Kemendikbud Pertimbangkan Muat Kata Agama di Peta Jalan Pendidikan

Reporter

Editor

Amirullah

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim berswafoto dengan sejumlah penari di Sanggar Seni Nani Bili Kota Sorong, Papua Barat, Rabu, 10 Februari 2021. Kunjungan kerja Mendikbud selama tiga hari di Papua Barat untuk mengetahui secara langsung permasalahan pendidikan dan kebudayaan di wilayah tersebut. ANTARA FOTO/Olha Mulalinda

TEMPO.CO, Jakarta - Pelaksana tugas (Plt) Kepala Biro Kerja Sama dan Humas Kemendikbud, Hendarman menyebut pihaknya akan mempertimbangkan untuk memuat kata 'agama' secara eksplisit dalam Peta Jalan Pendidikan Nasional. Hal ini disampaikan merespon ramainya kritik bakal hilangnya frasa agama pada Visi Pendidikan Indonesia dalam draf Peta Jalan Pendidikan Nasional 2020-2035.

“Semua masukan yang sangat baik, termasuk penambahan kata-kata ‘agama’ secara eksplisit akan dipertimbangkan termuat pada pengembangan Peta Jalan Pendidikan Pendidikan,"  ujar Hendarman lewat keterangan tertulis yang dikutip Rabu, 10 Maret 2021.

Ia mengakui bahwa sejauh ini, hanya ada satu rancangan atau draf Peta Jalan Pendidikan yang sudah pernah dibuat dan dokumen tersebut bukanlah dokumen final.

“Membangun rakyat Indonesia untuk menjadi pembelajar seumur hidup yang unggul, terus berkembang, sejahtera, dan berakhlak mulia dengan menumbuhkan nilai-nilai budaya Indonesia dan Pancasila," demikian bunyi Visi Pendidikan Indonesia, dalam draf PJPN 2020-2035 yang beredar.

”Dapat dilihat pada keterangan di setiap halaman bahwa dokumen tersebut masih berupa draf. Substansinya belum lengkap, sehingga tidak dapat dikatakan dokumen final,” ujarnya.

Meski tidak ada kata 'agama' secara eksplisit dalam visi tersebut, Hendarman memastikan bahwa agama dan Pancasila tetap ada dalam Peta Jalan Pendidikan 2020-2035. Menurut dia, hal tersebut tercantum dalam profil Pelajar Pancasila. Di antara ciri profil tersebut adalah pelajar yang beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia.

“Agama sangat esensial bagi kita, bangsa Indonesia dan karenanya kami refleksikan pada profil Pelajar Pancasila," ujar Hendarman.

Kritik terhadap Peta Jalan Pendidikan 2020-2035 awalnya disampaikan Pengurus Pusat Muhammadiyah karena tidak ditemukannya kata 'agama' dalam draf rumusan paling mutakhir tanggal 11 Desember 2020, terutama hilangnya frasa 'agama' dari Visi Pendidikan Indonesia 2035. Hanya tercantum budaya sebagai acuan nilai mendampingi Pancasila.

“Saya bertanya, hilangnya kata agama itu kealpaan atau memang sengaja? Oke kalau Pancasila itu dasar (negara), tapi kenapa budaya itu masuk?” kata Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dalam keterangannya yang dikutip dari situs resmi Muhammadiyah.or.id, Selasa, 9 Maret 2021.

Menurut Haedar, hilangnya frasa agama dalam visi pendidikan bertentangan dengan konstitusi. Pasal 31 ayat (3) UUD 1945 berbunyi: "Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan Undang-Undang".

Selanjutnya pada ayat (5) disebut, pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia.






Ahmad Basarah: Perlu Terobosan Atasi Kekerasan di Dunia Pendidikan

2 hari lalu

Ahmad Basarah: Perlu Terobosan Atasi Kekerasan di Dunia Pendidikan

Ia mengusulkan penguatan dalam pelajaran budi pekerti yang dibungkus dengan konsep kekinian sesuai zaman generasi milenial.


5 Contoh Pendidikan Karakter

3 hari lalu

5 Contoh Pendidikan Karakter

Pendidikan karakter bukan sekadar mengajarkan benar dan salah


Pendidikan Karakter, Bagaimana Asal-usul hingga Perkembangannya?

3 hari lalu

Pendidikan Karakter, Bagaimana Asal-usul hingga Perkembangannya?

Pendidikan karakter usaha yang disengaja untuk memahami nilai etika


4 Kemungkinan Risiko Gap Year

4 hari lalu

4 Kemungkinan Risiko Gap Year

Gap year memilih jeda dari pendidikan formal untuk mencoba bekerja, mendalami hobi, merenungi keinginan, atau berlibur panjang


Bamsoet Dukung Festival Beta Pancasila Universitas Pattimura

5 hari lalu

Bamsoet Dukung Festival Beta Pancasila Universitas Pattimura

Festival Beta Pancasila mengamanatkan adanya keteguhan sikap dan tanggung jawab keluarga besar kampus untuk membela tanah air dalam wadah NKRI.


Tujuan dan Jenis Platform Rapor Pendidikan

5 hari lalu

Tujuan dan Jenis Platform Rapor Pendidikan

Rapor Pendidikan platform yang menyediakan data dari laporan hasil evaluasi sistem pendidikan


Langkah Mengakses Perencanaan Berbasis Data di Rapor Pendidikan

5 hari lalu

Langkah Mengakses Perencanaan Berbasis Data di Rapor Pendidikan

Platform Rapor Pendidikan memiliki berbagai fitur, salah satunya adalah Perencanaan Berbasis Data


Tujuan dan Tahapan Perencanaan Berbasis Data dalam Rapor Pendidikan

5 hari lalu

Tujuan dan Tahapan Perencanaan Berbasis Data dalam Rapor Pendidikan

Perencanaan Berbasis Data bentuk pemanfaatan dari platform Rapor Pendidikan sebagai intervensi satuan pendidikan


Tak Hanya Cumlaude, Berikut Predikat Kelulusan Pendidikan yang Lain

6 hari lalu

Tak Hanya Cumlaude, Berikut Predikat Kelulusan Pendidikan yang Lain

Syarat lain untuk gelar cumlaude hingga summa cumlaude adalah kelulusan yang tepat waktu dan tak pernah gagal dalam ujian.


Mengenal Predikat Kelulusan di Berbagai Jenjang Strata Pendidikan dan Program

6 hari lalu

Mengenal Predikat Kelulusan di Berbagai Jenjang Strata Pendidikan dan Program

Penentuan predikat kelulusan mahasiswa di setiap kampus berbeda. Meski begitu, rentang nilai IPK yang dikategorikan tidak terlalu berbeda.