Ini Alasan Presiden PKS Ajak Penyintas Covid Donor Plasma Konvalesen

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas memasukkan kantong yang berisi plasma konvalesen ke kotak penyimpanan di Kantor PMI DKI Jakarta, Senin, 15 Februari 2021. Ajakan berdonor bagi penyintas Covid-19 semakin digencarkan menyusul besarnya kebutuhan pasien COVID-19 yang sedang berjuang untuk sembuh. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Petugas memasukkan kantong yang berisi plasma konvalesen ke kotak penyimpanan di Kantor PMI DKI Jakarta, Senin, 15 Februari 2021. Ajakan berdonor bagi penyintas Covid-19 semakin digencarkan menyusul besarnya kebutuhan pasien COVID-19 yang sedang berjuang untuk sembuh. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Partai Keadilan Sejahtera Ahmad Syaikhu mengajak masyarakat penyintas Covid-19 untuk donor plasma konvalesen.

    "Saya meminta saudara-saudara bersedia melakukan donor plasma," kata Syaikhu dalam keterangannya, Selasa, 2 Maret 2021.

    Syaikhu mengatakan pernah positif Corona bersama beberapa fungsionaris PKS. Ia menuturkan bahwa donor plasma konvalesen merupakan salah satu upaya yang dinilai efektif untuk memberi dampak baik bagi kesembuhan penderita positif Covid-19. "Semoga bisa menjadi gerakan nasional untuk membantu sesama," katanya.

    Syaikhu memaparkan peningkatan kasus Covid yang terjadi di Indonesia sejak 2 Maret 2020 hingga saat ini. Indonesia menjadi salah satu negara tertinggi tingkat kasus dan jumlah korban meninggalnya di Asia.

    Syaikhu mengingatkan walaupun krisis multidimensi akibat pandemi masih menghantui, tetap harus ada alasan untuk bangkit.

    "Mungkin saja ada seribu alasan yang akhirnya membuat kita pasrah begitu saja dengan keadaan. Tapi tetap harus ada sepuluh ribu alasan bahkan ratusan ribu alasan yang harus membuat kita bangkit," kata dia saat mengajak penyintas Covid-19 mendonorkan plasma konvalesen.

    Baca juga: 5 Hal yang Perlu Diketahui TentanG Terapi Plasma Konvalesen


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.