Ini Alasan BPOM Sebut Uji Klinis I Vaksin Nusantara Belum Memenuhi Kaidah

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu, 10 Maret 2021. Terawan mengatakan dengan inisiatif Vaksin Nusantara, maka diharapkan masyarakat yang masuk dalam pengecualian kriteria vaksin dapat tetap menerima vaksin Nusantara. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu, 10 Maret 2021. Terawan mengatakan dengan inisiatif Vaksin Nusantara, maka diharapkan masyarakat yang masuk dalam pengecualian kriteria vaksin dapat tetap menerima vaksin Nusantara. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, JakartaKepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K. Lukito mengatakan akan bertemu dengan tim peneliti vaksin Nusantara

    "Kami melakukan review uji klinis fase satu sebelum bisa berlanjut ke fase dua, yang akan dilakukan pada 16 Maret," ujar Penny dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI di Jakarta, Rabu, 10 Maret 2021.

    Penny mengatakan uji klinis pertama vaksin Nusantara belum memenuhi kaidah uji klinis pengembangan vaksin. Alasannya, ada perbedaan lokasi penelitian.

    Lokasi penelitian vaksin yang dikembangkan oleh mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto ada di RSUP Kariadi Semarang. Namun, kata Penny, komite etik berasal dari RSPAD Gatot Soebroto.

    Selain itu, kata Penny, ada perbedaan data yang diberikan oleh tim uji klinis Vaksin Nusantara dengan data yang dipaparkan dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI.

    Sebelumnya, di rapat kerja yang sama, Terawan meminta Kementerian Kesehatan dan BPOM mendukung vaksin Nusantara. Ia berharap vaksin yang dikembangkan bersama tim dari Undip ini mampu membantu program vaksinasi Covid-19.

    Baca juga: Tim UGM Mundur dari Penelitian Vaksin Nusantara


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.