BNPB: Setahun Terakhir Sudah Ada 3.253 Bencana Terjadi di Indonesia

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • File foto Kepala BNPB Doni Monardo saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 22 September 2020. Doni dan seluruh staf yang mendampinginya selama kunjungan kerja di Sulbar dan Kalimantan Barat juga menjalani tes PCR. Hasilnya, salah satu stafnya juga dinyatakan positif. TEMPO/M Taufan Rengganis

    File foto Kepala BNPB Doni Monardo saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 22 September 2020. Doni dan seluruh staf yang mendampinginya selama kunjungan kerja di Sulbar dan Kalimantan Barat juga menjalani tes PCR. Hasilnya, salah satu stafnya juga dinyatakan positif. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo, mengatakan sebanyak 3.253 bencana telah terjadi di Indonesia dalam setahun terakhir. Persisnya, periode bencana ini terjadi dari Februari 2020 hingga Februari 2021.

    "Ini artinya setiap hari ada 9 kali kejadian bencana yang terjadi apakah itu gempa tsunami erupsi gunung berapi, karhutla, banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan angin puting beliung," kata Doni dalam Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana Tahun 2021, Istana Negara, Rabu, 3 Maret 2021.

    Doni Monardo mengatakan dari data Kementerian Keuangan, setiap tahun terdapat kerugian ekonomi akibat bencana setidaknya Rp 22,8 triliun per tahun. Apalagi jika melihat statistik korban jiwa akibat bencana dalam 10 tahun terakhir, ia mengatakan rata-rata 1.183 jiwa meninggal akibat bencana.

    "Bank Dunia menyebutkan bahwa Indonesia adalah salah satu dari 35 negara dengan tingkat risiko ancaman bencana paling tinggi di dunia," kata Doni.

    Sejak Februari 2020 lalu, Presiden Joko Widodo telah meminta seluruh instansi pemerintah, TNI dan Polri, dan pemerintah daerah harus bersinergi untuk melakukan berbagai upaya pencegahan, mitigasi dan kesiapsiagaan. Termasuk di dalamnya perencanaan pembangunan yang berlandaskan pengurangan risiko bencana, pelibatan pakar untuk memprediksi ancaman, memperkuat sistem peringatan dini, menyusun rencana kontijensi dan edukasi serta pelatihan kebencanaan.

    Doni mengatakan arahan tersebut sudah, sedang, dan terus mereka laksanakan. Ia menyebut hal ini dilakukan melalui pendekatan kolaborasi pentahelix pemerintah bersama dengan akademisi, dunia usaha, komunitas relawan, hingga media, didorong untuk meningkatkan kesiapsiagaan mulai dari tingkat individu, keluarga dan masyarakat.

    "Literasi kebencanaan sejak dini senantiasa kita perkuat dalam setiap kesempatan di tingkat tapak, kemudian pada pemerintah, dan juga pemerintah daerah," kata Doni.

    Ia pun mengingatkan bencana tidak bisa dihadapi sendiri. Terlebih pada saat ini dunia tengah menghadapi pandemi Covid-19. Indonesia, kata Doni, membuktikan bahwa pengendalian Covid-19 bisa dilaksanakan paralel dengan upaya menjaga kegiatan sosial ekonomi tetap berjalan.

    "Masyarakat sedapat mungkin tidak terpapar Covid-19 tetapi juga tidak terkapar PHK atau kehilangan pekerjaan," kata Kepala BNPB Doni Monardo.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.