Kini Subsidi Kuota Internet dari Kemendikbud Bisa Akses Youtube

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Siswi kelas 2 SDN 01 Pagi Bukit Duri Keysha Nayara Effeni (8) belajar secara online didampingi ibunya Okta (31) di gerai makanan tempat ibunya berjualan di kawasan Bukit Duri, Jakarta, Kamis, 30 Juli 2020. Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dengan menggunakan metode daring dan bimbingan orang tua saat masa pandemi ini masih menjadi kendala.  TEMPO/M Taufan Rengganis

    Siswi kelas 2 SDN 01 Pagi Bukit Duri Keysha Nayara Effeni (8) belajar secara online didampingi ibunya Okta (31) di gerai makanan tempat ibunya berjualan di kawasan Bukit Duri, Jakarta, Kamis, 30 Juli 2020. Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dengan menggunakan metode daring dan bimbingan orang tua saat masa pandemi ini masih menjadi kendala. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim sudah mengumumkan melanjutkan kebijakan subsidi kuota internet selama tiga bulan, sejak Maret 2021. Besaran bantuan kuota gratis tahun ini dikurangi. Namun keseluruhannya merupakan kuota umum yang dapat dipakai untuk mengakses seluruh laman dan aplikasi, termasuk Google dan YouTube.

    "Kami putuskan paket yang tadinya direstriksi hanya untuk kuota belajar, sekarang semuanya jadi kuota umum, sehingga bisa dipakai mengakses semua laman, searching Google atau buka YouTube," ujar Nadiem dalam acara diskusi daring, Rabu, 3 Maret 2021.

    Kebijakan ini, kata Nadiem, diberlakukan setelah Kemendikbud mendengar banyak masukan dari siswa maupun guru yang menyebut banyak materi pembelajaran siswa berasal dari YouTube dan sebagainya.

    Pembatasan akses hanya berlaku untuk situs yang diblokir oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika, serta media sosial seperti Twitter, Instagram, Facebook, dan Tiktok

    Bantuan kuota internet akan disalurkan pada tanggal 11-15 setiap bulan dan berlaku selama 30 hari sejak diterima. Peserta didik PAUD mendapat 7 GB/bulan, peserta didik jenjang pendidikan dasar dan menengah mendapatkan 10GB/bulan, dan pendidik PAUD dan jenjang pendidikan dasar dan menengah mendapatkan 12 GB/bulan. Sedangkan, mahasiswa dan dosen mendapat 15 GB/bulan.

    "Giga-nya memang lebih kecil dari tahun sebelumnya, tapi kualitas dan fleksibilitasnya meningkat menjadi kuota umum. Ini kebijakan yang menurut kami lebih tepat berdasarkan masukan masyarakat," ujar Nadiem Makarim.

    Tahun lalu, subsidi kuota internet yang diberikan pemerintah terdiri dari dua jenis, yakni kuota umum dan kuota belajar. Alokasi kuota untuk peserta didik PAUD sebanyak 20 GB per bulan, peserta didik jenjang pendidikan dasar dan menengah 35 GB per bulan. Selanjutnya pendidik pada PAUD dan jenjang pendidikan dasar dan menengah 42 GB per bulan, serta untuk mahasiswa dan dosen 50 GB per bulan.

    Seluruhnya mendapatkan bantuan kuota umum sebesar 5 GB per bulan. Sisanya adalah untuk kuota belajar yang hanya dapat digunakan untuk mengakses laman dan aplikasi pembelajaran dengan daftar yang tercantum pada laman Kemendikbud.

    Kebijakan subsidi kuota internet ini dikeluhkan karena peserta didik membutuhkan lebih banyak kuota umum. Tahun ini, Nadiem Makarim mengubah kebijakan menjadi kuota umum untuk keseluruhan. Kendati, besaran kuotanya dipotong.

    Baca juga: Serikat Guru Beri Catatan Soal Subsidi Kuota Internet, Masa Aktif hingga Ponsel

    DEWI NURITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.