Kasus Asabri: Kejagung Periksa Manajer Bangunan Apartemen Milik Benny Tjokro

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terdakwa Komisaris PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro berjalan meninggalkan ruangan usai menjalani pemeriksaan lanjutan di gedung KPK, Jakarta, Selasa, 11 Agustus 2020. Ia kembali diperiksa dalam kasus dugaan korupsi di PT Asuransi Jiwasraya (Persero). TEMPO/Imam Sukamto

    Terdakwa Komisaris PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro berjalan meninggalkan ruangan usai menjalani pemeriksaan lanjutan di gedung KPK, Jakarta, Selasa, 11 Agustus 2020. Ia kembali diperiksa dalam kasus dugaan korupsi di PT Asuransi Jiwasraya (Persero). TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Kejaksaan Agung memeriksa manajer bangunan Apartemen South Hills Jakarta berinisial MUS pada Senin, 1 Maret 2021. Pemeriksaan tersebut seputar kasus Asabri

    "Saudara MUS diperiksa sebagai saksi untuk perkara dugaan korupsi PT Asabri," ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer Simanjuntak melalui keterangan tertulis pada Senin, 1 Maret 2021.

    Sebagaimana diketahui, Kejaksaan Agung telah menyita 18 unit bangunan apartemen milik Benny Tjokrosaputro (Benny Tjokro) tersebut. Benny Tjokro merupakan satu dari sembilan tersangka dalam perkara dugaan korupsi PT Asabri. 

    Dari hasil penelusuran penyidik, apartemen di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan itu dibangun oleh Ketua KSO Duta Regency Karunia Metropolitan Properti, Tan Kian. Alhasil, penyidik kini terus menjadwalkan pemeriksaan terhadap Tan Kian untuk mendalami kerja sama yang dilakukannya bersama Benny Tjokro

    Selain MUS, penyidik juga memeriksa Direktur PT Erdikha Elit Sekuritas, Agus Kurniawan. "Pemeriksaan saksi dilakukan guna mencari fakta hukum dan mengumpulkan alat bukti tentang dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi pada PT Asabri," kata Leonard. 

    Dalam perkara ini, Kejaksaan Agung telah menetapkan delapan orang tersangka. Mereka adalah mantan Direktur Utama PT Asabri Mayor Jenderal (Purnawirawan) Adam R. Damiri, Letnan Jenderal (Purnawirawan) Sonny Widjaja, Heru Hidayat, Benny Tjokrosaputro atau Benny Tjokro.

    Selain itu juga Kepala Divisi Investasi Asabri periode Juli 2012 hingga Januari 2017 Ilham W. Siregar, Direktur Utama PT Prima Jaringan Lukman Purnomosidi, Kepala Divisi Keuangan dan Investasi periode 2012 hingga Mei 2015 Bachtiar Effendi dan Direktur Investasi dan Keuangan periode 2013-2019, Hari Setiono.

    Penyidik Kejaksaan Agung menaksir nilai kerugian negara akibat perbuatan delapan tersangka dalam kasus korupsi Asabri mencapai lebih dari Rp 23 triliun.

    Baca juga: 5 Fakta Dugaan Korupsi Nurdin Abdullah Menurut Bambang Widjojanto

    ANDITA RAHMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berjemur dan Dampak Positifnya Bagi Mata

    Mata merupakan jendela dunia. Penggunaan gawai yang berlebihan bisa berbahaya. Oleh karena itu kita harus merawatnya dengan memperhatikan banyak hal.