Terpopuler Nasional: Soal KLB Demokrat hingga Airlangga Didorong Maju Capres

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY menyampaikan keterangan pers terkait KLB Partai Demokrat di Puri Cikeas, Bogor, Jumat, 5 Maret 2021. SBY merespons KLB Partai Demokrat (PD) di Deli Serdang. ANTARA/Asprilla Dwi Adha

    Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY menyampaikan keterangan pers terkait KLB Partai Demokrat di Puri Cikeas, Bogor, Jumat, 5 Maret 2021. SBY merespons KLB Partai Demokrat (PD) di Deli Serdang. ANTARA/Asprilla Dwi Adha

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua berita menjadi perhatian publik selama akhir pekan ini. Berita pertama seputar kongres luar biasa (KLB) Partai Demokrat. Kedua tentang Rapimnas Golkar yang mendorong Airlangga maju capres 2024.

    1. Mantan Loyalis Anas Urbaningrum Sebut SBY Guru Kudeta

    Anggota Presidium Perhimpunan Pergerakan Indonesia, Sri Mulyono, menyebut Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai guru kudeta.

    “Pak SBY lah guru ilegal di dalam Demokrat, guru arogansi Demokrat, dan guru KLB, guru kudeta,” kata Mulyono dalam diskusi Polemik Trijaya, Sabtu, 6 Maret 2021.

    Mulyono yang merupakan mantan loyalis Anas Urbaningrum ini menilai penyelenggaraan kongres luar biasa atau KLB di Deli Serdang terjadi karena para kader senior belajar dari SBY. “Pak SBY itu yang mengajari semua itu. Sehingga sekarang terjadi KLB. Seandainya Pak SBY tidak mengajari itu maka menurut saya tidak ada KLB, tidak ada tindakan-tindakan ilegal, tidak ada tindakan arogan,” katanya.

    Menurut Mulyono, KLB yang terjadi saat ini dimulai oleh SBY sendiri. Sebab, selama kepemimpinan Partai Demokrat oleh Subur Budhisantoso dan Hadi Utomo, tidak ada keributan di internal hingga berujung pada KLB.

    Baca: Sebut KLB Demokrat Tak Lazim, Pengamat LIPI: Atraksi Politik

    Ketika Anas Urbaningrum memimpin, kata Mulyono, muncul usaha-usaha untuk menggulingkannya yang terbaca secara jelas. Mulyono menceritakan SBY pernah mengadakan rapimnas di Cikeas tanpa mengundang Anas sebagai ketua umum. Kemudian ada Forum Komunikasi Pendiri dan Deklarator Partai Demokrat mengadakan sebuah acara di Sahid, namun Anas tidak diundang dan diberi tahu. “Ini juga ilegal,” ucapnya.

    Pada 4 Februari 2013, SBY berpidato dari Jeddah meminta supaya KPK menetapkan status hukum Anas. “Ini kan juga tidak benar. Arogan. Ilegal juga. Mengintervensi hukum. Dan 3 hari setelah itu tanggal 7 Februari sprindik Anas bocor. Bocornya ke Cikeas. Apakah ini tindakan benar? Ini juga pelanggaran hukum yang berat,” katanya.

    Mulyono melanjutkan, pada 8 Februari 2013, SBY mengambilalih kepemimpinan Anas sebagai ketua umum tanpa proses konstitusi partai. Serangkaian kejadian itu, menurut Mulyono, merupakan benang merah yang saat ini menghasilkan KLB Demokrat.

    Politikus Partai Demokrat, Andi Mallarangeng, membantah tudingan tersebut. Ia menyebut Mulyono memutarbalikkan fakta. SBY, kata Andi, justru melakukan upaya penyelamatan partai ketika Anas tersangkut masalah hukum.

    “Lupa Pak Sri Mulyono ya bahwa saudara Anas menyatakan berhenti? Lalu Pak SBY sebagai Ketua Dewan Pembina harus memberikan penyelamatan terhadap partai. Kemudian menunjuk Syarief Hasan sebagai ketua harian,” ujar Andi.

    2. Peserta Rapimnas Golkar Dorong Airlangga Maju Capres 2024

    Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia Tandjung mengatakan ada aspirasi dalam Rakernas dan Rapimnas Partai Golkar yang baru saja berakhir. Aspirasi itu adalah mendorong Ketua Umum Airlangga Hartarto untuk maju menjadi calon presiden 2024.

    "Rakernas dan Rapimnas Partai Golkar yang baru saja berakhir menegaskan kuatnya aspirasi dari arus bawah yang menginginkan Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto untuk dicalonkan sebagai calon presiden," kata Doli lewat keterangan tertulis, Sabtu, 6 Maret 2021.

    Doli mengatakan, selama ini aspirasi untuk mendorong Airlangga maju menjadi capres hanya diterima secara informal. Namun, dalam rapimnas ini, kata dia, aspirasi itu didengar secara langsung dari seluruh 34 DPD Provinsi, 10 organisasi masyarakat yang ada di lingkungan Golkar, Dewan Pembina, Dewan Kehormatan, Dewan Penasehat, Dewan Pakar, dan Dewan Etik.

    Doli mengatakan menanggapi permintaan itu, Airlangga memberikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih. Kata Doli, Airlangga akan menjadikan aspirasi itu sebagai pertimbangan. Dia mengatakan Airlangga belum memberi jawaban atas dorongan tersebut. 

    Dua berita soal Demokrat dan Airlangga didesak jadi capres 2024 masih menjadi berita paling dibaca sejak kemarin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berjemur dan Dampak Positifnya Bagi Mata

    Mata merupakan jendela dunia. Penggunaan gawai yang berlebihan bisa berbahaya. Oleh karena itu kita harus merawatnya dengan memperhatikan banyak hal.