KPK Dakwa Eks Pejabat Kemenkes Rugikan Negara Rp 14 Miliar di Kasus Alkes

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua KPK Firli Bahuri (kanan) bersama Ketua Dewan Pengawas KPK Tumpak Hatorangan Panggabean (kiri) memberikan keterangan saat meninggalkan rumah duka anggota Dewan Pengawas KPK Artidjo Alkostar di Kemayoran, Jakarta, Ahad, 28 Februari 2021.ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    Ketua KPK Firli Bahuri (kanan) bersama Ketua Dewan Pengawas KPK Tumpak Hatorangan Panggabean (kiri) memberikan keterangan saat meninggalkan rumah duka anggota Dewan Pengawas KPK Artidjo Alkostar di Kemayoran, Jakarta, Ahad, 28 Februari 2021.ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi mendakwa mantan Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kementerian Kesehatan, Bambang Giatno Rahardjo telah merugikan negara Rp 14 miliar. Selain itu, KPK juga mendakwa mantan Direktur Marketing PT Anugerah Nusantara, Minarsi melakukan hal serupa.

    “Terdakwa telah melakukan atau turut serta melakukan perbuatan secara melawan hukum,” seperti dikutip dari dakwaan KPK yang telah dibacakan dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis, 4 Maret 2021.

    KPK menyatakan Bambang dan Minarsi melakukan korupsi dalam pengadaan alat kesehatan dan laboratorium rumah sakit tropik infeksi Universitas Airlangga pada 2010.

    Dalam kasus itu, KPK mendakwa keduanya melakukan korupsi bersama dengan mantan Bendahara Partai Demokrat, sekaligus pengendali Permai Group M Nazaruddin dan kuasa pengguna anggaran Zulkarnain Kasim. Nazaruddin dan Kasim telah divonis terlebih dahulu dalam kasus ini.

    Menurut KPK, perbuatan Bambang dan Minarsi telah memperkaya korporasi Permai Group sebanyak Rp 13,6 miliar. Selain itu, mereka juga dianggap memperkaya diri sendiri dan orang lain.

    KPK mendakwa mereka melanggar Pasal 2 Ayat (1) dan Pasal 3 Juncto Pasal 18 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berjemur dan Dampak Positifnya Bagi Mata

    Mata merupakan jendela dunia. Penggunaan gawai yang berlebihan bisa berbahaya. Oleh karena itu kita harus merawatnya dengan memperhatikan banyak hal.