bisnis juga banyak berubah. Hal ini kemudian diiringi oleh pola komunikasi dan perilaku masyarakat juga banyak berubah.

    "Tentu saja agenda riset pun harus banyak melakukan perubahan-perubahan. Pengalaman panjang UNS selama 45 tahun saat ini sedang ditantang untuk berubah," kata Jokowi.

    ADVERTISEMENT

    Jokowi pun mengajak seluruh civitas akademika UNS untuk berkreasi dan berinovasi dalam menghasilkan Iptek yang mampu menjawab tantangan zaman. Selain itu, ia juga mengajak talenta-talenta untuk menjawab tantangan kemanusiaan dan kemajuan bangsa.

    Baca juga: Jokowi Teken Perpres Proyek Putar Kunci, Apa Itu?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Medali Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020, Ada Greysia / Apriyani

    Indonesia berhasil menyabet 5 medali di Olimpiade Tokyo 2020. Greysia / Apriyani merebut medali emas pertama, sekaligus terakhir, untuk Merah Putih.