Menkes Sebut Vaksinasi Sejuta Sehari Baru Bisa Dilakukan pada Juni

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana area vaksinasi Covid-19 kepada lansia dengan sistem drive thru di Hall C Kemayoran, Jakarta, Rabu, 3 Maret 2021. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Suasana area vaksinasi Covid-19 kepada lansia dengan sistem drive thru di Hall C Kemayoran, Jakarta, Rabu, 3 Maret 2021. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin menyebut target vaksinasi Covid-19 sejuta sehari baru bisa dilakukan pada Juni 2021. Sebab, ujar dia, suplai vaksin juga masih belum memadai untuk saat ini.

    "Jadi, saya minta di Maret-April, 500 ribu orang divaksin. Juni-Juli baru sejuta, karena ketersediaan vaksinnya di Juni-Juli bisa 25 juta sebulan. Kalau sejuta sehari kan 30 juta sebulan, kita tidak ada vaksinasi sebanyak itu saat ini," kata Budi Gunadi dalam sebuah acara daring, Rabu, 3 Maret 2021.

    Pemerintah menargetkan 60-70 persen rakyat atau sebanyak 181,5 juta penduduk Indonesia divaksin. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut ditambah dengan cadangan, pemerintah akan mendatangkan 426 juta dosis vaksin Covid-19. Adapun 90 juta dosis vaksin tiba periode Januari-Juni 2021, sementara sisanya baru tiba periode Juli-Desember 2021.

    "Dengan ketersediaan 90 dosis, jadi 45 juta orang yang bisa divaksin sampai Juni nanti," ujar Budi.

    Karena itu, lanjut Budi, pemerintah juga tidak bisa buru-buru dalam proses vaksinasi hingga Juni nanti. "Kita mulai dari 10 ribu, diejekin oleh seluruh dunia, dibilang 10 ribu 10 tahun prosesnya. Kemarin kita tembus 100 ribu diejekin mungkin 5 tahun, kemarin 200 ribu orang. Ada yang bertanya, saya jawab sebaiknya kita tidak usah cepat-cepat juga karena terbatas suplai," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarik Ulur Vaksin Nusantara Antara DPR dan BPOM

    Pada Rabu, 14 April 2020, sejumlah anggota DPR disuntik Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto