Baku Tembak Susulan Satgas Mandago Raya vs Teroris Poso, Satu Polisi Meninggal

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Personel Brimob Polri melakukan penyisiran pada lokasi yang diduga menjadi lokasi persembunyian saat melakukan pengejaran terhadap terduga teroris di Kelurahan Mamboro, Palu Utara, Sulawesi Tengah, Sabtu, 7 November 2020 Aparat gabungan yang terdiri dari Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri, Brimob Polri dan TNI melakukan pengejaran terhadap seorang pria yang diduga merupakan anggota kelompok teroris yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Poso serta bersembunyi di sekitar wilayah tersebut dan hingga pukul 17.30 WITA petugas masih melakukan pengejaran. ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah

    Personel Brimob Polri melakukan penyisiran pada lokasi yang diduga menjadi lokasi persembunyian saat melakukan pengejaran terhadap terduga teroris di Kelurahan Mamboro, Palu Utara, Sulawesi Tengah, Sabtu, 7 November 2020 Aparat gabungan yang terdiri dari Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri, Brimob Polri dan TNI melakukan pengejaran terhadap seorang pria yang diduga merupakan anggota kelompok teroris yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Poso serta bersembunyi di sekitar wilayah tersebut dan hingga pukul 17.30 WITA petugas masih melakukan pengejaran. ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah

    TEMPO.CO, Jakarta - Kontak tembak antara Satuan Tugas Madago Raya yang terdiri gabungan TNI dan Polri melawan kelompok daftar pencarian orang (DPO) Mujahidin Indonesia Timur Poso, Sulawesi Tengah, terjadi pada Rabu, 3 Maret 2021.

    Kontak tembak antara Bravo 5 dari Satuan Gabungan Khusus (Satgabsus) dengan kelompok DPO Mujahidin Indonesia Timur itu pecah seputaran Pegunungan Kilo 7 Desa Gayatri Kecamatan PPU Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah sekitar pukul 16.00 Wita. Salah seorang anggota satgas, Briptu Herlis, gugur.

    Jenazahnya dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Poso. "Korban mengalami luka tembak di bagian perut," kata Kepala Bidang Humas Polda Sulawesi Tengah Komisaris Besar Didik Supranoto.

    Kontak tembak tersebut merupakan rangkaian peristiwa serupa yang terjadi pada Senin, 1 Maret 2021 yang mengakibatkan dua orang DPO Mujahidin Indonesia Timur serta satu anggota TNI meninggal dunia.

    Dari keterangan pihak Kepolisian, saat kontak tembak terjadi, pimpinan Mujahidin Indonesia Timur Poso, Ali Kalora, sempat terkena tembakan, namun berhasil melarikan diri. Polisi pun kembali menyisir dan mengejar kelompok tersebut di wilayah pegunungan Poso.

    "Ya, itu waktu kejadian pertama, dia yang diduga Ali Kalora, sempat kena tembak, dan hari ini kemudian terlibat kontak tembak lagi saat kita melakukan penyisiran," ujar Didik.

    Rencananya, dari Poso jenazah Briptu Herlis akan diberangkatkan ke kampung halamannya di Kendari, Sulawesi Tenggara.

    Baca Juga: Jejak Kekejaman Kelompok Mujahidin Indonesia Timur yang Diduga Pelaku Teror Sigi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.