Kemensos dan Dukcapil Benahi Akurasi Data KPM

Warga penerima penyaluran program bantuan sosial tunai (BST), salah satu program dari Kementerian Sosial.

INFO NASIONAL - Tingkat akurasi data menjadi kunci keberhasilan penyaluran program bantuan sosial tunai (BST). Program dari Kementerian Sosial ini ditargetkan kepada 10 juta keluarga penerima manfaat (KPM) pada 2021.

Menteri Sosial Tri Rismaharini sangat mencermati terkait akurasi data KPM penerima BST karena ingin penyaluran BST berjalan efektif dan tepat sasaran. "Efektivitas program BST ini menjadi perhatian utama," ujar Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin Kemensos Asep Sasa Purnama, Minggu, 7 Maret 2021.

Agar penyaluran BST berjalan efektif dan tepat sasaran, Risma menggandeng Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri untuk menyamakan data penerima KPM dengan nomor induk kependudukan (NIK). 

Peran Ditjen Dukcapil membantu dalam melakukan validasi data. Sebab, masih ada KPM yang tidak memiliki NIK hingga saat ini. NIK pada KTP menjadi salah satu syarat agar KPM bisa menerima BST senilai Rp 300 ribu.

Selama ini, KPM yang tidak dapat menunjukkan NIK tetap bisa mendapatkan BST. Namun, KPM harus berdomisili di desa tersebut dan menulis alamat lengkapnya.
"Jika ada yang belum punya e-KTP langsung dilakukan perekaman," kata Asep Sasa.

Rencananya, Mensos Risma bersama Ditjen Dukcapil akan bersama-sama turun langsung memantau penyaluran BST ke beberapa daerah seperti lokasi Suku Anak Dalam di Jambi dan Papua. 

Dengan penyamaan data dengan Dukcapil, diharapkan akan mempermudah proses evaluasi dari sejumlah pihak lain yakni himpunan bank negara (Himbara), PT Pos Indonesia (Persero), KPK, Jaksa Agung, BPKP, Bappenas, Kemenko PMK, Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Ketua Satgas BST PT Pos Indonesia (Persero) Haris Husen juga mengapresiasi peran Kemensos untuk memadankan data penerima KPM dengan Dukcapil melalui NIK. "Kami mendukung penuh upaya ibu Menteri untuk segera melakukan perbaikan data yang bisa dipertanggungjawabkan, " katanya. 

Pada kesempatan itu, Asep Sasa memuji peran PT Pos Indonesia (Persero) yang selalu proaktif memperbarui data penerima bantuan sosial tunai (BST) dengan menyambangi langsung ke KPM. Verifikasi data menjadi sangat penting untuk menyukseskan program ini."Kami apresiasi Pos Indonesia. Penyaluran BST juga berjalan baik pada 2020. Realisasinya 97 persen lebih," katanya. 

Pos Indonesia mendapatkan mandat dari Pemerintah untuk menyalurkan BST ke KPM di seluruh wilayah Indonesia. Pada 2020, penyaluran BST dilakukan di seluruh wilayah Indonesia, kecuali Jabodetabek. Sebab, wilayah tersebut mendapatkan bantuan sembako dari presiden.

Karena situasi pandemi Covid-19 masih berlanjut, Presiden Joko Widodo memutuskan program BST kembali dilanjutkan hingga April 2021. Dengan target penerima juga bertambah menjadi 10 juta KPM. Nilai indeks bantuannya tetap sama, yakni Rp300 ribu per KPM per bulan."Anggaran yang disiapkan untuk menyukseskan program BST ini sekitar Rp 12 triliun," kata Asep Sasa.

Asep Sasa berharap, BST bisa meringankan beban para KPM di tengah pandemi ini, khususnya kelompok miskin dan rentan, sehingga mereka bisa memenuhi kebutuhan dasar.(*) 






Yandri Susanto Dukung Kemensos di Program Bantuan Air Bersih

8 jam lalu

Yandri Susanto Dukung Kemensos di Program Bantuan Air Bersih

Wakil Ketua MPR RI H. Yandri Susanto, S.Pt mengapresiasi Program Pemberdayaan Masyarakat Tentang Air Bersih (PPMTAB) Kementerian Sosial (Kemensos) RI dibawah kepemimpinan Menteri Sosial Tri RismaHarini.


Risma Salurkan Santunan untuk 125 Ahli Waris Tragedi Kanjuruhan

1 hari lalu

Risma Salurkan Santunan untuk 125 Ahli Waris Tragedi Kanjuruhan

Setiap ahli waris korban tragedi Kanjuruhan mendapatkan bantuan sebesar Rp 15 juta dan paket sembako.


Kemensos Rancang Program Bansos untuk Lansia, Disabilitas dan Yatim Piatu Rp 493 Miliar

4 hari lalu

Kemensos Rancang Program Bansos untuk Lansia, Disabilitas dan Yatim Piatu Rp 493 Miliar

Kementerian Sosial sedang mencoba mengembangkan program bansos khusus untuk disabilitas, lansia, dan anak yatim piatu. Seperti apa bentuknya?


Tito Karnavian Temui Mendagri Jepang, Bahas Penguatan Kerja Sama Bilateral

7 hari lalu

Tito Karnavian Temui Mendagri Jepang, Bahas Penguatan Kerja Sama Bilateral

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengunjungi Menteri Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang, Minoru Terada di Tokyo.


3 Rumah Ibadah di Jakarta Utara Bisa Akses Sistem PeDeKaTe untuk Pencatatan Perkawinan

16 hari lalu

3 Rumah Ibadah di Jakarta Utara Bisa Akses Sistem PeDeKaTe untuk Pencatatan Perkawinan

Pengurus tiga rumah ibadah sudah bisa masuk ke dalam aplikasi Sudin Dukcapil Jakarta Utara untuk mengunggah berkas permohonan pencatatan perkawinan.


Kemensos Bakal Bagikan BLT Khusus Yatim Piatu hingga Lansia pada Desember 2022

19 hari lalu

Kemensos Bakal Bagikan BLT Khusus Yatim Piatu hingga Lansia pada Desember 2022

Bantuan ini, kata Risma, dianggarkan setelah Kemensos mendapat dana tambahan sebesar Rp400 miliar dari Kementrian Keuangan.


Mensos Risma Klaim Sudah Salurkan BLT BBM ke 12,7 Juta Kepala Keluarga

19 hari lalu

Mensos Risma Klaim Sudah Salurkan BLT BBM ke 12,7 Juta Kepala Keluarga

Pemerintah bakal memberikan BLT BBM sebesar Rp600 ribu untuk enam bulan kepada 20,65 juta keluarga kurang mampu.


BLT BBM Cair, Ini Cara Lengkap Cek Penerimanya di cekbansos.kemensos.go.id

20 hari lalu

BLT BBM Cair, Ini Cara Lengkap Cek Penerimanya di cekbansos.kemensos.go.id

Kemensos telah menyalurkan BLT BBM sebesar Rp 600.000. Bagaimana cara mengecek penerimanya lewat situs Kemensos dan mencairkannya di kantor pos?


Nama Penerima BLT BBM Bisa Didaftarkan via Ponsel dengan Aplikasi Cek Bansos, Caranya?

29 hari lalu

Nama Penerima BLT BBM Bisa Didaftarkan via Ponsel dengan Aplikasi Cek Bansos, Caranya?

Anda bisa mendaftarkan nama orang yang memenuhi kriteria untuk memperoleh BLT BBM tapi belum masuk daftar yang dimiliki pemerintah hanya via ponsel.


Awas, Ada Link Palsu Pendaftaran Bansos yang Mencatut Logo Kemensos

29 hari lalu

Awas, Ada Link Palsu Pendaftaran Bansos yang Mencatut Logo Kemensos

Belakangan ini ditemukan link palsu yang mengatasnamakan pendaftaran bansos yang mencatut logo Kementerian Sosial.