Achsanul Qosasi Jawab Tudingan Kecipratan Duit Bansos Covid-19 Rp 1 Miliar

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Achsanul Qosasi pada rapat dengan Panitia Khusus (Pansus) Angket Pelindo II di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, 2 Desember 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Achsanul Qosasi pada rapat dengan Panitia Khusus (Pansus) Angket Pelindo II di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, 2 Desember 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Badan Pemeriksa Keuangan Achsanul Qosasi buka suara mengenai dugaan dirinya menerima Rp 1 miliar dalam kasus korupsi Bansos Covid-19. Dia menampik tudingan tersebut.

    "Yang pasti itu tidak benar," kata dia lewat keterangan tertulis, Rabu, 10 Maret 2021.

    Achsanul mengatakan saat ini BPK sedang melakukan pemeriksaan terhadap pengadaan Bantuan Sosial Covid-19 di Kementerian Sosial. Dia mengatakan enggan menanggapi tudingan tersebut karena khawatir akan mengganggu pemeriksaan yang dilakukan BPK. Dia mengatakan pemeriksaan akan segera rampung.

    "Pemeriksaan sedang jalan, sudah di ujung hampir final," ujar dia.

    Sebelumnya, BPK disebut ikut menerima duit Rp 1 miliar terkait kasus korupsi Bantuan Sosial Covid-19. Dugaan tersebut muncul dalam sidang kasus ini di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin, 8 Maret 2021.

    "Untuk BPK Pak 1 miliar, ada operasional BPK 1 miliar," kata mantan Pejabat Pembuat Komitmen Kemensos, Matheus Joko Santoso saat bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta.

    Baca juga: Saksi Sidang Korupsi Bansos Sebut Ada Duit Operasional Rp 1 M untuk BPK

    Matheus juga berstatus sebagai tersangka dalam kasus ini bersama eks Menteri Sosial Juliari Peter Batubara dan koleganya sesama PPK, Adi Wahyono. Adapun yang duduk sebagai tedakwa dalam sidang ini, adalah Harry Van Sidabukke dan Ardian Iskandar Maddanatja.

    Awalnya Jaksa KPK menanyakan kepada Matheus mengenai jumlah duit korupsi yang diterima oleh Matheus. Jaksa juga menanyakan untuk apa duit itu digunakan oleh Menteri Sosial Juliari Batubara. Joko menjelaskan uang digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari rapat menyewa pesawat, membayar pengacara dan salah satunya untuk diberikan kepada BPK.

    Jaksa kemudian mencecar Matheus. "Oh untuk operasional BPK 1 miliar, ini dikasih ke siapa?" tanya Jaksa. "Melalui Pak Adi, Pak," jawab Matheus.

    "Menurut BAP saudara, ya betul pak, saat itu perintahnya Pak Adi. Achsanul Qosasi gitu, menyebut nama itu?" tanya Jaksa.

    "Saya kurang tahu, karena waktu itu saya cuma diminta sama Pak Adi untuk menemui," kata Matheus menjawab pertanyaan Jaksa soal dugaan Achsanul Qosasi menerima aliran duit bansos Covid-19.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.