Ini Aset Penginapan yang Diduga Terhubung dengan Tersangka Suap Pajak

Penginapan bernama Grha Timoho atau Rumah Dharma 3 di Jalan Timoho 2 No 26 Yogyakarta yang diduga milik tersangka penerima suap dan gratifikasi pengurusan pajak sejumlah perusahaan, Direktur Ekstensifikasi dan Penilaian Pajak, Angin Prayitno Aji. TEMPO/PRIBADI WICAKSONO

TEMPO.CO, Yogyakarta - Direktur Ekstensifikasi dan Penilaian Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Angin Prayitno Aji diduga turut memiliki aset berupa rumah megah seluas 500 meter di pusat Kota Yogyakarta.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Angin sebagai tersangka dugaan penerima suap dan gratifikasi pengurusan pajak sejumlah perusahaan.

Adapun aset Angin Prayitno di Kota Yogyakarta yang kini tengah ditelusuri KPK, salah satunya, berupa rumah penginapan bernama Grha Timoho yang lokasinya berada di Jalan Timoho 2 No 26 Kota Yogyakarta.

Saat Tempo mendatangi rumah yang berada di komplek pemukiman elit dan sisi barat Fakultas Hukum kampus Universitas Janabadra itu pada Selasa, 9 Maret 2021 siang, pagarnya tampak terbuka lebar.

Namun, saat coba berulang kali pintu utama rumah utama itu diketuk, tak ada yang merespon. Pos satpam di bagian depan rumah yang dihiasi berbagai ornamen seperti candi Borobudur itu juga tampak kosong tak ada penjaga. Hanya sisi lantai pos satpam itu tampak gulungan selang air serta puntung-puntung rokok bertebaran.

Melalui sisi depan bagian samping rumah yang berada persis di depan SMP Pangudi Luhur itu, hanya tampak taman yang terhubung dengan pintu samping juga tak nampak ada aktivitas.

Seperti dikutip Koran Tempo edisi 8 Maret 2021, penginapan yang juga bernama Rumah Dharma 3 ini ditengarai terhubung Rumah Dharma 1 dan 2 yang berlokasi di dekat Candi Borobudur Kabupaten Magelang Jawa Tengah. Seluruh aset itu kini tengah ditelusuri KPK.

Di Dusun 3 Wanurejo, Borobudur, penginapan mewah itu menampung tamu yang sebagian turis mancanegara. Di penginapan itu terdapat kolam renang, bungalo, dan pendopo khas joglo. Tak jauh dari sana, berdiri Rumah Dharma 1 dengan pemilik yang sama. Bangunannya memiliki karakter arsitektur yang sama.

Pemodalnya berinisial "W", yang disebut-sebut pernah menjabat direktur di Direktorat Jenderal Pajak. Pemilik tiga penginapan itu diduga terhubung dengan tersangka penerima suap dan gratifikasi pengurusan pajak sejumlah perusahaan, Angin Prayitno Aji. Angin diduga meminjam nama ihwal kepemilikan tiga properti penginapan di Yogyakarta dan Magelang.

Tempo berusaha meminta konfirmasi soal pemodal guest house tersebut melalui manajer Rumah Dharma 3, Ragil Jumedi. Melalui sambungan telepon, Tempo menghubungi Ragil. Namun yang menjawab adalah pegawainya bernama Defan. Ia menyampaikan dirinya tak tahu-menahu mengenai status kepemilikan tiga penginapan yang tersebar di Magelang dan Jawa Tengah.

Defan hanya mengatakan Ragil sebagai manajer pengelola Rumah Dharma 3. “Pak Medi sedang tidak di Rumah Dharma 3. Silakan tinggalkan pesan,” kata Defan saat dihubungi, Sabtu lalu.

Sementara itu, Ketua RT 03, RW 01, Muja-Muju, Kecamatan Umbulharjo, Agung Prasetyo Utama, mengatakan tak tahu banyak siapa pemilik rumah tersebut. “Itu juga menjadi pertanyaan besar saya, sebenarnya rumah ini milik siapa ?” kata Agung.

Dari kabar yang ia dengar, rumah tersebut sempat dijual pada terjual sekitar Rp 5 miliar pada 2018.   

Agung menuturkan, rumah itu dulunya milik seseorang yang kabarnya bekerja di perusahaan BUMN bidang perkebunan. Rumah itu lantas dijual ahli waris kepada seorang pria. Pembeli itu mengaku kepada Agung hanya menjadi perantara untuk kerabatnya yang bekerja di kantor pajak di Jakarta.

Hingga sekarang KPK belum mengumumkan resmi penetapan tersangka dalam kasus suap pajak ini.

Baca juga: Tarik Ulur Penetapan Tersangka Suap Pajak






Lukas Enembe Dipastikan Tak Penuhi Panggilan KPK Hari Ini

53 menit lalu

Lukas Enembe Dipastikan Tak Penuhi Panggilan KPK Hari Ini

Roy mengatakan Lukas Enembe sudah beberapa kali mengalami serangan stroke. Menurut dia, Lukas seharusnya sudah menjalani perawatan di Singapura.


KPK Bakal Periksa 3 Saksi dari Swasta di Kasus Korupsi Bupati Pemalang

1 jam lalu

KPK Bakal Periksa 3 Saksi dari Swasta di Kasus Korupsi Bupati Pemalang

KPK akan melakukan pemeriksaan terhadap 3 orang dari swasta dalam kasus dugaan korupsi jual beli jabatan Bupati Pemalang Mukti Agung Wibowo.


Kasus Dugaan Suap Lukas Enembe, KPK Panggil 2 Saksi

1 jam lalu

Kasus Dugaan Suap Lukas Enembe, KPK Panggil 2 Saksi

Dua saksi di Kasus Lukas Enembe ialah karyawan swasta Tamara Anggany dan pegawai negeri sipil (PNS) bernama Wiyanti Hakim


Jokowi Minta Lukas Enembe Hormati Panggilan KPK

2 jam lalu

Jokowi Minta Lukas Enembe Hormati Panggilan KPK

Presiden Joko Widodo atau Jokowi ikut merespons singkat kasus gratifikasi yang menjerat Gubernur Papua Lukas Enembe. Kepala negara meminta semua pihak, termasuk Lukas, untuk menghormati proses hukum yang berjalan di Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK.


Jokowi Perintahkan Mahfud Reformasi Hukum Usai Sudrajad Dimyati Jadi Tersangka

2 jam lalu

Jokowi Perintahkan Mahfud Reformasi Hukum Usai Sudrajad Dimyati Jadi Tersangka

Jokowi mengaku telah memberi perintah khusus kepada Menko Polhukan Mahfud Md usai Hakim Agung Sudrajad Dimyati ditetapkan tersangka korupsi


Hakim Agung Terjerat OTT KPK, Pengamat: Ketua MA Jangan Kasih Wejangan Saja

3 jam lalu

Hakim Agung Terjerat OTT KPK, Pengamat: Ketua MA Jangan Kasih Wejangan Saja

Ahli Pidana Azmi Syahputra meminta Mahkamah Agung melakukan reformasi usai Hakim Agung Sudrajad Dimyati terjerat Operasi Tangkap Tangan KPK.


ICW Desak KPK Layangkan Ultimatum Jemput Paksa ke Lukas Enembe

4 jam lalu

ICW Desak KPK Layangkan Ultimatum Jemput Paksa ke Lukas Enembe

ICW mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi memberikan ultimatum penjemputan paksa ke Gubernur Papua Lukas Enembe.


KPK akan Dalami Dugaan TPPU Lukas Enembe di Kasino

4 jam lalu

KPK akan Dalami Dugaan TPPU Lukas Enembe di Kasino

KPK akan mendalami dugaan tindak pidana pencucian uang yang diduga dilakukan oleh Gubernur Papua Lukas Enembe di kasino.


Keinginan Lukas Enembe untuk Berobat ke Singapura, KPK Bakal Mempertimbangkan Setelah Ada Pemeriksaan Medis

5 jam lalu

Keinginan Lukas Enembe untuk Berobat ke Singapura, KPK Bakal Mempertimbangkan Setelah Ada Pemeriksaan Medis

KPK mengharapkan Lukas Enembe dapat memenuhi panggilan untuk menjalani pemeriksaan dalam dugaan gratifikasi


Top Nasional: Tim Penyelesaian Pelanggaran HAM Berat Gelar Rapat Perdana dan Kasus Lukas Enembe

5 jam lalu

Top Nasional: Tim Penyelesaian Pelanggaran HAM Berat Gelar Rapat Perdana dan Kasus Lukas Enembe

Berita yang menarik perhatian pembaca hingga pagi ini di antaranya Tim Penyelesaian Pelanggaran HAM Berat di masa lalu mulai rapat perdana di Surabaya