Korban Selamat Kecelakaan di Sumedang Duga Bus Mengalami Rem Blong

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas mengevakuasi jenazah korban kecelakaan bus PO Sri Padma Kencana di Wado, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Kamis dinihari, 11 Maret 2021. Bus tersebut terperosok sekitar 20 meter ke jurang dalam kondisi terbalik di sekitar Jalan Raya Sumedang-Cibereum. ANTARA/Raisan Al Farisi

    Petugas mengevakuasi jenazah korban kecelakaan bus PO Sri Padma Kencana di Wado, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Kamis dinihari, 11 Maret 2021. Bus tersebut terperosok sekitar 20 meter ke jurang dalam kondisi terbalik di sekitar Jalan Raya Sumedang-Cibereum. ANTARA/Raisan Al Farisi

    TEMPO.CO, Jakarta - Salah seorang penumpang bernama Hafid Alfariz yang selamat dari kecelakaan bus di Kecamatan Wado, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, menduga angkutan yang ditumpangi itu terperosok ke jurang karena remnya blong. "Saya kaget, remnya blong," kata dia saat menerima pertolongan medis di Puskesmas Wado, Rabu malam, 10 Maret 2021.

    Dia mengatakan angkutan yang ia tumpang itu bus pariwisata rombongan sekolahnya yang melaksanakan kegiatan berwisata serta berziarah. "Habis study tour dari Pangandaran. Iya, habis ziarah juga dari Cibiuk dan Pamijahan," kata dia.

    Dia berada di puskesmas karena mengalami luka-luka akibat kecelakaan tersebut. Sejauh ini sekitar 22 orang dievakuasi dari bus itu dalam keadaan meninggal dunia.

    Bus bernomor polisi T 7591 TB itu terperosok ke jurang sedalam sekitar 20 meter dari jalan pada Rabu malam, 10 Maret 2021. Kontur jalan di lokasi kejadian itu menurun relatif panjang.

    Diduga bus itu kehilangan kendali ketika melaju menurun dari arah Malangbong, Sumedang Garut ke arah Kabupaten Sumedang. Bus akhirnya terperosok ke jurang di sebelah barat jalan.

    Meski begitu, pihak kepolisian sejauh ini masih belum memastikan penyebab kecelakaan bus tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarik Ulur Vaksin Nusantara Antara DPR dan BPOM

    Pada Rabu, 14 April 2020, sejumlah anggota DPR disuntik Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto