Satgas Covid-19 Klaim Vaksin Sinovac Efektif Tangkal Varian Baru Virus Corona

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada seorang pekerja di 23 Paskal Shopping Center, Bandung, Rabu, 3 Maret 2021. Dalam pelaksanaan program vaksinasi nasional tahap dua ini ditujukan bagi pelayan yang bertugas langsung dengan publik. ANTARA/Raisan Al Farisi

    Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada seorang pekerja di 23 Paskal Shopping Center, Bandung, Rabu, 3 Maret 2021. Dalam pelaksanaan program vaksinasi nasional tahap dua ini ditujukan bagi pelayan yang bertugas langsung dengan publik. ANTARA/Raisan Al Farisi

    TEMPO.CO, Jakarta -  Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito memastikan vaksin Covid-19 yang saat ini digunakan di Indonesia, yakni vaksin Sinovac, masih efektif digunakan untuk menangkal varian baru virus Covid-19, B117 asal Inggris.

    "Pemerintah memastikan vaksin Covid-19 yang saat ini digunakan di Indonesia, masih efektif dalam melawan mutasi Covid-19 asal Inggris, B117. Oleh karena itu, kami meminta masyarakat tidak perlu khawatir dengan dampak masuknya varian baru virus tersebut terhadap efikasi vaksin," ujar Wiku dalam konferensi pers virtual, Kamis, 4 Maret 2021.

    Namun, ia tak henti mengimbau masyarakat tetap taat menjalankan protokol kesehatan, menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan.

    Varian B 117 ditemukan di Indonesia melalui kegiatan pengurutan genom virus menyeluruh (whole genom sequencing) pada sampel virus corona penyebab Covid-19 yang bertransmisi di Indonesia. Dari 462 WGS yang diperiksa, teridentifikasi dua kasus di antaranya mengandung varian baru asal Inggris itu.

    Sampel itu ternyata milik dua warga Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Keduanya berinisial M, warga Kecamatan Lemahabang, dan A, warga Kecamatan Pedes. keduanya merupakan perempuan pekerja migran yang baru datang dari Arab Saudi. M tiba di Indonesia pada 28 Januari. Tiga hari berselang, A tiba di Tanah Air.

    Juru bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Karawang, Fitra Hergyana, mengatakan, saat mendarat di Bandar Udara Soekarno-Hatta, keduanya langsung menjalani karantina di Wisma Pademangan, Jakarta Utara, selama lima hari. Mereka juga menjalani tes polymerase chain reaction (PCR).

    Keduanya lalu dinyatakan terjangkit virus corona dengan status orang tanpa gejala berdasarkan hasil tes swab tersebut. Karena terjangkit virus, masa karantina mereka diperpanjang hingga dinyatakan negatif corona sesuai dengan hasil tes usap.

    "Hasil tes swab mereka negatif dan sudah diizinkan pulang ke Karawang. Jadi, keduanya pulang dengan hasil negatif," ucap Fitra.

    DEWI NURITA | AHMAD FIKRI (BANDUNG)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    7 Tips Agar Lebih Mudah Bangun Sahur Selama Ramadan

    Salah satu tantangan selama puasa Ramadan adalah bangun dini hari untuk makan sahur.