Demokrat Apresiasi Gatot Nurmantyo Tolak Tawaran untuk Kudeta AHY

Mantan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo ikut menjadi pembicara dalam Kampanye Capres 02, Prabowo Subianto di Surabaya, 12 April 2019. Video Live Streaming/Facebook Prabowo Subianto

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra mengatakan partainya mengapresiasi mantan Panglima Tentara Nasional Indonesia Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo yang pernah menolak tawaran melengserkan Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono. Ia membandingkan sikap Gatot dengan mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Moeldoko yang malah menerima penobatan menjadi Ketua Umum Demokrat versi Kongres Luar Biasa di Deli Serdang.

"Kami mengapresiasi dan merasa bersyukur ada seorang purnawirawan bintang empat juga (Gatot) yang masih memiliki standar moral dan etika yang tinggi. Sesuatu yang sepertinya langka di Indonesia hari-hari ini," kata Herzaky kepada Tempo, Ahad malam, 7 Maret 2021.

Gatot sebelumnya bercerita bahwa dirinya sempat ditawari menjadi ketua umum Partai Demokrat. Caranya dengan menggaungkan mosi tidak percaya terhadap AHY, hingga putra sulung mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu turun dari kursi ketua umum.

Namun, Gatot mengaku ia lantas teringat jasa SBY dalam kariernya di militer. Menurut Gatot, saat menjabat presiden, SBY sebagai mantan tentara tentu mengetahui setiap kenaikan kariernya. Misalnya ketika dia naik pangkat menjadi bintang tiga dan menjabat Panglima Komando Strategis TNI Angkatan Darat.

Baca: Moeldoko Jadi Ketum KLB Demokrat, Din Syamsuddin: Layak Dipecat Jokowi

Gatot juga mengingat saat Presiden SBY memanggilnya ke Istana dan mendapuk dirinya sebagai Kepala Staf Angkatan Darat. Gatot mengatakan, ia tak dapat mendongkel anak dari orang yang pernah berjasa terhadap dirinya itu.

"Saya terima kasih (digadang-gadang jadi ketua umum), tetapi moral etika saya tidak bisa menerima itu," kata Gatot dalam video yang diunggah di akun Instagramnya.

Herzaky menilai minat orang-orang mengambil alih Demokrat tak terlepas dari meningkatnya tren elektabilitas serta capaian partainya di Pilkada 2020. Ia juga mengklaim apresiasi masyarakat terus mengalir untuk Demokrat.

"Partai Demokrat memang bagaikan buah ranum yang menarik perhatian para pihak yang ingin menempuh jalan pintas dalam meraih kekuasaan politik," kata dia.

Hanya saja, Herzaky menyayangkan ada pihak yang memaksakan Kongres Luar Biasa tak sesuai aturan dan tidak dihadiri pemilik suara sah. Ia menilai mereka telah menempuh cara-cara tak terpuji, tak bermartabat, dan tak beretika dengan melakukan gerakan pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat.

Herzaky menyebut segelintir kader dan mantan kader yang menjadi aktor KLB itu sebagai garong politik. Dia pun menyindir Kepala Staf Presiden Moeldoko yang mengamini apa yang dilakukan para kader dan eks kader itu dengan menerima tawaran menjadi 'ketua umum abal-abal'.

"Sosok seorang pejabat negara yang seharusnya memiliki moral compass yang tinggi, ternyata menunjukkan perilaku sebaliknya. Tentunya ini membuat kita kaget dan khawatir, ternyata memiliki jabatan dan pangkat tinggi tidak berarti memiliki jiwa kesatria dan moralitas tinggi," kata Herzaky.

Herzaky mengimbuhkan, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY selalu mengingatkan bahwa moral, etika dan bertindak sesuai kepatutan merupakan pedoman bagi kader Demokrat. Mendengar pengakuan Gatot Nurmantyo, kata dia, Demokrat berharap semakin banyak tokoh yang menyuarakan pandangannya mengenai hal ini. "Agar publik benar-benar tahu kalau masih ada harapan menemukan keteladanan dalam sosok-sosok pejabat negara maupun mantan pejabat negara," ujar dia.

BUDIARTI UTAMI PUTRI






Soal Safari Politik Puan Maharani ke Partai Demokrat, Masinton: Masih Diatur Waktunya

8 jam lalu

Soal Safari Politik Puan Maharani ke Partai Demokrat, Masinton: Masih Diatur Waktunya

Said Abdullah mengungkapkan bahwa Puan Maharani tetap akan berkunjung ke Partai Demokrat terlepas dari kritikan yang sering dilontarkan.


AHY Sebut Lukas Enembe Sudah Empat Kali Terkena Stroke

18 jam lalu

AHY Sebut Lukas Enembe Sudah Empat Kali Terkena Stroke

AHY mengatakan telah bertemu dengan Lukas Enembe kemarin. Dia mengungkapkan kader Partai Demokrat itu telah terkena 4 kali serangan stroke.


Partai Demokrat Siapkan Tim Bantuan Hukum bagi Lukas Enembe

18 jam lalu

Partai Demokrat Siapkan Tim Bantuan Hukum bagi Lukas Enembe

Partai Demokrat menyiapkan bantuan hukum untuk kadernya sekaligus Gubernur Papua, Lukas Enembe, yang terjerat kasus korupsi oleh KPK.


Partai Demokrat Nonaktifkan Lukas Enembe dari Jabatan Ketua DPD Papua

19 jam lalu

Partai Demokrat Nonaktifkan Lukas Enembe dari Jabatan Ketua DPD Papua

Lukas Enembe dinonaktifkan dari jabatan Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Papua.


Soal Kasus Lukas Enembe, AHY Duga Ada Intervensi Elemen Negara

20 jam lalu

Soal Kasus Lukas Enembe, AHY Duga Ada Intervensi Elemen Negara

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono membeberkan dua intervensi oleh elemen negara yang pernah dialami Lukas Enembe.


NasDem Sebut Deklarasi Koalisi dan Capres Partai Itu Digelar 10 November 2022

21 jam lalu

NasDem Sebut Deklarasi Koalisi dan Capres Partai Itu Digelar 10 November 2022

Partai NasDem menyebut pengumuman koalisi dan calon presiden yang akan diusung partai itu akan dilakukan pada 10 November 2022.


Koalisi PKS, NasDem dan Demokrat Diprediksi Alot Tentukan Cawapres

1 hari lalu

Koalisi PKS, NasDem dan Demokrat Diprediksi Alot Tentukan Cawapres

PKS, NasDem dan Demokrat disebut bisa sepakat soal Anies Baswedan sebagai capres, tetapi alot dalam menentukan siapa pendampingnya.


Soal Peluang Anies Baswedan Jadi Capres, Ini Kata PKS

1 hari lalu

Soal Peluang Anies Baswedan Jadi Capres, Ini Kata PKS

PKS tak membantah soal nama Anies Baswedan yang akan mereka usung sebagai calon presiden bersama NasDem dan Demokrat.


NasDem 90 Persen Usung Anies Baswedan, Koalisi Diumumkan November Mendatang

1 hari lalu

NasDem 90 Persen Usung Anies Baswedan, Koalisi Diumumkan November Mendatang

Anies Baswedan disebut sebagai calon presiden yang paling berpeluang untuk diusung oleh koalisi NasDem, Demokrat dan PKS.


NasDem Sebut Koalisi dengan PKS dan Demokrat Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan

2 hari lalu

NasDem Sebut Koalisi dengan PKS dan Demokrat Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan

Partai NasDem dan calon mitra koalisinya memilih berhati-hati daripada terburu-buru dalam meresmikan koalisi.