Jokowi Beri 4 Instruksi Tingkatkan Penanggulangan Bencana Nasional

Reporter

Presiden Indonesia, Joko Widodo saat menghadiri peresmian Bendungan Napun Gete, Kabupaten Sikka, NTT, 23 Februari 2021. Foto/youtube.com

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo memberi empat instruksi untuk meningkatkan penanggulangan bencana nasional. Hal ini Jokowi sampaikan saat memberi sambutan dalam Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana Tahun 2021, Istana Negara, Rabu, 3 Maret 2021.

"Yang pertama jangan kita disibukkan membuat aturan. Tapi yang utama adalah pelaksanaan di lapangan. Karena itu yang dilihat oleh masyarakat, itu yang dilihat oleh rakyat," kata Jokowi.

Ia menegaskan yang utama adalah aspek pengendalian dan penegakan standar-standar di lapangan. Ia mencontohkan soal gempa, standar bangunan tahan gempa untuk fasilitas umum, dan fasilitas sosial harus segera ditetapkan.

Ia meminta hal seperti ini harus dikawal dalam pelaksanaannya. Salah satunya ialah dengan audit ketahanan bangunan agar betul-betul sesuai dengan standar. "Sehingga kalau terjadi lagi bencana di lokasi itu, korban yang ada bisa diminimalisir. Dan segera melakukan koreksi dan penguatan apabila tak sesuai dengan standar-standar yang ada," kata Jokowi.

Instruksi kedua adalah soal kebijakan untuk mengurangi resiko bencana. Jokowi meminta kebijakan ini harus betul-betul terintegrasi mulai dari hulu hingga hilir. Ia meminta tak ada ego sektoral maupun ego daerah.

"Semuanya terintegrasi, semuanya saling mengisi, semuanya saling menutup. Tak boleh ada yang merasa ini bukan tugasnya, ini bukan tugas saya. Hati-hati ini bencana. Berbeda dengan hal yang normal," kata Jokowi.

Baca juga: Lobi Ma'ruf Amin di Balik Pencabutan Beleid Perpres Investasi Miras

Adapun instruksi ketiga adalah manajemen tanggap darurat serta kemampuan melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi yang cepat. Ia menegaskan hal ini sangat penting dilakukan pasca bencana dan harus terus diperbaiki. Ia mengingatkan kecepatan itu yang dilihat oleh rakyat.

"Mengenai rehabilitasi dan rekonstruksi. Jangan sampai sudah ditunggu satu tahun belum nongol, apa yang kita sudah sampaikan apa yang sudah kita janjikan," kata dia.

Sistem peringatan dini pun ia minta harus berfungsi dengan baik dan terus dicek. Jajarannya, ia perintahkan, agar dapat bekerja dengan cepat dan akurat. Selain itu, semua rencana kontingensi dan rencana operasi pada saat tanggap darurat, ia minta harus ditingkatkan dan diimplementasikan dengan cepat. "Sekali lagi, kecepatan adalah kunci menyelamatkan dan mengurangi jatuhnya korban," kata Jokowi.

Instruksi terakhir yang ia sampaikan adalah pemerintah harus meningkatkan edukasi dan literasi pada masyarakat terkait dengan kebencanaan. Mulai dari lingkup sosial yang paling kecil yaitu keluarga. "Lakukan simulasi bencana secara rutin di daerah-daerah yang rawan bencana, sehingga warga semakin siap menghadapi," kata Jokowi.






Jokowi Lepas Bantuan US$ 1 Juta Lebih untuk Banjir Pakistan

56 menit lalu

Jokowi Lepas Bantuan US$ 1 Juta Lebih untuk Banjir Pakistan

Jokowi memastikan bantuan yang akan diberikan tidak berhenti sampai di sini, sesuai dengan permintaan dari pemerintah Pakistan.


Jokowi Minta Lukas Enembe Hormati Panggilan KPK

1 jam lalu

Jokowi Minta Lukas Enembe Hormati Panggilan KPK

Presiden Joko Widodo atau Jokowi ikut merespons singkat kasus gratifikasi yang menjerat Gubernur Papua Lukas Enembe. Kepala negara meminta semua pihak, termasuk Lukas, untuk menghormati proses hukum yang berjalan di Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK.


Jokowi Perintahkan Mahfud Reformasi Hukum Usai Sudrajad Dimyati Jadi Tersangka

1 jam lalu

Jokowi Perintahkan Mahfud Reformasi Hukum Usai Sudrajad Dimyati Jadi Tersangka

Jokowi mengaku telah memberi perintah khusus kepada Menko Polhukan Mahfud Md usai Hakim Agung Sudrajad Dimyati ditetapkan tersangka korupsi


Jokowi Kritik Jumlah Startup Agrikultur Minim, Padahal Ada Krisis Pangan

2 jam lalu

Jokowi Kritik Jumlah Startup Agrikultur Minim, Padahal Ada Krisis Pangan

Presiden Jokowi mengkritik minimnya jumlah startup Indonesia yang bergerak di bidang agrikultur, di tengah ancaman krisis pangan yang ke depan akan membesar.


Program Kompor Listrik, Bos PLN Pastikan Tak Ada Kenaikan Daya: 450 VA, 900 VA, Tetap

3 jam lalu

Program Kompor Listrik, Bos PLN Pastikan Tak Ada Kenaikan Daya: 450 VA, 900 VA, Tetap

Bos PLN memastikan daya listrik masyarakat penerima program kompor listrik tak berubah. "Yang 450 VA tetap 450 VA, yang 900 VA juga tetap 900 VA."


PLN Beri Pendampingan ke Masyarakat Penerima Kompor Listrik: Sampai Benar-benar Mandiri

4 jam lalu

PLN Beri Pendampingan ke Masyarakat Penerima Kompor Listrik: Sampai Benar-benar Mandiri

PLN akan berfokus dalam pendampingan dan evaluasi bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk program uji coba migrasi ke kompor listrik.


Mobil Bekas Jokowi Isuzu Panther Bonet Dilelang, Open Bid Rp 300 Juta

5 jam lalu

Mobil Bekas Jokowi Isuzu Panther Bonet Dilelang, Open Bid Rp 300 Juta

Mobil bekas Presiden Jokowi yang dilelang tersebut adalah Isuzu Panther Bonet tahun 1995 warna green metallic. Berikut ulasan lengkapnya:


Bekas Mobil Jokowi Dilelang, Harga Mulai Rp 300 Juta: Hasilnya untuk Bangun Tempat Ibadah

6 jam lalu

Bekas Mobil Jokowi Dilelang, Harga Mulai Rp 300 Juta: Hasilnya untuk Bangun Tempat Ibadah

Lelang bekas mobil Presiden Jokowi dibuka dengan harga Rp 300 juta. Berwarna hijau metalik dengan Stasion Wagon, mobil itu berkapasitas mesin 2.238 CC


Jokowi Minta Hasil Panen Petani diserap BUMN, Mendag Usul Subsidi Rp 100 Triliun

8 jam lalu

Jokowi Minta Hasil Panen Petani diserap BUMN, Mendag Usul Subsidi Rp 100 Triliun

Zulkifli Hasan bercerita Presiden Jokowi telah berencana menyerap seluruh hasil panen petani melalui Badan Usaha Milik Negara.


Riza Patria dan Anies Baswedan Dukung Siapa Pun Pj Gubernur DKI Pilihan Jokowi

1 hari lalu

Riza Patria dan Anies Baswedan Dukung Siapa Pun Pj Gubernur DKI Pilihan Jokowi

Riza Patria sebut dia dan Anies Baswedan mendukung Pj Gubernur DKI pilihan Jokowi menggantikan posisinya.