Menilik Jejak Sigi Airlangga Hartanto Sebagai Capres 2024

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto memberikan sambutan saat mengikuti Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Golkar di DPP Partai Golkar, Jakarta, Jumat 5 Maret 2021. Rapimnas yang bertemakan 'Golkar Optimis Indonesia Sehat dan Sejahtera' tersebut membahas strategi pemenangan pemilihan Presiden (Pilpres), Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dan juga Pemilihan Legislatif (Pileg) pada 2024. ANTARA FOTO/Galih Pradipta

    Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto memberikan sambutan saat mengikuti Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Golkar di DPP Partai Golkar, Jakarta, Jumat 5 Maret 2021. Rapimnas yang bertemakan 'Golkar Optimis Indonesia Sehat dan Sejahtera' tersebut membahas strategi pemenangan pemilihan Presiden (Pilpres), Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dan juga Pemilihan Legislatif (Pileg) pada 2024. ANTARA FOTO/Galih Pradipta

    TEMPO.CO, Jakarta - Wacana mengajukan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto sebagai capres 2024, kembali mencuat. Dalam Rapat Pimpinan Nasional Partai Golkar yang selesai kemarin, Sabtu, 6 Maret 2021, arus bawah partai beringin itu disebut-sebut mendorong Airlangga untuk maju.

    "Bila selama ini kita menerima aspirasi tersebut secara informal, mendengarkan suara-suara lepas dari bawah, sekarang kami DPP sudah mendapatkan pernyataan aspirasi secara langsung dari seluruh 34 DPD Provinsi, 10 Ormas yang ada di lingkungan Partai Golkar, dan senior-senior yang berada di Dewan Pembina, Dewan Kehormatan, Dewan Penasehat, Dewan Pakar, dan Dewan Etik," ujar Korbid Pemenangan Pemilu DPP Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia.

    Meski begitu, rencana ini dipertanyakan. Nama Airlangga, belum terlalu sering menjadi kandidat kuat calon presiden, dalam beberapa hasil sigi yang dilakukan oleh lembaga survei. Namanya masih kalah populer dengan beberapa nama lain seperti Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, atau bahkan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

    Berikut beberapa hasil sigi lembaga survei, yang memuat nama Airlangga.

    1. Lembaga Survei Indonesia (LSI)
    LSI membuat sigi pada periode 25-31 Januari 2021 lalu tentang peta awal pemilu 2024. Mereka menggunakan 1.200 responden sebagai sampel basis. Meski begitu dilakukan oversample pada 11 provinsi sebanyak 100 responden, sehingga total sampel yang dianalisis sebanyak 2.300 laporan.

    Dari hasil survei, nama Airlangga tak ada dalam pilihan utama responden, saat ditanya siapa presiden yang tepat jika Pilpres diadakan sekarang. Airlangga hanya mendapat 0,1 persen. Hal serupa didapat oleh beberapa sosok lain seperti Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, hingga anaknya, Puan Maharani.

    Nama Airlangga bahkan tak muncul dari simulasi 14 nama tertutup yang diulas oleh LSI dalam survei tersebut. Nama-nama yang masuk masih didominasi nama lama seperti Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, hingga Agus Harimurti Yudhoyono.

    2. Survei Indikator Politik
    Nama Airlangga sedikit lebih baik dalam sigi yang dilakukan oleh Survei Indikator Politik pada Oktober 2020 lalu. Namanya muncul dari 15 nama yang disimulasi tertutup oleh Indikator Politik.

    Hasilnya, meski nama Airlangga tak diperhitungkan pada Februari dan Mei 2020, namun pada Juli 2020 namanya mulai naik ke 0,3 persen dan pada September 2020 naik lagi menjadi 1,2 persen. Dari survei ini, Airlangga menunjukan peningkatan yang lebih baik dibanding Puan Maharani, Muhaimin Iskandar, atau bahkan beberapa nama kuda hitam seperti Erick Thohir dan Tito Karnavian.

    3. Indometer
    Sama dengan beberapa sigi lain, Survei dari Indometer yang dirilis pada Februari 2021 lalu menunjukan nama-nama seperti Prabowo, Ganjar, dan Ridwan masih yang teratas dalam Capres 2024. Dalam survei ini, nama Airlangga bahkan tak mencapai 1 persen. "Masih terbuka peluang ceruk suara yang diperebutkan menuju 2024," kata Direktur Eksekutif Indometer Leonard SB.

    Baca: Peserta Rapimnas Golkar Dorong Airlangga Maju Capres 2024


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.