Kemenkes: Produk Kental Manis Aman Dikonsumsi Asal Sesuai Peruntukkannya

Reporter

Susu kental manis. Finecooking.com

TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan mendukung pelaksanaan Peraturan BPOM No 31 tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan yang waktu penyesuaiannya akan berakhir pada April 2021 mendatang. “Semua jenis produk makanan termasuk kental manis aman dikonsumsi selama produk tersebut digunakan sesuai peruntukan golongan umurnya,” ujar Direktur Gizi Masyarakat Kemenkes, Dhian Probhoyekti, dalam keterangannya, Rabu 10 Maret 2021.

Produk kental manis, kata dia, mengandung gula yang cukup tinggi sementara kandungan gizi seperti vitamin dan mineralnya sangat rendah dibandingkan susu bubuk atau susu formula lainnya.

“Jadi untuk anak-anak yang masih memerlukan zat gizi untuk pertumbuhannya dan perkembangannya secara optimal, maka makanan yang tepat adalah yang kandungan gulanya sesuai dengan usia anak tersebut, bukan kental manis. Untuk mencegah terjadinya obesitas,” tambah dia.

Peraturan BPOM itu dengan tegas melarang visualisasi kental manis yang disetarakan dengan pelengkap gizi layaknya produk susu pertumbuhan, termasuk yang diseduh dan disajikan sebagai minuman tunggal.

Peraturan BPOM juga mewajibkan produsen Kental Manis untuk mencantumkan tulisan “Tidak untuk menggantikan ASI, tidak cocok untuk bayi sampai usia 12 bulan, dan tidak untuk menjadi satu-satunya sumber asupan gizi” dengan teks warna merah pada kemasannya. Namun yang tak kalah penting adalah, tayangan di televisi tidak boleh menampilkan anak di bawah usia lima tahun sebagai pemeran tunggal dalam iklan komersil produk kental manis.

Dia mengaku selalu bergandengan tangan dengan BPOM, termasuk untuk penegakan PerBPOM No.31 tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan, utamanya terkait gizi anak.

“Itu sudah kita lakukan dan kita dukung. Peraturan tersebut menyebutkan bahwa iklan dan label kental manis dilarang menampilkan anak di bawah lima tahun, kemudian dilarang menggunakan visualisasi bahwa kental manis disetarakan dengan susu lain atau sebagai pelengkap gizi. Dilarang memvisualisasi kental manis dalam air di gelas yang disajikan sebagai minuman tunggal. Untuk iklan dilarang ditayangkan pada jam anak-anak,” terang dia.

Pejabat Kemenkes ini menjelaskan kandungan gula pada kental manis itu lebih dari 50 persen, sedang anak berusia satu hingga tiga tahun itu cuma membutuhkan 13-25 gram atau setara dengan dua sendok makan sehari.

Baca: Khofifah: Jangan Sertakan Susu Kental Manis Dalam Bantuan Sosial untuk Bayi






Kemenkeu Kaji Pengenaan Cukai Minuman Boba dkk untuk Cegah Obesitas

31 menit lalu

Kemenkeu Kaji Pengenaan Cukai Minuman Boba dkk untuk Cegah Obesitas

Kemenkeu menghadapi berbagai tantangan untuk menerapkan cukai pada minuman berpemanis. Salah satunya soal pemulihan ekonomi.


Hari Jantung Sedunia, Perempuan Rentan Kena Serangan Jantung setelah Menopause

17 jam lalu

Hari Jantung Sedunia, Perempuan Rentan Kena Serangan Jantung setelah Menopause

Wanita cenderung memiliki kekebalan relatif terhadap serangan jantung sebelum menopause, tapi setelahnya?


Wings Group Buka Suara soal Mie Sedaap yang Ditarik dari Pasar Hong Kong

1 hari lalu

Wings Group Buka Suara soal Mie Sedaap yang Ditarik dari Pasar Hong Kong

Wings Group Indonesia menjelaskan Mie Sedaap diproduksi dengan menaati regulasi dari badan terkait untuk memenuhi standar keamanan pangan yang berlaku.


Pakar Sebut Pentingnya Label Gula Tambahan pada Kemasan Makanan

2 hari lalu

Pakar Sebut Pentingnya Label Gula Tambahan pada Kemasan Makanan

Pakar menyebut label gula tambahan harus dicantumkan produsen makanan dan minuman di kemasan sehingga konsumen terbantu untuk mengecek komposisi gula.


Kementerian Kesehatan Tetapkan 3 Lab UI Jadi Pusat Riset Vaksin

4 hari lalu

Kementerian Kesehatan Tetapkan 3 Lab UI Jadi Pusat Riset Vaksin

Kementerian Kesehatan meluncurkan laboratorium jejaring OIC CoE untuk mendukung tercapainya tujuan kemandirian produksi vaksin.


Mengenal 3 Jenis Lemak Tubuh, Mana yang Paling Berbahaya?

6 hari lalu

Mengenal 3 Jenis Lemak Tubuh, Mana yang Paling Berbahaya?

Manusia membutuhkan lemak untuk energi, melindungi organ dan menyerap nutrisi, tetapi terlalu banyak tidak sehat.


Kenali Penyebab dan Risiko Penyakit Liver, Obesitas Salah Satunya

7 hari lalu

Kenali Penyebab dan Risiko Penyakit Liver, Obesitas Salah Satunya

Penyakit liver istilah untuk menggambarkan ketika organ hati mengalami gangguan fungsi. Obesitas jadi salah satu pencetusnya, selain 10 sebab lainnya


Mengenal Bahaya Antioksidan Buatan

8 hari lalu

Mengenal Bahaya Antioksidan Buatan

Antioksidan buatan berbahaya bila dikonsumsi berlebihan.


Uji Coba Kelas Rawat Inap Standar, Direktur RSUP Surakarta: 60 Persen Sudah Penuhi 12 Kriteria

8 hari lalu

Uji Coba Kelas Rawat Inap Standar, Direktur RSUP Surakarta: 60 Persen Sudah Penuhi 12 Kriteria

RSUP Surakarta menjadi salah satu rumah sakit yang menerapkan uji coba kelas rawat inap standar untuk pasien dengan hak kelas 2 dan kelas 3.


Skema Pembayaran Baru Siap Diujicobakan di 40 Serang

10 hari lalu

Skema Pembayaran Baru Siap Diujicobakan di 40 Serang

BPJS Kesehatan bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI siap mengujicobakan sistem pembayaran dengan skema Belanja Kesehatan Strategis Kesehatan Ibu dan Anak (BKS KIA) di 40 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) wilayah Kabupaten/Kota Serang.