Kasus Asabri: Benny Tjokro dan Heru Hidayat Dijerat Pasal Pencucian Uang

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terdakwa Direktur Utama PT Hanson International Tbk, Benny Tjokrosaputro dan Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Tbk Heru Hidayat (kanan) meninggalkan gedung KPK seusai menjalani pemeriksaan, di Jakarta, Selasa, 9 Juni 2020. Benny Tjokrosaputro dan Heru Hidayat merupakan tahanan Kejaksaan Agung yang dititipkan penahanannya di KPK. TEMPO/Imam Sukamto

    Terdakwa Direktur Utama PT Hanson International Tbk, Benny Tjokrosaputro dan Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Tbk Heru Hidayat (kanan) meninggalkan gedung KPK seusai menjalani pemeriksaan, di Jakarta, Selasa, 9 Juni 2020. Benny Tjokrosaputro dan Heru Hidayat merupakan tahanan Kejaksaan Agung yang dititipkan penahanannya di KPK. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Kejaksaan Agung mengenakan pasal Tindak Pidana Pencucian Uang kepada Benny Tjokrosaputro (Benny Tjokro) dan Heru Hidayat dalam kasus dugaan korupsi PT Asabri

    "Hari ini kami putus Benny Tjokro dan Heru Hidayat TPPU," ujar Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah di kantornya, Jakarta Selatan kepada Tempo pada Kamis, 4 Maret 2021.

    Kejaksaan Agung sebelumnya telah mengenakan pasal TPPU kepada Direktur PT Jakarta Emiten Investor Relation, Jimmy Sutopo. Alhasil, dengan masuknya nama Benny Tjokro dan Heru Hidayat, kini ada tiga dari sembilan tersangka kasus Asabri yang terkena pasal pencucian uang

    Febrie menjelaskan penetapan TPPU berdasarkan dua alat bukti. Namun ia tak menjelaskan lebih lanjut. "Ada alat bukti. Kan uangnya dipakai untuk muter ke nominee, masuk ke satu rekening ke rekening yang lain," kata dia. 

    Dalam perkara ini Kejaksaan Agung telah menetapkan sembilan orang tersangka. Mereka adalah mantan Direktur Utama PT Asabri Mayor Jenderal (Purnawirawan) Adam R. Damiri, Letnan Jenderal (Purnawirawan) Sonny Widjaja, Heru Hidayat, Benny Tjokrosaputro atau Benny Tjokro.

    Selain itu juga Kepala Divisi Investasi Asabri periode Juli 2012 hingga Januari 2017 Ilham W. Siregar, Direktur Utama PT Prima Jaringan Lukman Purnomosidi, Kepala Divisi Keuangan dan Investasi periode 2012 hingga Mei 2015 Bachtiar Effendi; Direktur Investasi dan Keuangan periode 2013-2019, Hari Setiono; dan dan Direktur PT Jakarta Emiten Investor Relation, Jimmy Sutopo.

    Penyidik Kejaksaan Agung menaksir nilai kerugian negara akibat kasus korupsi Asabri mencapai lebih dari Rp 23 triliun.

    Baca juga: KPK Sebut Ada Kasus Korupsi yang Kemungkinan Dihentikan Penyidikannya

    ANDITA RAHMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.