Varian Baru Covid-19 Masuk Indonesia, Epidemiolog: Kita Sudah Telat Respons

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas kesehatan Rumah Sakit COVID-19 Wisma Atlet berjalan membawa kotak obat pasien di Jakarta, Jumat 26 Februari 2021. Berdasarkan data per Jumat (26/2/2021) pukul 08.00 WIB, jumlah pasien COVID-19 yang dirawat di RS Wisma Atlet tersebut sebanyak 4.459 orang dengan keterisian tempat tidur di RS Wisma Atlet sebanyak 74 persen dari 5.994, sehingga yang tersisa sebanyak 26 persen atau 1.535 tempat tidur. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

    Petugas kesehatan Rumah Sakit COVID-19 Wisma Atlet berjalan membawa kotak obat pasien di Jakarta, Jumat 26 Februari 2021. Berdasarkan data per Jumat (26/2/2021) pukul 08.00 WIB, jumlah pasien COVID-19 yang dirawat di RS Wisma Atlet tersebut sebanyak 4.459 orang dengan keterisian tempat tidur di RS Wisma Atlet sebanyak 74 persen dari 5.994, sehingga yang tersisa sebanyak 26 persen atau 1.535 tempat tidur. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

    TEMPO.CO, Jakarta - Epidemiolog dari Griffith University Australia, Dicky Budiman menyatakan masuknya varian baru Covid-19 ke Indonesia merupakan bukti lambatnya respons dan antisipasi pemerintah akan perkembangan virus corona.

    Sejak Desember 2020, Dicky menduga bahwa varian baru virus ini sudah masuk ke Indonesia. Hanya saja, kata dia, mutasi tersebut terlambat diketahui lantaran jumlah testing dan sistem deteksi dini Covid-19 Indonesia belum memadai. "Kita sudah telat respons hampir tiga bulan," ujar Dicky saat dihubungi Tempo, Rabu, 3 Maret 2021.

    Ancaman strain baru virus ini, kata Dicky, bisa memperburuk keadaan jika tidak berhasil ditangani dengan baik. "Strain baru ini seperti epidemi di tengah pandemi," ujar dia.

    Untuk itu, kata Dicky, pemerintah diminta belajar dari pengalaman sebelumnya. Harus merespons situasi dengan cepat dan tepat, tapi juga berbasis saintifik.

    "Hal itu yang sayangnya belum ada, seperti ancaman baru ini kan sudah diingatkan bahwa kita harus perkuat screening di pintu masuk. Isolasi dan karantina enggak cukup lima hari. Harus 14 hari," ujar dia.

    Baca juga: Wagub DKI Klaim Sudah Siapkan Strategi Hadapi Varian Baru Covid-19

    Masuknya varian baru virus Covid-19 diumumkan oleh Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono, kemarin. Belakangan diketahui, virus itu dibawa oleh dua pekerja migran Indonesia (PMI) atau TKI dari Arab Saudi yang tiba di Jakarta pada akhir Januari lalu. Dua orang itu kini masih menjalani isolasi di Karawang, Jawa Barat.

    Juru Bicara Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito menyebut penelusuran terhadap kontak erat mereka tengah dilakukan. Menurut Wiku, terkait kasus ini pemerintah sudah membuat sistem barier berlapis-lapis.

    "Maka jika memang ada kasus varian baru tersebut, maka petugas di lapangan segera mengisolasi. Upaya ini berusaha untuk menjamin kasus positif harus menjadi negatif terlebih dahulu untuk bisa melanjutkan aktivitasnya demi mencegah penularan yang lebih luas," tutur Wiku ihwal temuan varian baru Covid-19.

    DEWI NURITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.