Kejagung Periksa 2 Petinggi Sriwijaya Air di Kasus Asabri

Reporter

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer Simanjuntak. ANTARA/HO-Humas Kejagung

TEMPO.CO, Jakarta - Kejaksaan Agung kembali memeriksa dua petinggi maskapai Sriwijaya Air dalam kasus dugaan korupsi PT Asabri pada hari ini, Rabu 10 Maret 2021. Keduanya yakni Komisaris Sriwijaya Air Hendry Lie dan Fandy Linggi yang diperiksa sebagai saksi.

"Pemeriksaan dilakukan untuk mencari fakta hukum dan mengumpulkan alat bukti tentang tindak pidana korupsi yang terjadi di PT Asabri," ucap Kepala Pusat Penerangan Hukum Leonard Eben Ezen Simanjuntak melalui keterangan tertulis pada Rabu, 10 Maret 2021.

Berdasarkan penelusuran Tempo, Hendry dan Fandy memiliki hubungan keluarga dengan Wakil Komisaris Utama Sriwijaya Air, Chandra Lie. Chandra Lie sendiri diperiksa penyidik Kejaksaan Agung pada 9 Maret 2021. 

Selain Fandy dan Hendry, mereka yang diperiksa Kejaksaan Agung adalah Kepala Divisi Pelayanan Asabri, Djoko Triyono; Direktur Utama PT Victoria Manajemen Investasi, Juntry Han; Direktur PT Mirae Asset Sekuritas, Arisandhi Indrodwisatrio. 

Kemudian, pihak lain yang sudah diperiksa Kejaksaan Agung yaitu pegawai Asabri, Idham Sabili; Kepala Divisi Investasi Asabri periode 2018-2019, Gustipar Pinayungan; Kepala Divisi Kas dan Pembayaran Asabri, SL; Direktur Utama PT Lautandhana Investment Management, Anwar Halim; dan Staf Khusus Direksi, MP. 

ANDITA RAHMA

Baca: Kejagung Temukan Ada Aliran Dana Asabri ke Chandra Lie






Saat Firli Bahuri Sandingkan Komunis dan Korupsi

13 jam lalu

Saat Firli Bahuri Sandingkan Komunis dan Korupsi

Menurut Ketua KPK Firli Bahuri, selain komunis, bahaya laten korupsi juga menjadi musuh bersama masyarakat.


Kejagung Sebut Pelimpahan Putri Candrawathi Bersamaan dengan Ferdy Sambo Cs

14 jam lalu

Kejagung Sebut Pelimpahan Putri Candrawathi Bersamaan dengan Ferdy Sambo Cs

Kejaksaan Agung akan menerima pelimpahan tersangka pembunuhan Brigadir J, Putri Candrawathi pada Senin, 3 Oktober 2022


Apa Itu Restorative Justice dan Ketentuan Penerapannya?

17 jam lalu

Apa Itu Restorative Justice dan Ketentuan Penerapannya?

Pengertian dari restorative justice tertuang di dalam Peraturan Kejaksaan Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2020


Paulus Waterpauw Minta Lukas Enembe Mundur: Hati Saya Menangis

1 hari lalu

Paulus Waterpauw Minta Lukas Enembe Mundur: Hati Saya Menangis

Paulus Waterpauw meminta Lukas Enembe untuk melepaskan jabatannya sebagai Gubernur Papua.


Apresiasi Kinerja Polri di Kasus Ferdy Sambo, Moeldoko: Kita Tunggu Proses Hukumnya

1 hari lalu

Apresiasi Kinerja Polri di Kasus Ferdy Sambo, Moeldoko: Kita Tunggu Proses Hukumnya

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menilai Polri sudah menjalankan perintah Presiden Jokowi dalam penanganan kasus Ferdy Sambo.


3 Fakta tentang Johanis Tanak Pimpinan Baru KPK

1 hari lalu

3 Fakta tentang Johanis Tanak Pimpinan Baru KPK

Komisi III DPR menyetujui Johanis Tanak untuk menggantikan Lili Pintauli Siregar sebagai Wakil Ketua KPK


Bharada E Siap Hadapi Sidang Kasus Pembunuhan Brigadir J

1 hari lalu

Bharada E Siap Hadapi Sidang Kasus Pembunuhan Brigadir J

Ronny Talapessy menyatakan Bharada E siap menghadapi sidang kasus pembunuhan Brigadir J setelah berkasnya dinyatakan lengkap.


Korban Kasus KSP Indosurya 23 Ribu Orang, Kejagung: Kerugian Terbesar dalam Sejarah Rp 106 Triliun

2 hari lalu

Korban Kasus KSP Indosurya 23 Ribu Orang, Kejagung: Kerugian Terbesar dalam Sejarah Rp 106 Triliun

Kerugian dalam kasus KSP Indosurya disebut Kejaksaan Agung sebagai yang terbesar dalam sejarah yaitu Rp 106 triliun dengan 23 ribu korban.


Soal Penahanan Putri Candrawathi, Jampidum: Kewenangan Jaksa Penuntut Umum

2 hari lalu

Soal Penahanan Putri Candrawathi, Jampidum: Kewenangan Jaksa Penuntut Umum

Jaksa bisa saja melakukan penahanan apabila khawatir Putri Candrawathi melarikan diri, merusak barang bukti, dan melakukan tindak pidana lain.


Alasan Kejaksaan Agung Gabungkan Dua Perkara yang Jerat Ferdy Sambo

2 hari lalu

Alasan Kejaksaan Agung Gabungkan Dua Perkara yang Jerat Ferdy Sambo

Kejaksaan Agung mengungkapkan alasan penggabungan dua perkara yang menjerat Ferdy Sambo yaitu pembunuhan berencana dan obstruction of justice.