Petisi Relawan Contact Tracer Tuntut Hak Insentif 2 Bulan Belum DIbayar

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana uji klinis vaksin virus Corona kepada relawan, di Puskesmas Dago, Bandung, Senin, 11 Agustus 2020. Penyuntikan vaksin ini digelar di enam lokasi, yaitu Rumah Sakit Pendidikan Unpad, Balai Kesehatan Unpad dan empat puskesmas di Kota Bandung. ANTARA/Novrian Arbi

    Suasana uji klinis vaksin virus Corona kepada relawan, di Puskesmas Dago, Bandung, Senin, 11 Agustus 2020. Penyuntikan vaksin ini digelar di enam lokasi, yaitu Rumah Sakit Pendidikan Unpad, Balai Kesehatan Unpad dan empat puskesmas di Kota Bandung. ANTARA/Novrian Arbi

    TEMPO.CO, Jakarta - Perwakilan Contact Tracer se-Indonesia mendesak hak insentif mereka yang belum dibayarkan BNPB dua bulan terakhir. Tuntutan mereka antara lain dituangkan dalam petisi di change.org dengan judul Bayarkan Hak Insentif Relawan Contact Tracer BNPB yang Tertunda Lebih Dari 2 Bulan.

    Petisi Relawan Contact Rrace itu meminta hak insentif mereka harus dibayarkan sebelum selesai kontrak yaitu pada 31 Maret 2021. Petisi tersebut dibuat 7 Maret 2021.

    "Maka dari itu, kami mengajak seluruh masyarakat untuk mendesak BNPB segera memberikan seluruh hak insentif kami, sebelum selesai kontrak yaitu tanggal 31 Maret 2021. Kemudian besar harapan kami bagi Contact Tracer selanjutnya, wajib dibekali jaminan kesehatan dan kebijakan kompensasi insentif jika terpapar Covid-19 sebagai bentuk perlindungan Negara terhadap Relawan". Tulis Perwakilan Contect Tracer. Hingga pukul 16.45 petang ini, 9 maret 2021, sebanyak 2.869 telah menandatangani petisi tersebut. 

    Relawan Congtact Tracer merupakan tenaga kesehatan yang bertugas membantu Puskesmas untuk meningkatkan pelacakan kontak erat, pemantauan pasien Covid-19, dan tugas lainnya yang mendukung penanganan Covid-19.

    Baca: Cara Melakukan Contact Tracing Covid-19

    Meskipun peran dari contact tracer dirasa langsung manfaatnya oleh masyarakat dan Puskesmas, namun hak insentif yang diberikan pihak BNPB belum juga mereka terima dua bulan terakhir. 

    Bahkan, beberapa orang menyatakan hak insentif pada Desember 2020 pun belum diterima. Padahal sebelumnya dijanjikan akan dibayar setiap akhir bulan, begitu tulisan dari Perwakilan Contact Tracer se-Indonesia dalam petisinya.

    Pada petisi di Change.org, diketahui Indonesia memiliki relawan contact tracer sebanyak 6.509 orang. Contact tracer bekerja di lingkungan Puskesmas yang tersebar di 61 kota/kabupaten, 13 provinsi.

    Selain itu, Relawan juga memiliki risiko yang tinggi terpapar Covid-19 tetapi tidak mendapat jaminan kesehatan maupun kompensasi insentif ketika dinyatakan positif Covid-19 dari tempat kerja.

    Ketua bidang Kesehatan Satgas Covid-19 Alexander K. Ginting memberikan tanggapan terhadap keresahan Relawan Contact Tracer tersebut, bahwa BNPB akan membayarkan hal insentif Relawan Contact Tracer pada bulan Januari dan Februari secara bertahap.

    Koordinator Subbidang Koordinasi Umum Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19 dr. Aqsha Azhary Nur menginformasikan tiga provinsi di Aceh, Kalimantan Selatan dan Papua untuk pengguna rekening BRI konvensional telah ditransfer oleh Satgas Penanganan Covid-19 kemarin, 8 Maret 2021. Ia menginformasikan pula untuk pengguna rekening BRI non-konvensional atau di luar bank BRI cair hari ini (9 Maret 2021, dan untuk yang memiliki nomor rekening BRI non-konvensional atau di luar bank BRI, menurutnya, akan cair besok (10 Maret 2021). 

    ASMA AMIRAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berjemur dan Dampak Positifnya Bagi Mata

    Mata merupakan jendela dunia. Penggunaan gawai yang berlebihan bisa berbahaya. Oleh karena itu kita harus merawatnya dengan memperhatikan banyak hal.