KLB Demokrat Pilih Moeldoko Jadi Ketum, SBY: Bangsa Ini Berkabung

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menutup pembekalan calon anggota legislatif DPR RI di The Sultan Hotel, Jakarta, Ahad, 11 November 2018. SBY sekaligus mencurahkan isi hatinya menahan emosi hampir 10 tahun difitnah soal kasus Bank Century dan Hambalang. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menutup pembekalan calon anggota legislatif DPR RI di The Sultan Hotel, Jakarta, Ahad, 11 November 2018. SBY sekaligus mencurahkan isi hatinya menahan emosi hampir 10 tahun difitnah soal kasus Bank Century dan Hambalang. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kecewa dengan tetap digelarnya Kongres Luar Biasa atau KLB Demokrat di Deli Serdang, Sumatera Utara, KLB ini bahkan menetapkan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko sebagai ketua umum.

    "Hari ini kami berkabung, Partai Demokrat berkabung. Sebenarnya bangsa Indonesia juga berkabung. Berkabung karena akal sehat telah mati, sementara keadilan, supremasi hukum, dan demokrasi sedang diuji," kata SBY dalam konferensi pers, Jumat malam, 5 Maret 2021.

    SBY mengatakan Moeldoko telah mendongkel dan merebut kepemimpinan dari Ketua Umum Demokrat yang sah, yakni Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang setahun lalu telah diresmikan oleh negara dan pemerintah. AHY juga telah mengirim surat kepada Presiden Joko Widodo ihwal dugaan keterlibatan anak buahnya dalam penggulingan kepemimpinan Partai Demokrat.

    Namun, kata SBY, ketika itu banyak tanggapan yang bernada miring. "Mereka mengatakan Demokrat hanya mencari sensasi, Demokrat hanya play victim. KSP Moeldoko mengatakan itu hanya ngopi-ngopi, pelaku gerakan mengatakan itu hanya rapat-rapat biasa," kat SBY.

    Presiden keenam ini mengatakan, sebelumnya juga ada yang berkeyakinan bahwa Moeldoko pasti mendapat sanksi dari atasannya. Ada juga yang mengatakan KLB ilegal tersebut tak mungkin diberikan izin dan pasti akan dibubarkan pihak Kepolisian.

    "Tetapi hari ini sejarah telah mengabadikan apa yang terjadi di negara yang kita cintai ini," ujar SBY.

    Sebelumnya, KLB Demokrat yang digelar di Hotel The Hill, Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera Utara menetapkan Moeldoko sebagai Ketua Umum Partai Demokrat periode 2021-2026. KLB juga menyatakan Ketua Umum Partai Demokrat hasil Kongres V, Agus Harimurti Yudhoyono, telah demisioner.

    Baca juga: 5 Poin Pernyataan AHY Soal KLB Demokrat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.